Saturday, 2 May 2015

Membentang Jejak Dakwah Rasulullah Di Haramain (Part Makkah)


                        Membentang Jejak Dakwah Rasulullah Di Haramain

Sebagai kota kelahiran para nabi tentu memiliki daya tarik, yakni di koka Haramain yakni Mekah dan Madina. Bukan hanya karena ia tempat ibadah haji dan umroh. Sebagai saksi bisu perjuangan keras dan dahsyat nabi. Negeri Arab yang tandus dengan negeri yang paling banyak memiliki terowongan batu di dunia. Mekah juga memiliki sejumlah objek wisata religi sangat menari. Nilai sejarahnya yang tinggi dan berdimensi religius menjadi nilai tersendiri bagi sejumlah objek wisata di kota kelahiran Nabi Muhammad Saw ini.

Alhamdulillah pada kesempatan 26 Maret- 2 April kami serombongan dari Zidny Travel mengadakan perjalanan umrah. Pada kesempatan usai umrah, keesokan harinya kami mengadakan tur melihat, mengamati dan menginjakkan kaki didaerah dan bangunan bersejarah. Kota yang dipenuhi dengan bebatuan dan gunung-gunung batu, namun kota yang sangat di cintai Allah dan Rosulullah. Itulah mengapa ka’bah menjadi pusat peradaban umat Islam dan kiblat umat Islam diseluruh pelosok dunia.
Dengan dibimbing oleh seorang muthawwif yang berpengalaman. Sejak menaiki bus yang disupiri oleh warga Indonesia yang telah bekerja disana, kami disuguhi makanan ringan. Hanif, pria muda mahasisiwa Universitas Islam Madinah memimpin perjalanan kali ini, seiring bus kami melaju, mulutnya tak henti menunjukkan letak-letak strategis dan bersejarah perjuangan nabi dan perkembangannya sekarang.

MasjidAl-Haram
Tampak Masjidil Haram usai menunaikan sholat Jumat dengan ratusan ribu jammaah



saya dihalaman masjidil haram


“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” al- Imran, ayat 96.

Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. Ia merupakan bangunan yang dijadikan rujukan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.


Ini tempat wajib didatangi, terutama jamaah haji dan umroh, karena ada rukun haji dan umroh di sini –mengelilingi Ka’bah (thawaf) dan berlari-lari kecil (sa’i) antara bukit Shafa dan Marwah yang ada di kompleks majid.

Capture ka'bah menjelang sholat Isya dari lantai 3
Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter. Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”, kalau kita membaca ayat di atas, kita akan mengetahui bawah Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as meninggalkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim melangkahkan kakinya di Makkah.

Pada masa Nabi saw berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulallah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Banyak hal di luar ibadah yang bisa dinikmati (dikagumi) di dalam masjid yang bernilai sejarah, terutama Ka’bah,  Hajar Aswad (Batu Hitam, The Black Stone) yang “menempel” di Ka’bah, Maqam Ibrahim (jejak kaki Nabi Ibrahim a.s.), Hijr Ismail (lokasi rumah Nabi Ismail a.s. sekaligus tempat dimakamkannya sang ibunda, Siti Hajar), Sumur Zamzam,  Mizabe Rahmah (kanal air zamzam), Multazam (tempat doa diijabah),

Gua Hira Jabal Nur

Kami memang tidak diperkenankan turun dari atas bus, sepanjang perjalanan kami menikmati suasana dan membayang betapa keras perjuangan Nabi Muhammad mensyiarkan ajaran Islam.Gunung-gunung batu memenuhi sudut-sudut kota. Jika akan membangun rumah, hotel banyak terlihat bongkahan gunung-gunung yang sudah dicakar dan mendatar serupa tanah. Lalu mulailah membangun, maka tidak hayal jika harga tanah di Tanah Haram sangat mahal mengingat kondisi geografis yang seperti itu. Tanpa pepohonan dan sangat tandus.

