Wednesday, 24 January 2018

Gendongan Snobby Nyaman Dan Aman

   Gendongan Snobby Nyaman Dan Aman


Sesuai dengan jargon produk Snobby, Pilihan papah idola mamah. Sebelum magrib tiba di kontrakan, suamiku menenteng plastik hitam. Dan Taaraaa gendongan baru. "Koq, Papah beli lagi? Kan di rumah mbah udah punya" aku memprotes. "Ini beda, Mah. Lebih nyaman dan nyaman. Gak bikin mamah cepet cape kalau gendong Mika" jawabnya sambil membuka gendongan. "Lebih mahal yang mana, pah?" , "yang di rumahlah, makanya beli" jawab suami sambil menyeringai. Saat membeli gendongan Snobby ini, usia Mika baru 7 bulan.
Packaging portable

Pelan-pelan suami memperagakan cara memakai gendongan tsb. Sesuai petunjuk ada 6 multi fungsi. Bertumpu pada pinggang dengan sabuk yang kuat tidak membuat cepat pegal dipundak dan punggung, seperti gendongan pada umumnya yang hanya berfungsi gendong menyamping dan bertumpu pada pundak. Prinsip kerja seperti ini mengingatkan kami pada tas carier yang biasa buat naik gunung, yang memiliki perekat atau sabuk dipinggang. Pengalaman sering naik gunung membuat pelajaran bagaimama membawa barang berat tapi tetap ringan dan tidak membuat cepat lelah.

Detail produk dari Gendongan hipseat 6 posisi variasi saku line series Merah. Gendongan Snobby Hiprest baru dirancang khusus bermulti fungsi dengan sabuk/perekat yang kuat serta praktis, terdapat dudukan styrofoam,  memiliki bahan berpori yg berguna sebagai ventilasi udara agar bayi merasa sejuk dan nyaman. Saat Mika tidak tidur kami menggendongnya menghadap keluar, namun jika Mika bobo, menggendongnya menghadap ke dalam.




Penyangga badan dapat dilepas sesuai kebutuhan. Benar saja, waktu kami jalan-jalan ke Monas dan ke Bogor. Kami saling bergantian menggendong Mika yang usianya 9 bulan, kami tidak akan merasakan sakit punggung atau pun sakit di pergelangan tangan untuk jangka waktu gendong yang cukup lama. Gendongan di pasang di posisi pertengahan tubuh yang memberikan keseimbangan dalam menahan berat anak. menyeimbangkan beban tubuh anak, sehingga terhindar dari resiko jatuh saat digendong.

Untuk pemakaian juga tidak ribet. Di pasangkan ke pinggang kemudian lekatkan velcro dan pasangkan sabuk. Tidak ribet seperti gendongan pada umumnya. Sangat praktis dan ideal dipergunakan sehari-hari baik dirumah maupun bepergian jarak jauh. sangat dianjurkan oleh osteopaths, physiotherapist dan ahli kesehatan.
Gendongan ini 6 posisi :

1. Posisi menghadap luar
2. Posisi duduk menghadap dalam memakai hood
3. Posisi gendong belakang
4. Posisi hipseat duduk menghadap luar diatas dudukan styrofoam
5. Posisi duduk menghadap langsung
6. Posisi gendong belakang memakai hood/sandaran kepala
Mika digendong depan sama papah

Gendongan ini juga cocok buat hadiah untuk teman dan saudara yang mempunyai bayi. Bisa dipakai untuk anak berumur 6 bulan - 3 tahun. Tersedia dalam 2 warna, yaitu merah-abu dan kuning-biru navy  kami memiliki yang warna merah-abu-abu. Selendang kain untuk gendong atau gendongan instan menyamping sedari bayi merah, aku sebagai mama baru diajari menggendong secara konvensional. Dan sejaj kami memiliki gendongan snobby, suami lebih sering gendong Mika lebih lama, jika dibanding dulu diberi selendang, ia lebih memilih menggendong dengan tangan kosong. Aku sangat bahagia melihatnya, hingga ia melupakan kakinya yang pernah kecelakaan hingga ia cepat kelelahan. Terkadang juga hanya dengan menggunakan hipseat dengan didudukkan distyrofoam Mika diajak jalan-jalan yang tak jauh dari tempat tinggal.

Tuesday, 23 January 2018

Alasan Membangun Cinta Motor Tua

Alasan Membangun Cinta Motor Tua

Motor vespa dan Gl


Hampir sama seperti memiliki vespa yang sudah ada dimiliki suami. Berawal dari keresahan borosnya biaya ongkos pulang pergi kerja yang jika dihitung-hitung dalam sebulan cukup merogoh kocek. Sementara dana minim bila harus memiliki motor matik kekinian. Dan tidak ada sedikit pun niat untuk membeli secara kredit, khawatir ada unsur riba. Kemudian, menjatuhkan pilihan untuk membeli sepeda. Mengingat jarak tempuh sesungguhnya tidak terlalu jauh, sebab aturan yang harus jalan yang berputar sebelum ke tempat kerja membuat perjalanan makin jauh. Kaki yang sudah bermasalah semenjak kecelakaan bermain bola dan bisa jadi juga faktor usia jadi berpikir ulang. Dengan melihat yang ada dan kembali memikirkan masak-masak suamiku mengurungkan niat itu.