Disebelah utara Masjidil Haram kurang lebih 6 km, terdapat sebuah gunung yang dikenal dengan nama Jabal Nur. Tinggi puncak Jabal Nur kira-kira 200 meter, di sekelilingnya terdapat sejumlah gunung, batu bukit dan jurang. Sekitar 5 meter dari puncak gunung, terdapat sebuah lubang kecil. Itulah yang disebut Gua Hira, di mana Nabi Muhammad Saw mendapat wahyu pertamanya.
Letak Gua Hira di belakang dua batu raksasa yang sangat dalam dan sempit. Panjang gua tersebut sekitar 3 meter dengan lebar sekitar 1.5 meter, dan ketinggian sekitar 2 meter setinggi orang berdiri. 

Dengan luas dimensi seperti itu, gua ini hanya cukup digunakan untuk shalat dua orang. Di bagian kanan gua terdapat teras dari batu yang hanya cukup digunakan untuk shalat dalam keadaan duduk dan terdapat lubang kecil yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Makkah.

Untuk menuju puncak gunung, seseorang rata-rata memerlukan waktu selama 1 jam bahkan lebih. Medannya cukup sulit karena tidak ada tangga. Para peziarah harus mendaki melewati batu-batu terjal. Jalan bertangga hanya ditemukan setelah tiga perempat perjalanan. Namun menjelang puncak gunung, medannya sedikit ringan, peziarah bisa mendaki dengan santai.

Begitu tiba di depan pintu gua, terdapat tulisan Arab ‘Ghor Hira’ dengan cat warna merah. Di atas tulisan itu terdapat tulisan dua ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping kiri tulisan tersebut.

Jabal Nur dan Gua Hira ini sangat penting dalam sejarah Islam karena di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama yaitu surat Al’Alaq dari ayat 1 sampai 5. Senin 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 M—menurut Ibnu Sa‘ad dalam Al-Thabaqat Al-Kubra—kala Muhammad tengah khusyuk bertafakur, ia menerima wahyu pertama yang disampaikan oleh Malaikat Jibril.
“Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq: 1-5).

Saat itu pula Nabi Muhammad SAW resmi dilantik sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Saat menerima penobatan sebagai Nabi, usia Nabi Muhammad SAW sekitar 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut kalender Qamariyah

Dengan kondisi seperti itu, Gua Hira merupakan tempat yang ideal di Makkah bagi Nabi Muhammad SAW untuk bertahannuts. Suasananya tenang, dan jauh dari keriuhan kota Makkah kala itu. Dan tentu saja, Nabi Muhammad SAW telah mempertimbangkan dengan matang pemilihan gua ini sebagai tempatnya ‘mencari’ Tuhan.

Beliau juga telah memperbincangkan tempat itu dengan istrinya, Khadijah binti Khuwailid. Oleh sebab itu, terkadang di malam yang pekat, Khadijah beberapa kali mengunjungi Muhammad. Dapat dibayangkan bagaimana beratnya medan yang ditempuh Khadijah Al-Kubra saat itu, ketika mengunjungi suaminya di Gua Hira.

Bagi sebagian kaum Muslimin, perjalanan ibadah haji bukan hanya sekedar menyempurnakan prosesi atau ritual sebagaimana diwajibkan atau disunnahkan syariat, tapi juga sebuah wisata religius. Salah satunya adalah dengan melakukan ziarah. Dan salah satu tempat ziarah yang paling diburu para jamaah haji atau mereka yang berumrah adalah Gua Hira yang terletak di Jabal Nur (Gunung Cahaya).

Gua Tsur – Jabal Tsur

Barulah dibawah kaki gunung Tsur kami diperkenankan untuk turun. Kebanyakan dari rombongan adalah ibu dan bapak yang lebih dari pauh baya usianya. Jika pun aku memaksa sungguh aku egois. Kesempatan 10 menit berada di kaki gunung itu, kami gunakan untuk berfoto alias mengabadikan moment tersebut.

Berikut sejarah dan pengetahuan yang diuaraikan muthawif selama perjalanan menuju destinasi gunung Tsur.

Aku dibalik bukit jabal Tsur


Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak 5 km dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.

Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur. Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah saw dan sahabatnya, Abu Bakar ra. Rasulullah saw dan Abu Bakar ra bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.

Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah saw berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad saw menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah saw

Dalam kondisi terdesak, Rasulullah saw dan Abu Bakar ra memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah saw dan Abu Bakar ra berlindung selama 3 hari 3 malam.

Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.

Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.

Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah saw dan Abu Bakar ra di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ”Bila kamu tidak mau menolong Rasul SAW, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.Ketika keduanya berada dalam gua, Rasulullah saw berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.

Jabal Rahmah

Dibawah bukit Jabal Rahmah kami diperkenankan kepelataran yang sangat luas. Banyak para ziarah yang menaiki, karena tak terlelu tinggi. Banyak dari mereka yang ingin mengabadikan nama dan pasangannya agar berjodoh, padahal menurut muthawif tidak ada ketentuan untuk berdoa di tempat pertemuan Adam dan Hawa tsb.

Pose yang ga mainstream di balik Jabal rahmah

Penciptaan Adam dan hawa menjadi sejarah nyata bagi kehidupan seluruh umat di dunia. Jejak-jejak keberadaan dua makhluk pertama di dunia ini dapat kita jumpai di beberapa tempat. Salah satunya di Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Mekkah Arab Saudi. Sesuai dengan namanya, jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Sesuai dengan namanya, bukit ini di yakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari syurga oleh Allah selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang.

Konon berdasarkan cerita ahli sejarah, Nabi Adam diturunkan di negeri India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah mereka dipertemukan di bukit ini.
Setelah pertemuan ini, Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunanya sampai sekarang.

Untuk menuju puncak tempat ini, kita bisa menempuhnya sekitar 15 menit dari dasar bukit. Bukit batu ini berada pada ketinggian kurang lebih enam puluh lima meter yang puncaknya menjulang. Di bukit ini terdapat sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1, 8 meter dan tingginya 8 meter. Menuju puncak bukit ini pemerintah setempat telah membangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menikmatinya. Infrastruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 undakan menuju puncak tugu.

Dari bukit ini kita bisa menyaksikan hamparan padang Arafah yang setiap tahunnya dipadati oleh jamaah dari seluruh penjuru dunia ketika musim haji tiba. Juga dapat menyaksikan matahari yang terbit atau juga sinar jingga yang mengiringi saat menjelang terbenamnya matahari.

Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam QS Al-Maidah (5) : 3, “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu. …..
Turunnya ayat ini membuat para sahabat bersedih, sebab mereka merasa akan kehilangan Rasulullah dan tak berapa lama kemudian, Rasulullah dipanggil menghadap oleh Allah SWT.

Jironah

Diakhir destinasi wisata, kami menyempatkan singgah di Ji’ronah. Disana terdapat masjid yang tidak besar tapi banyak pengunjung melakukan tahiyatul masjid. Ini adalah tempat bersejarah, dimana disini adalah miqat nabi Muhammad saat akan memulai umrah.

Ji’ronah adalah nama sebuah perkampungan Wadi Saraf. Masjid Ji’ronah digunakan penduduk Makkah sebagai tempat miqat untuk umroh. Masjid ini terletak di bagian timur laut dari kota Makkah dan jauhnya 22 KM dari Masjidil Haram. Luasnya mencapai 1.600 M2 dan masjidnya bisa menampung hingga 1.000 jama’ah shalat.
Masjid Jironah

Karena Ji’ronah merupakan tanda batas haram maka di masjid inilah menjadi tempat miqat, dimana harus memakai pakaian ihram dan berniat ihram sebagai syarat memasuki tanah suci Mekkah. Dari sinilah Rasulallah saw berihram untuk melakukan umrohnya yang ke tiga kalinya. Ji’ronah merupakan tempat miqat umroh yang paling afdhal bagi penduduk Makkah, juga merupakan miqat paling tinggi derajatnya dibanding miqat yang lain. Ini menurut kebanyakan pendapat para ulama. Rasulallah saw sendiri melakukan umroh dari Ji’ronah. Beliau bermukim di sana selama 13 hari dan berihram dari sana.

Ibdu Abbas meriwayatkan bahwa bahwa Rasulallah saw melakukan umroh selama hidupnya sebanyak 4 kali, pertama umroh Hudaibiyah, kedua umroh Qadha’, ketiga umroh yang dilakukanya dari Ji’ronah sepulangnya dari perang Hunain, keempat umroh pada saat melakukan Haji wada’.