Ini tidak ada maksud ikut-ikutan Presiden Joko Widodo yang belum lama ini membeli sepeda motor modifikasi Royal Enfield Bullet 350cc. Hahaha tentu ini jauh dari harga motor tua yang aku bahas. Memilih motor tua saja semua orang menggemarinya termasuk urusan percaya diri. Sewaktu membonceng dengannya juga ikut mengurai senyum lebar. Ingat saat di atas aspal, lihat ksnan kiri zaman now motor makin melebar dan berbadan gendut. Motor GLPro milik suami malah ceking sendiri. Selama masih dijalur yang pisitif dan lurus, sebagai istri mendukung. Dari pilihannya sama motor tua saja sudah memperlihatkan kalau dia lelaki yang punya selera dan prinsip. Baginya ikut-ikutan trend itu mencerminkan jiwa yang mudah terombang-ambing. Dia lebih memilih mengikuti seleranya sendiri meskipun tidak populer dan mengabaikan komentar orang soal seleranya. Kalau masalah di jalanan, jelas motor tuanya yang sering mencuri perhatian para pengguna jalan.

Body motor yang pantasnya dipakai bapak-bapak tak ia hirau kan. Motor usia 20 ini lebih muda dibanding vespa yang di rumah, sudah mendekati kepala 4. Motor Honda 144CC keluaran 90an ini seangkatan dengan motor yang di pakai dalam film Dilan. Keduanya butuh perhatian dan penanganan khusus soal mesin. Terutama jika sedang ngambek, selama masih bisa ditangani sendiri, terkadang terpecahkan. Namun tak jarang juga harus dilarikan ke bengkel dan membeli onderdil baru. Yang membuat kesal sebagai istri kadang harga untuk memoles motor tua agar terlihat lebih menarik. Sayangnya, hanya senyum tawar jawabanya.

Sama-sama sabar, sabar ketika menghadapi mesin trouble untuk suami dan sabar untukku sebab perhatiannya kadang lebih condong dengan tunggangannya itu. Tapi, masih patut disyukuri bila suami menggemari memang karena kebutuhan dan bukan menghambur-hamburkan uang. "Kalau pun mungkin ada kebutuhan mendesak bisa dijual lagi, itung-itung buat investasi, mah" ujarnya.


Tanpa rasa percaya diri, membiarkan apa kata orang dan terbiasa menyederhanakan pikiran dan pilihan motor tua itu tidak akan dipilih. Motor keluaran Honda yang punya bokong kotak dan berbadan ramping.  Dulu honda ini adalah motor favorit para bapak bapak. Karena yang menggunakan dahulu kala adalah dari kalangan bapak-bapak. karena anak muda masih gengsi menggunakan motor ini. Anak muda menggunakan motor bebek, tidak jauh seperti kebanyakan zaman now.


Jadi, bisa disimpulkan mengapa perlu membiarkan lelaki bermotor tua
1. Menyederhanakan pikiran, pengeluaran
Ketika hati dan pikiran dilanda keinginan, seakan menjadi sumber penderitaan. Menyederhanakan pikiran dalam menentukan pilihan menjadi alternatif yang menenangkan. Memilih motor tua sesuai dengan kantong, kebutuhan dan kontan tanpa dibebani cicilan.
2.Masih dijalur yang positif karena bagian dari kebutuhan, bukan gaya hidup pemborosan
Maraknya pelakor saat ini, membuat para istri sedikit ketar-ketir. Dijalan yang membiarkan lelakinya menunggangi mesin tua salah satunya. Sebab, bermain dengan motor tua bisa menyalurkan hobi, membuat kesibukan baru ketimbang tergoda wanita baru, aih :-(
3. Memiliki prisip
  Pemilih motor tua sudah tentu memiliki ketetapan hati yang mantap. Yang tahu betul akan resiko dan bertanggung jawab dengan pilihannya. Membuang jauh gengsi atau ikut-ikutan trend.
4. Percaya diri
  Tanpa rasa percaya diri yang besar seseorang tidak akan membawa diri dengan nyaman. Salah   satunya dengan apa yang dikenakan atau dibawa. Ketika seseorang memilih barang serba terbaru fres from the open, ini malah menggunakan barang lawas. Memakai barang lawas akan terlihat identitas dan karakternya sebagai pengguna.
5.Sabar
Tidak seperti motor baru keluaran pabrik yang semua serba gres, motor tua seiring dengan usianya mesin pun ikut menurun performanya. Disinilah pengguna motor dituntut sabar dalam menghadapi mogok atau mesin rusak. Selain itu, pengguna juga terlatih untuk memperbaiki kerusaksn itu.
6. Menghindari riba
Hari gini membeli apasih yang tidak kredit? Hampir semua barang bisa dibeli secara dicicil, tentu ini sering berujung bunga atau riba. Motor tua dengan harga lebih murah dengan motor baru, membeli secara kontan lebih mudah dan ringan.

Friday, 19 January 2018

Surat Untuk Gubernur

                                    Kampung Rawa, 20 Januari 2018


YTH, Bpk Gubernur Anies Baswedan

Assalamualaykum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Tanpa mengurangi rasa hormat saya,
Saya adalah ibu rumah tangga yang sedang dirundung gelisah akan rencana pembongkaran TPS (Tempat Penampungan Sementara) Proyek Pasar Senen Blok III. Berdasar informasi yang diterima 26 Januari untuk mengosongkan kios, dan tanggal 29 Januari pemadaman listrik. Ini pertanda pemadaman pendapatan, mengingat suami mencari nafkah membuka usaha sablon di tempat tsb. Sayang, hingga saat ini belum mampu untuk menyewa kios di Blok III dengan bangunan baru yang harga sewanya 30 juta pertahun. Uang sebesar itu kami tidak mampu. Bangunan baru yang berpendingin juga membuat para pengusaha sablon tidak bisa bekerja. Suami dan teman-teman biasa bergulat dengan cat, air yang bisa membuat kotor dan berwarna.