Dikampung ini terdapat beberapa tempat ziarah, salah satunya sebuah Masjid dan Sumur Bir Thoflah (sumur yang airnya dikenal memiliki rasa tersendiri). Menurut riwayatnya sumur ini dahulunya terdapat salah satu mukjizat Rasulullah SAW saat kehabisan air usai perang Hunain. Rasulullah SAW bersama para pejuang Islam berhenti untuk membagi-bagikan hasil kemenangan. Karena persediaan air habis dan disana tidak ada sumur, Rasulallah saw memukulkan tongkatnya lalu keluarlah air. Air ini sering dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan tidak pernah kering (*)

Dari berbagai sumber 

Tuesday, 28 April 2015

Kepak-kepak Merpati di Tanah Suci

                                              Kepak-kepak  Merpati di Tanah Suci

            Ihwal yang membahagiakan perjumpaanku menjadi tamu Allah, tapi yang menghiburku salah satunya adanya keberadaan merpati yang menghiasi sisi jalan sepanjang jalan dari hotel hingga Masjidil Haram. Menjadi pemandangan tersendiri saat merpati itu menari-nari lincah dijalanan, di dekat kedai kopi, di depan pertokoan, di pelataran masjid  dan dimana saja. Ada pula burung cantik itu terbang rendah dan berinteraksi dengan  jamaah
 
foto ini saya ambil dari internet, Merpati beterbangan tepat di halaman masjidil Haram
            Sebagian penulis sejarah Arab menduga bahwa merpati yang berada di sekitar Baitullah, Mekkah dan Madinah adalah keturunan sepasang merpati yang dulu membangun sarangnya di depan gua Tsur, tempat Rasulullah SAW dan Abu Bakar Sidiq bersembunyi dari kejaran orang-orang Quraisy saat akan hijrah ke Yasrib (sekarang Madinah Al Munawarah). Pada saat itulah dipintu gua bersarang laba-laba dan pada saat yang sama ada pula burung merpati yang  sedang bertelur. Karena melihat pintu gua ditutup laba-laba dan ada merpati yang bertelur, maka kaum Quraisy memastikan tidak mungkin seseorang bisa bersembunyi didalam gua. Akhirnya Rasulullah dan Abu Bakar berhasil lolos dari pegejaran.

            Barangkali karena hal itu, merpati menjadi kekasih seluruh penduduk Makkah hingga saat ini. Pantang bagi mereka untuk menyembelih merpati-merpati itu. Para mukminin atau warga Indonesia banyak yang mengingatkan jangan sekali-kali mengganggu, menendang atau bahkan menangkap merpati -merpati tersebut. Katanya, akan berakibat buruk bagi yang mengganggu.

            Sebenarnya aku tidak berniat mengganggu keberadaan mereka. Aku juga tidak memberanikan diri menggusar keberadaan mereka yang sedang bergerombolan mematuki makanan. Lebih sering aku melihat ketika makan di pagi hari dan menjelang sore. Jauh sebelum adzan dhuhur berkumandang, aku beserta teman-teman berkelompok untuk berangkat sholat. Sebelum pintu-pintu besi bermotif cantik itu dijaga ketat polisi dan dilarang masuk, karena tidak mampu memuat jamaah. Di tengah perjalanan disitulah aku iseng tergelitik untuk membubarkan keberadaan merpati yang tidak sedang mematuki makanab. Aku berlari keliling, melebarkan tangan dengan hentakan kaki yang kuat tanpa menginjak burung-burung itu, merpati-merpati bubar memencar melebarkan sayap. Kepak-kepak sayapnya mengibaskan angin mengena dibadanku. Merpati itu berhamburan terbang rendah  disekitar tubuhku. Aku masih saja yang mengitari sepanjang merpati itu berkelompok. Hahaha aku mengumbar tawa  renyah. Sementara teman-temanku ikut tersenyum lebar menertawakan tingkahku yang kekanak-kanakan, seperti mendapatkan hiburan. Dan tak lama mereka bergerombol kembali dipelataran persimpangan jalan di depan pertokoan. Untungnya selama berada di Tanah Haram aku tidak kena kotoran burung. Tetapi ada temanku yang kejatuhan kotoran diatas mukenanya  saat menunggu sholat tiba di Masjidil Haram


            Menurut sebagian orang juga merpati-merpati yang berada di sekitar Mekkah memiliki ciri yang berbeda dari merpati-merpati pada umumnya. Warna abu-abu muda menghias punggung  dan diujung-ujung sayap dan ekor warna abu-abu tua. Bulu dibagian sayap dihiasi dengan dua garis yang melintang mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan. Sedang didaerah tengkuk warna gradasi abu-abu tua bercampur hijau tosca yang mengkilap, unik memang.
Liha dengan seksama merpati ini 


            Langit Jazirah Arab terkenal dengan beragam burung pemangsa seperti elang dan alap-alap. Merpati adalah mangsa empuk bagi elang . Namun anehnya, tak seekor burung elangpun aku lihat berputar-putar mengincar sebagai mangsanya.