Kami juga bukan asli warga ibu kota, perantau yang mencoba keberuntungan di ibu kota. Boro-boro kami bisa membeli rusun yang konon DP 0%, hidup dikontrakan sepetak bertembok dinding saja sudah alhamdulillah. Penghasilan kami tak bisa ditebak, namanya orang dagang kadang banyak, kadang sedikit, namun tetap disyukuri. Kami juga bukan tipe warga yang menyerah pada keadaan, kami tidak mengemis, bukan penghuni kolong jembatan atau gelandangan yang sering kami temui di jalanan.

Pak Gubernur yang Terhormat,
Semoga kegelisahan saya dan para istri pengusaha sablon segera mendapat pencerahan. Ada tempat yang disediakan, dan dengan sewa ruko yang tidak mencekik leher. Kami pengusaha kecil, yang mencari keuntungan tidak seberapa dibanding perusahaan percetakan besar. Konon, tukang becak saja kembali perbolehkan beroperasi lagi, bagaimana kami yang beraktifitas tidak mengganggu dan menghalangi sesiapun dihalang-halangi?. Para penyablon ini juga sebagai indikasi menjelang pesta politik. Tidakkah ingin menghidupkannya, pak?

Tanpa menghormati rasa hormat saya, semoga kegelisahan kami bisa terurai dan terjawab. Kami percaya bapak Gubernur yang bijak mampu mengatasi masalah ini.

Mohon maaf jika ada kesalahan,
Wassalamualaykum Warohmatullohi wabatokatuh


Hormat saya,
Af'idatun Nasikhah

Informasi tentang TPS dan gedung baru blok III

Sunday, 14 January 2018

Mau Kemana Arah Reuni?

Mau Kemana Arah Reuni?



Beberapa bulan menjelang Syawal biasanya akan ada acara, sedari sekarang deretan rencana itu mulai terprogram. Salah satunya acara reuni di kampung halaman, baik teman SD, SMP atau SMA. Selain menabung untuk baju lebaran dan isi amplop untuk berbagi hehe. Sosial media yang mempermudah menyatukan kembali jalinan persahabatan itu, baik melalui facebook, instagram, twitter, line dsb kemudian berbagi nomor yang tergabung dalam grup. Serpihan kenangan dan rindu kini mulai terpupuk dan subur kembali.


Bertemu dengan sahabat-sahabat lama bagi sebagian besar orang adalah kesenangan. Adapula sebagian kecil memilih untuk menghindari. Terlepas dari sifat introvert yang memilih untuk menyendiri dan lebih asyik mengurung diri. Ada pula hal lain yang lain, seperti mungkin yang belum memaafkan atas peristiwa masa lalu. Minder, atau membesarkan rasa malu yang berdasar prasangka negatif, itu juga bisa jadi.

Lantas, mau dibawa kemana arah reuni, semacam hura-hura atau menggelar amal bakti atau menggelar pengajian mengundang ustadz sambil muhasabah. Yang perlu diperhatikan dan dijaga adalah menjaga lisan. Munculnya istilah baper mengingatkan kita bahwa ada hati, telinga yang harus dijaga. Dalam sebuah penelitian disebutkan wanita dalam sehari berbicara minimal 20000 kata. Bayangkan, jika tidak dikontrol dan menyerocos sesuka hati. Tidak hanya wanita, etika bercanda pun baiknya tidak membawa hal yang sensitif seperti SARA. Namun yang sering, saat kita bertemu sahabat lama, tidak jauh dari candaan yang mengolok-olok, membully, membawa nama orang tua dan menyebar aib.


REUNI, temu kangen apalah namanya cukup dengan spirit DAKU KEKET alias DAtang-KUmpul-KEnang-KETawa.

DATANG, selalu datang saat ada undangan pertemuan. Karena pertemanan akan bisa langgeng bukan hanya untuk “merasa menjadi bagian” tapi butuh untuk “datang” ke dalam bagian.

KUMPUL, berkumpul, menjadi SATU, menjadi KITA bukan aku atau kamu. Selalu kompak dan saling mengerti. Karena “kumpul” kita akan menjadi kokoh dan solid. Jika tidak, maka kita akan tercerai berai.

KENANG, mengenang saat indah waktu sekolah, waktu di kampus karena itu menyehatkan. Mengenang masa yang lalu adalah sebab kita menjadi sekarang, kenanglah yang lalu asal kita tak tenggelam pada masa lalu.

KETAWA, bangkitkan ruang gembira pada diri kita. Ketawa dan tertawalah tentang masa lalu kamu, masa lalu kita yang culun, sok innocent. Dan ingat, KETAWA di zaman sekarang sulit padahal menyehatkan. Kesibukan kerja, stress atau keseharian masing-masing makin membuat kita susah tertawa. Maka, KETAWA-lah karena itu penting.

Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi acuan, agar reuni kita sehat dan positif. Bukan malah sebaliknya. Apa aja manfaat reuni:

1. Menjalin kembali tali silaturahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.

2. Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.

3. Memperpanjang usia, karena kita bisa mengurangi stress atau depresi. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinan meninggalnya berkurang 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Dan ingat soal umur, penentunya bukan kita tapi Allah, kita hanya ikhtiar aja.

4. Bekerjasama untuk amal, karena menjadi tujuan yang sangat positif dari pertemanan. Amal dan berbuat untuk sesame inilah tujuan utam reuni atau temu kangen, dimanapun dan kapanpun. Sejauh amal ini belum dilakukan, maka reuni dan temu kangen agak sulit berkembang. Karena reuni, bukan sekedar kumpul lalu bubar.

5.Menjadi ajang pamer keberhasilan
Reuni dapat menjadi ajang pengukuhan eksistensi diri bagi mereka yang dulunya mungkin tidak terlalu menonjol atau tidak dianggap namun sekarang justru menjadi seorang yang berhasil. Namun dalam hal ini, keberhasilan tersebut hendaknya disampaikan dengan cara yang tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi yang lain, dan bukan sebaliknya, malah menjadi ajang pamer hingga membuat peserta reuni yang kurang bernasib baik merasa minder dan terkucil.

6.Momen membangkitkan kenangan
Salah satu hal yang kerap terjadi pada saat reuni adalah membangkitkan lagi kenangan lama, terutama kenangan yang manis dan berkesan. Hal ini juga hendaknya disikapi dengan hati-hati, terutama jika masing-masing telah berumah tangga. Hati dan pandangan harus tetap dijaga. Jangan sampai, momen mengembalikan kenangan ini justru membangkitkan lagi getaran lama yang pernah ada terhadap seseorang di masa lalu dan bertemu kembali pada momen reuni.

7.Menjadi pasar baru dibisnis yang sedang dirintis
Tidak salah jika saat bertemu sahabat berujung-ujung promosi, menyodorkan katalog atau berbagi bisnis. Yang kemudian dilain hari saling membutuhkan dan bertukar. Biasanya kalau sesama sahabat ada potongan harga sendiri. Ada juga yang sengaja menjual produk MLM dengan harga miring hanya karena mengehar poin, kalau demi sahabat direlain harga murah.

Arah dan tujuan kembali dimusyawarahkan tentunya. Mengingatkan terus untuk istiqomah di jalan yang lurus juga penting, tidak meninggalkan sholat dan mencari nafkah dijalan halal lagi berkah. Minimal tak hanya bertemu tapi ada nilai dakwah. Semoga persahabatan tak hanya di dunia, semoga sampai surga.

Saturday, 13 January 2018

Berlindung Dari Kedzaliman Tetangga

Berlindung Dari Kedzaliman Tetangga



Untuk ke sekian kali berganti tetangga, kebutuhan wajib bagi kami yang belum punya rumah.Mengontrak kamar sepetak di ibu kota tak semurah harga di kontrakan yang di pinggiran kota. 550 ribu perbulan dengan biaya listrik sendiri dan kamar mandi di luar untuk berjamaah. Jangan ditanya soal dapur, bisa tidur di tempat yang bersih sudah sangat-sangat bersyukur.

Kumandang adzan shubuh baru saja usai. Aku beranjak ke kamar mandi, dan kutemui plastik klip ukuran terkecil terapung diatas kloset. Sedikit curiga itu mematuki isi kepalaku. Ini yang pernah kulihat. Sebelumnya, ibu kos semalam mengungkapkan kegelisahanya tentang karakter penghuni baru dengan logat betawi nyablak kental, yang dicurigai mengkonsumsi barang haram. Kami yang tinggal disebelahnya percis merasakan ketidak nyamanan yang sangat. Dari tengah malam hingga pagi hari tetangga baru itu bertengkar, ada bunyi gaduh, kaki yang menjejak-jejak, tangis yang tersedu sedan, kata-kata kotor dan yang mengiris hati adalah suara tangis bocah yang pecah. "Ayah jahat mukulin mamah". Hati wanita yang tidak meleleh dengar kalimat tsb, terlebih aku sedang mengandung usia 4 minggu, anak pertama. Suamiku mengalihkan perhatian dengan menyetel musik secara kencang dan menutup jendela rapat-rapat. Namun, semakin lama nampaknya tidak ada perubahan. Sedang tetangga depan tidak nampak ada kegaduhan, ngakunya sendiri saat sekedar ngobrol iseng. Tapi, ditengah malam ada wanita datang, aku tidak melihat wanita itu, tapi sandal wanita itu ada di depan pintu. Hanya bertahan seminggu setelah mudik lebaran dan kedatangan tetangga kos baru, kami mengalah dan memilih pindah kos yang baru.

"Apapun, sebaiknya kita tidak ikut campur urusan mereka, kendati berniat baik melerai. Mereka orang sini, Betawi asli, takutnya wajah kita yang sudah dikenali bisa ikut tidak aman. Biarin aja, yang penting kita tidak mengganggu. Lihat saja tawuran yang hampir tiap Minggu terjadi" saran suami sebelum memutuskan pindah.

Kemudian, tempat yang baru dirasa cukup nyaman. Minimal lebih longgar meski sama di lantai 3. Tak lama berselang ada teriak dan tangis. Suara gaduh dari tubuh yang membanting lantai dan barang yang menggelinding. Ah, entah apa lagi. Aku sendiri, sementara suami sedang kerja. Tidak sekali saja, suara gedebag-gedebug sering terdengar dari balik pintu kamarnya. Ada suara, " Bodo" dari wanita secara berulang-ulang. Ada rengekan yang disusul sesenggukan.

Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Ibu hamil disarankan untuk tidak stress. "Assalamualayku......m", 3 kali sudah aku menguluk salam. Kemudian aku sebut nama penghuni kontrakan, baru lah dibukakan pintu. "Mba, suara wanita tidak boleh lebih keras dari lelaki, tolong saya sedang mengandung jadi ikut stress" sambil mengelus-elus perut. "iya mba" jawabnya singkat.