            Umumnya merpati-merpati itu bersarang di lubang-lubang angin dan bagian-bagian dinding yamg berlubang. Merpati  yang anggun itu banyak mendapat makanan dari para masyarakat sekitar seperti roti. Namun ada pula pedagang asal Afrika dan anak-anak yang menjual makanan merpati yang dijajakan kepada jamaah umrah. Dengan jumlah merpati yang ratusan sepertinya kurang mencukupi kebutuhan perut merpati. Begituan dengan kotoran mereka. Bagaimana bisa kota Mekkah dan sekitarnya bisa tetap dalam keadaan bersih meski diserbu ratusan kerumunan merpati. Tapi lebih banyak sisa-sisa makanan yang berceceran, bukan dari kotoran dari burung itu sendiri. Agaknya tak seorangpun menjawabnya kecuali mengembalikan segalanya hanya kepada Allah SWT.


Sunday, 19 April 2015

Wisata Kuliner Baso Rusuk & Es Teler


                                                               Baso Rusuk & Es Teler yang Meleleh Dlilidah

         Di terik siang yang menyengat, masih diluputi rasa penasaran dengan istilah bundaran empat. Lepas menikmati Worl of wonder rasa ingin tahu menjajaki daerah Citra Raya ini semakin menggebu. Kawasan perumahan yang difasilitasi dengan kawasan wisata rekreasi, edukasi, belanja, niaga dan olahraga ini sangat luas. Daerah yang di sambut dipintu utama dengan patung kuda gagah perkasa.
Penampakan Warung Solo Baso Rusuk Citra Raya

        Jejeran ruko niaga yang berhadapan dengan City Market jadi tujuan selanjutnya.City market merupakan bangunan pasar bersih yang berada di dalam ruko dengan bangunan yang tertata rapi. Jadi para pedagang tidak ada yang muntah dijalanan. Mereka berdagang dikelompokkan  sesuai jenis barang yang dijual. Ditiap sudut atas terdapat visual jenis barang dan ada pengarah jalan. Maka dari itu City Market menjadi pasar percontohan yang bagus, tidak bau, bersih dan tertata rapi.

      Warung Solo yang menjual baso rusuk dan esteler di ruko Melia X01/44R Citra raya, menarik langkah kami untuk mencoba menikmatinya. Tak hanya baso, makanan yang lain khas Solo pundisediakan seperti lontong opor ayam kampung, lontong opor telur, soto ayam kampung, bakmie godok, serta aneka kue tradisional Solo, seprti arem-arem, sosis solo, risol Solo, Onde-onde dan kue-kue tradisional dari berbagai daerah yang lainnya.

         Sajian baso rusuk dengan mie campur sudah diantar pramusaji  diatas meja kayu jati hitam. Tak sabar rasa segera menyicipinya. seruuuuupuuut  dan benar saja kuah yang masih panas itu tak sanggup melepuhkan lidah. Seperti musuh yang terus mengajakku bertempur untuk menghabiskannya. Rasa segarnya mampu meredakan dan melegakan tenggorokanku yang sedang terserang batuk. Padahal belum aku bubuhi tambahan sambel, kecap atau saus. Agar lebih mantab aku tambahi dua sendok sambal supaya makin nikmat. Daging rusuknya sangat empuk, bumbunya meresap dan serat-serat dagingnya tidak membuat selilit digigi.
Baso rusuk dengan rasa yang segar dan bikin ketagihan

          Menghajar semangkok baso dengan rasa yang membuat jatuh cinta itu sampai sekarang tak terlupakan. Dengan harga Rp. 15.000 permangkok sangat terjangkau dikantong. Sesudah itu sajian es teler menggugah selera, kami nikmati dengan senyum hangat. Cuaca yang panas sangat cocok dengan menyendoki es teler yang berisi kelapa muda, mutiara, apel, nanas, alpukat dan serut es memadat dengan rumput laut nendang dilidah, rasa susunya juga pas. Es teler yang senimat itu hanya diharga Rp.9000 permangkok yang bergagang itu.


          Perjalanan 12 April 2015 tidak membuahkan kekecewaan sedikitpun. Kejujuran para supir angkot , menjadi ucapan syukur tersendiri. Mengingat kadang perjalanan di Serang kerap menjumpai supir yang arogan dan pemarah. Ohya bunderan empat perlahan kami mengerti.  Ternyata bunderan empat adalah tempat sekarang aku jajaki waktu itu. Begini, dari gerbang utama hingga ujung kawasan terdapat 4 bundaran dan ditiap bundaran terdapat patung-patung yang berbeda. Dan ruko baso rusuk dan City market berada di Bunderan empat. 
Inilah penampakan bunderan empat

World of Wonder Citra raya



                                                             Keliling DuniaTanpa Pesawat

                Kini muslimah backpacker tak seheboh saat perjalanan kemarin. Para anggota sibuk ditengah aktifitasnya yang padat, banyak diantaranya sedang menyusun tugas akhir dibangku kuliah. Meski demikian kami (Afida dan Iis) siap eksis dan menikmati suasana dengan menyusuri Citra Raya. Dengan modal meraba di kota yang baru diinjak, kami selalu waspada dan banyak bertanya. Beruntung di sisi jalan kami bertemu  dengan orang yang menuntun dijalan sesuai tujuan. Begitu pula supir angkot tanpa marah dan jujur dalam memberikan tarif angkot meski kami awam ditempat yang baru.
aku dan Iis dibunderan pertama
                Dari sekian banyak miniatur World of Wonder yang ada di dunia, salah satunya ada di Indonesia. Tepatnya berada di komplek perumahan Citra Raya Cikupa Tangerang. Citra Raya merupakan perumahan yang dibangun oleh Ciputra Grup. Selain theme park World of Wonder Citra Raya juga membangun Citra Raya water World sebagai sarana permainan air. Wisata yang baru diresmikan pada 10 Juni 2012. Saat kami mengunjungi belum terlalu ramai pengunjung.
di depan gerbang keluar World of wonder

                Worl of Wonder (WOW)  merupakan wahana hiburan dan pendidikan keluarga.Bangunan yang dibangun dengan menelan biaya sekitar 1 triliun dengan luas 12,3 hektar yang mampu menampung 6000 orang. Dalam area WOW terdapat 7 kejaiban dunia seperti : Stonehenge, Coloseum, Spinx Agung, Tembok Raksasa Cina, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Piramida Mesir dan Menara miring Pisa Roma. Dan pada tahun 2014 ada penambahan wahana baru yang sangat bagus sebagai wahana edukasi buat anak-anak, seperti : Science center, jungle safari, water outbond, kids kingdim (indoor play ground), taman lalu lintas, istana pasir, aula kapasitas (1000 orang), galeri ilusi, dino hunter dan museum satwa.
spink Mesir

Candi Prambanan

candi Borobudur

Colosum

                Terdapat 17 permainan  dalam area WOW dintaranya yaitu mobile gladiator, boskop 3D, gasing alexandria, rumah angker, taman lampion, kuda ria, Puntar-puntir, Kebat-kebit, Ayunan Kaisar, Kincir Jurrasic, Kereta Minoan, Perahu liberty, perahu tembok, sepeda layang, paralayang, katak kejut dan keliling dunia.



                Untuk tiket masuk lumayan murah Rp.20.000/orang untuk reguler, sedang Rp.25.000/untuk akhir pekan,  tetapi jika ingin menaiki wahana harus membeli tiket kembali pada tiap permainan yang ingin dinaiki. Sedang HTM terusan reguler dalam arti bisa menaiki pada setiap wahana Rp.55.0000/orang dan Rp.65.000 untuk akhir pekan.  Bagi anda yang ingi melakukan foto pre wedding ada tarif sendiri dan harus mengikuti prosedur.

pengumuman bagi yang akan foto pre wedding