Sejak berstatus istri aku tidak lebih dari orang rumahan. Yang keluar rumah mencari makan terus kembali lagi. Setiap rumah tangga punya tangisnya masing-masing, aku pahami itu. Semestinya bisa menjaga hanya berdua saja yang tahu, tanpa ada orang yang tahu terlebih mengganggu tetangga. Entah yang keberapa kali tetangga yang mengomentari kegiatanku yang tak bepergian jauh, menghabiskan waktu di kamar. Biarlah, konon sunnahnya wanita berada di rumah. Lagi pula tidak jauh kegiatan di luar rumah adalah nongkrong bareng ibu-ibu di pinggir jalan.

emarin malam, kegaduhan itu datang lagi. Suara obrolan anak muda kekinian dan betawi nyablaknya. Ada ketawa-ketiwi tanpa dosa di tengah malam. Tetangga baru belum ada sebulan. Dari awal penampilan wanita muda itu terlalu seksi. Celana kurang bahan dan kaos tanpa lengan. Sebelum shubuh berkumandang baru tiba, kemudian sarapan di depan pintu sambil meniupkan asap rokok. Astaghfirullahal adziiim, aku membatin. Cobaan apa lagi, waktu itu anakku tertidur lelap. Sayangnya kemarin malam, anakku rewel, sering terbangun dan menangis. Ya, anakku sensitif mendengar suara gaduh jika tidur. Dengan kekuatan dan kesabaran emak-emak yang memuncak aku menegurnya. Kebetulan pintunya masih terbuka lebar, ada 3 wanita sedang merawat wajah berbusana minim disana, "Mba, tolong sih suaranya dikecilin, ada anak kecil". Setelah itu, pintu mereka ditutup dan tak terdengar lagi suara.

Beda lagi dengan ibu gembul berambut keriting yang tinggalnya di depan rumah. Hampir tiap keluar kontrakan sedang mengoceh. Seperti warta berita siaran langsung, tiap kali mengumpat. Berkata kotor tanpa arah. Hehe maklum, dia orang stress karena ditinggal suami selingkuh saat hamil. Kebencian terhadap suami dan selingkuhannya sering terucap tanpa kendali. Begitu juga bapa paruh baya berkepala plontos dan bercelana kolor, kaos oblong berteriak ala rock tiap pagi, siang dan sore. Wajar mereka tidak waras. Setiap hari aku berjumpa dengan mereka, tetapi tidak mengganggu.

Mungkin ini yang disebut selemah-lemahnya iman. Ketika melihat sebuah kemungkaran jika tidak menegurnya, paling tidak mendoakan untuk kebaikannya. Sudah hampir 4 bulan disini, semua warga kontrakan muslim, namun sayang tak kujumpai mereka menjemur mukena, sarung dan sajadah selama itu. Sebagai tetangga, kami berusaha untuk berbuat baik, menyapa seadanya dan tidak mengganggu. Tidak menggeser jemuran seenaknya, dan tidak menggunakan fasilitas umum untuk keperluan pribadi. Astaghfirullahal adziim, kami pun tak luput dari dosa. Sungguh, kami berdoa untuk dipupuk sabar dan dilindungi dari tetangga yang dzalim.

Satu-satunya alasan bertahan adalah kebersamaan kami seatap, ada aku, suami dan Mika buah hati. Lebih dari doa yang tercurah untuk menjaga kebersamaan kami. Semoga semakin cepat Allah memperkenankan kami bisa membangun rumah sendiri di kampung halaman, tanah kelahiran. Tempat kembali penuh kedamaian dan cinta kasih. Mengisi hari tua dekat dengan mbah kakung dan mbah putri anak-anak.




Wednesday, 10 January 2018

Tak Cukup Doa Untuk Mendidik Anak Sholeh

Tak Cukup Doa Untuk Mendidik Anak Sholeh


 Robbiy habliy minashshoolihiiin
(Ya Allah, anugerahkan kami anak-anak yang sholeh)

Doa itu tak hanya diucapkan usai 5 waktu, bahkan setiap kapan pun aku menciumi ubun-ubunnya yang masih berdenyut dan pipinya yang chuby. Sebagai orangtua baru tentu harus banyak belajar dan memupuk sabar. Sebab, awal fase ini baru belum ke tahap menuju remaja apalagi dewasa. Bayiku bernama Qismika Misha Shafana, usia 9 bulan. Sekarang sedang aktif-aktifnya merangkak dan merambat. Sudah pandai memegang, memungut benda besar atau kecil.

Sejak baru dilahirkan, aku membiasakan usai magrib mengaji juz amma. Beberapa surat terakhir dijuz 30. Begitu pun saat mengandungnya, hanya 6 kali hatam Alquran, padahal target awal 9  kali hatam. Bayiku memang tidak mendengar adzan oleh papahnya usai keluar dari alam rahim. Adzan dari toa masjid yang berkumandang ia dengar, tepat pukul 04.15 fajar tiba dan tak lama adzan shubuh bergema.


Sadar, tak cukup doa untuk mendidik dan menghasilkan anak sholeh/sholehah. Ada kesuritauladanan yang harus diprioritaskan. Bagaimana seorang anak yang baik jika dari keluarga yang tidak mencontohkan kebaikan.

Sadar, seorang ibu adalah madrasah utama bagi anak. Harus cerdas, minimal banyak membaca. Pintar juga tak melulu soal nilai akademis yang unggul, melainkan mengerti, paham dan menerapkan akhlakul karimah itu juga wajib

Harus, sejak dini. Aku mengajaknya menemani wudhu, melihat kedua orangtuanya sholat. Dengan lucunya Mika mengejar sajadah saat kami bergantian sholat. Mika menirukan kami gerakan sujud dan ruku. Begitu pula saat mengajarinya berdoa, usai sholat melafalkan doa untuk kedua orang tua dan doa untuk kebaikan di dunia dan akhirat berikut terjemahnya secara lantang. Ini memang secara tidak langsung agar mudah diingat jika sering mendengar, meskipun belum tahu huruf.

Meniru gerakan rukuk

Mengenalkan bertutup kepala. Itu juga, pernah suatu ketika aku menggendong anakku "Mau kemana lo botak?" ujar ibu muda yang sedang nongkrong di teras. Lemas raga ini. Aku cukup membisu. Entah aku yang baper atau ibu muda itu memang kurang kontrol bicaranya. Eh, tapu ibu yang mana sih anaknya dikatain, meskipun benar adanya 😑 Sungguh, ini bukan alasan menutup kepala atau pun berhijab. Sudah jelas di Alquran mewajibkan wanita untuk menutup auratnya. Ya, perlahan sedari dini memperkenalkan. Awalnya jemari mungilnya menarik-narik, lama-lama jadi terbiasa.

Begitu pun mengenalkan doa-doa saat akan beraktifitas. Seperti makan, tidur, keluar rumah dll. Ini juga berdoa dengan lantang, tidak ada maksud riya atau pamer. Dan tak kalah penting membiasakan untuk mengawali sesuatu dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah.


Niatan yang dibarengi dengan ikhtiar berharap akan menuai hasil. Doa sudah melangit dan terus melangit, usaha juga tak kenal habis. Tinggal tawakkal menyerahkan sepenuhnya atas keputusan Allah. Hasbunallohu wanimal wakiil nimal maula wanimannadhiir.
Doa usai sholat



Wednesday, 3 January 2018

Kembang Api yang Berbeda





Duar duar duar
Suara yang sama namun beda durasi. Bercerita dari kisah malam pergantian tahun yang membandingkan kehidupan sehari-hari di ranah konflik. Ini bukan Aleppo atau konflik Suriah yang menjadi buah bibir dimata dunia. Sekedar pertikaian antar pemuda yang berlarut-larut dari masa ke masa. Eh, ini bukan sekedar, ini adalah konflik yang berkepanjangan yang tidak pernah tahu kapan tuntasnya. Dari usia balita hingga aki-aki atau pun nini-nini sudah paham, suara dentuman mercon yang memecah langit berulang-ulang pertanda tawuran dimulai. Aku cukup mengintipnya dari balik jendela, kalau bukan di jalan Paris, Baladewa, Galur, Narada atau Kampung Rawa dan lingkungan Tanah Tinggi Jakarta Pusat. Ini satu wilayah kecamatan Johar Baru. Namun sejak bulan juni 2017 jembatan ditutup permanen dari arah Kampung Rawa dan jalan Narada, tawuran tak lagi melewati Kampung Rawa. Kalau pun ada, suara dentuman mercon terdengar jauh dan tidak jauh di kawasan Tanah Tinggi.

Selanjutnya ada suara hentakan-hentakan kaki yang melaju dibarengi teriakan. Ada barang pecah belah yang sengaja dipecahkan, biasanya boyol-botol. Aku memang belum melihat sepenuhnya, tapi teriakan umpatan, saling berkejaran mereka pernah terekam dari mata telanjang ini. Didaerah pertempuran tertutup bagi siapapun yang tak ikut. Waktu penyerangan paling sering dini hari, diatas pukul 01.00 hingga menjelang shubuh. Beberapa kali juga sore hari menjelang magrib dikumandangkan. Secara tanggap polisi dengan sirine membubarkan disertai hujan gas air mata. Nah, ketika orang-orang pernah merasakan gas air mata untuk membububarkan demontrasi, aku merasakan pedihnya mata dan hidung bersin-bersin usai tawuran usai. Ya, itu juga dulu, saat baru pindah kontrakan dan usia kandunganku masih muda.
2017 menjad ibu dari Qismika Misha Shafana


Reaksi masyarakat yang terbiasa membuat aku pun demikian. Faktor ekonomi, pendidikan rendah, miskin spiritual, kurang sentuhan kasih sayang, padat penduduk yang melebihi kapasitas wilayah berpengaruh pada SDM itu sendiri. Beberapa sumber menceritakan, tawuran tsb alih-alih mengalihkan perhatian polisi saat barang haram masuk. Yang ada biar mereka biar, cukup mereka.

Malam tahun baru ini diajak makan bersama oleh keluarga pak Udin. Berkumpul bersama ditemani saudara-saudaranya dan dua anaknya yang lucu. Menyengaja sebelum pukul 00.00 WIB kami pulang ke kontrakan sendiri, sebab bayi mungilku sudah terlalu ngantuk, sementara suara televisi, obrolan mengganggu nyenyak tidurnya. Kami terbiasa tidur dengan lampu yang gelap dan suara yang senyap. Tak lagi melihat bertubi-tubi ditembaki dentuman kembang api yang bermekaran seperti tahun lalu. Menjaga lelap tidur anakku lebih utama. Kupeluk tubuh kecilnya, sebab sering kaget mendengar bunyi keras didekatnya. Termasuk saat bersin, jika sedang tidur bisa tetiba nangisnya pecah.

Malam tahun baru yang kedua bersama suami. Romantis malam tahun baru 2016 yang lalu ialah ketika ia memelukku dari belakang sambil mengelus-elus perutku yang membuncit. Kami saling bercanda menerka-nerka jenis kelamin dan memcoba memberi nama calon buah hati. 2017 ini kami sudah bertiga di atas kasur tipis yang ngepas untuk bertiga. Ada celoteh bayi yang menggemaskan, tingkahnya yang aktif dan lincah semakin membuat warna di kotak kamar kecil ini. Harapan dan doa melangit tak cukup sekali. Kami pun melangitkan doa lebih dari tembakan kembang api yang sangat semarak dari saat tahun baru. Semoga segala-galanya baik dan baik segala-galanya, semoga tahun ini rezeki halal dan berkah terus mengalir. Anak yang tumbuh sehat, cerdas, pintar dan sholehah. Bisa membangun rumah sederhana aamiin

Saturday, 30 December 2017

Sisi Lain Monas Taman Barat

Sisi Lain Monas Taman Barat


Monas bidikan kamera suami



Untuk kesekian kali menyempatkan waktu jalan-jalan ke Monas. Tugu dengan pucuk yang menyerupai api berlapis emas selalu tak pernah sepi didatangi pengunjung. Rute kali ini berbeda pintu masuk mengikuti arahan suami, ya melalui pintu yang tidak jauh dari Lenggang Jakarta. Lenggang Jakarta kini menghiasi kawasan Monas ini diresmikan pada masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. Nuansa modern langsung terasa kala memasuki arena Lenggang Jakarta. Tata ruang dan warna oranye yang mendominasi membuat lokasi ini mudah mencuri perhatian.


Kehadiran Lenggang Jakarta Monas menambah panjang daftar lokasi kuliner di Ibu Kota. Lokasi berlabel food and culture itu berisikan panganan yang dijajakan pedagang kaki lima. Tapi jangan pandang remeh dulu. Meski status kaki lima tapi soal rasa enggak kalah sama resto bintang lima, konon katanya. Aku hanya mampir membeli air dan gorengan untuk bekal di dalam. Hehe murah meriah, bukan?


Kawasan Tugu Monumen Nasional (Monas) terlihat lebih  menarik beberapa waktu belakangan ini. Bagaimana tidak, keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) mulai tahun 2015 melarang Pedagang Kaki Lima (PKL)  berjualan di sekitar kawasan Monas. Ini cukup membuat ikon DKI Jakarta terlihat sedap dipandang mata.

Sebelumnya, para PKL menggelar lapak sangat dekat dengan Tugu Monas. Kini, setelah tak ada PKL yang berjualan, para wisatawan yang ingin berfoto di dekat Tugu Monas dapat menghasilkan foto yang lebih menarik. Tidak ada sampah yang berserakan dan para pedagang keliling menjajakan minuman, tisu atau pun permen.

Pantauan kami beberapa penjual air mineral, kebanyakan ibu-ibu berkerudumg hanya dapat berjualan di luar kawasan Monas atau di luar pagar pembatas pintu masuk. Mereka tampak cukup terlihat lincah dengan menjajakan minuman ke pengunjung di sekitar luar Monas.


Setelah memasuki gerbang, disambut dengan patung. Bukan patung pahlawan nasional melainkan sebuah patung yang menandakan sebuah peristiwa bersejarah pernah terjadi di tempat itu. Adalah Patung Ikada, berupa sekelompok pemuda sedang membawa bendera merah putih. Ikada sendiri merupakan sebuah lapangan yang pernah digunakan para pemuda untuk berkumpul mendengarkan pidato bung Karno. Lapangan Ikada menjadi saksi sejarah perjuangan pemuda dan rakyat pada rapat besar tanggal 19 September 1945. Saat itu sedang diadakan rapat besar di sana dengan bung Karno sebagai tokoh yang memberi pidato. Pemuda tetap datang meski lapangan dijaga ketat oleh tentara Jepang bersenjata lengkap. Kini Lapangan Ikada menjadi Lapangan Monumen Nasional dimana Monas berdiri kokoh. Patung Ikada sendiri bisa temui di sisi selatan Monas.

Patung Ikada


Menuju kanan dari patung Ikada, melewati tempat pemeliharaan rusa. Suasana berbeda ketika kita memasuki salah satu wilayah di lingkungan Monas. Tempat yang terlihat eksotik akan keindahan pemandanganya yang berbeda dari tempat lain yang ada di Monas. Sebuah tempat di jantung kota Jakarta. Ketika menginjakan kaki di tempat ini kami disambut dengan pepohonan di kiri dan kanan jalan, pepohonan yang besar teduh,dan menyejukan Jenis pohon yang lebih banyak dijumpai di tempat ini adalah pohon mahoni. Tidak hanya pohon besar yang mengelilingi wilayah ini. Ini memang kesukaan suami yang enggan bepergian ke mall dan memilih bepergiaan ke alam dengan suasana hijau dan sejuk.   Ketika kita mengunjungi taman Medan Merdeka Barat ini kita juga akan menjumpai fauna yang dipelihara tanpa mengurangi keindahan tempat tersebut. Begitu pun hewan yang alami hidup disana. Tak terhitung suara kicau burung di atas pohon besar.  Ada juga mainan ayunan untuk anak yang kerap dimainkan secara bergantian.
Sejuk dan asri

Taman barat monas


Kebersihan tempat ini juga terjaga karena dapat dilihat dari tidak adanya sampah yang bertebaran di sepanjang jalan ini,kalaupun ada sampah ini sudah terorganisir di satu tempat untuk siap dibuang.Dapat kita rasakan bahwa taman hijau yang menyajikan sesuatu hal yang berbeda ini ada di pusat kota Jakarta. Beberapa jam sekali ada petugas kebersihan mengambil bak-bak sampah yang sudah penuh.
Tim kebersihan monas

Kami banyak menghabiskan waktu di track anti rematik (jalan yang dibuat dengan bebatuan kecil yang menonjol). Katanya, jika menginjakkan kaki kemudian terasa sakit ini pertanda ada indikasi rematik. Ada banyak orang yang menyegaja tiduran diatas jalan itu, bahkan ada juga yang memadu kasih.

Bagi saya yang sedang menyusui bayi, cukup kesulitan untuk menemukan ruang laktasi. Walhasil dengan mencari tempat yang lumayan sepi kemudian menyusui dan menutupi dengan hijab yang longgar. Sambil menunggu sampai anakku kenyang, kami duduk manis dikursi taman yang sudah ada. Jadi, kalau jalan-jalan ke taman jangan khawatir kalau cape banyak kursi yang disediakan di banyak tempat.

Aku dan anak

Papah Mika

Wednesday, 27 December 2017

Ketika Bayiku Dianugerahi Bonus

Ketika Bayiku Dianugerahi Bonus

Tidak ada kabar gembira di rumah sakit selain melahirkan. Mereka yang membesuk tak melulu membawa makanan atau buah, melainkan kado dengan bungkus yang cantik dan berwarna-warni. Sesakit apapun saat bersalin hampir semua wanita tidak merasakan kapok. Lagi dan lagi melahirkan, melanjutkan keturunan dan berkembang biak. Selamat dan sehat menjadi prioritas utama pasca bersalin.
Aku dan bayiku saat di Taman Monas


Pasca melahirkan secara normal dengan bantuan vakuum, aku tidak merasakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Sementara para asisten dokter tidak berada di tempat, aku meminta saudaraku untuk mengambil bayiku. Aku terkaget, bonus dipipi dan telinga kiri itu jelas sekali. "Mba, ini apa?" ujarku."Gapapa, nanti usia 3 bulan bisa dioperasi" katanya. "Mba, jari tangan dan kaki sempurna kan?" masih dengan nada penasaran. Bayiku sudah dibalut bedong. "Alhamdulillah lengkap, tangan dan kaki masing-masing 5 jari" jawabnya. Rasa penasaran itu masih saja menghantui, kuulangi lagi untuk meyakinkan kalau jemari anakku berjumlah normal. Dan lelagi mbaku meyakinkan kembali jika jemari kaki dan tangan benar-benar lengkap dan normal, tanpa cacat.
Telinga kanan menyerupai tulisan Allah terlihat jelas

Bonus itu tidak semua orang memiliki


Menurut bidan di RS usai bersalin karena faktor genetik. Setelah dilihat dari keluarga, dari sisi aku terdapat keponakanku yang serupa, hanya saja hanya sebuah centilan kecil didekat telinga. Sedang dari sisi suami terdapat pada sepupunya. Sebab penanganan medis langsung, beberapa menit setelah lahir dokter mengikatnya dengan benang dan dengan sendiri lepas. Menurut bidan desa (Ice Fatimah) kurang asam folat dan menurut dokter Spesial anak (dr. Rosidin Sp.A, M.Kes) karena ada sel yg berkembang disitu. Berdasar saran beliau baiknya dilakukan operasi plastik. Mengingat ada dibagian muka, agar hasilnya bagus dan mulus. Karena biasanya menyisakan keloid, sedangkan bakar keloid di dalam tubuh satu dengan yang lain berbeda pengaruhnya pasca ada luka. Jika mau langsung operasi, dokter bisa saja mengambil tindakan sekarang. Dengan catatan bius anastesi, bukan bius total. Mengingat bayi masih kecil dan belum mencapai BB 10 kg. Jika sudah setahun dan BB lebih dari 10 kg bisa bius total. Sebagai ibu muda tak sampai hati kalau saat itu juga langsung ke meja operasi.

Kemudian tak sampai situ, aku kembali menanyakan pada temanku (Dimar Pijarwati Ghaniyu), seorang bidan yang sedang melanjutkan S2. Menurutnya, karena semua bawaan lahir baik penyakit atau bukan. Itu multifaktor. Dia semacam tumor jinak. Tidak berbahaya selama dia ukuranya tetap tidak membesar, dan tidak ada nyeri. Penyebabnya adalah daging yg tumbuh berlebih. Artinya perkembangan sel berlebih. Faktor pencetusnya banyak, karena genetik (orangtuanya atau kakek neneknya memiliki bakat tumor jinak) bisa karena kurang zat zat tertentu sehingga pertumbuhan kurang optimal
Perkembangan sel berlebih juga bs krn radiasi, polusi dll. Ya, terlalu banyak faktor. Jadi tidak ada faktor-faktor tertentu yang bisa disalahkan. Karena kita tidak tahu mana yang sebenarnya penyebabnya. Semua hanya pencetus. Dugaan. Begitu kira-kira.
Qismika Misha Shafana

Sekarang sudah 9 bulan bisa merangkak, senyumnya itu 😍😘


Sedang menurut orang tua, karena ibu atau ayahnya pernah menjahit kancing atau menggunting sisa bahan. Aku jadi teringat, memang aku pernah memasang kancing celana suami yang lepas dan memasang gamis baru di lengan karena kelonggaran. Terdiam, itu cukup ketika lelagi orang tua atau ibu diatas usia paruh baya menuturi. Saat hamil, tidak ada pantangan apapun. Hanya saja setelah hamil besar hidup di kampung ada banyak sekali petuah pantangan dan nasehat dari orang tua. Secara logis tidak masuk akal. Namun, aku tetap menghormati mereka sebagai orangtua.

Lebih dari syukur, alhamdulillah alaa kulli haal. Bayiku sehat, bonus dipipi dan ditelinga tidak mengganggu kesehatan. Ukurannya tidak ikut membesar seiring pertumbuhannya. Bayiku cantik dan lincah. Dari usia 4 bulan aktif berjingkrakan, BB tiap bulan naik, jarang sakit. Bersyukur, jika dibanding mereka yang mempunyai bawaan lahir penyakit, seperti jantung, pusar bodong, hepatitis dll. Ujian ini hanya tinggal kami yang memolesnya seperti apa. Di arahkan ke positif atau negatif. Percaya, Allah punya rencana indah. Dibalik itu, ada papah Mika yang kian rajin bekerja seiring rizki yang kian mengalir deras untuk keluarga kecilku. Terus bersyukur dan ikhlas nanti akan ada jalan keluar. Suatu saat bonus yang dipipi akan dihilangkan. Kekhawatiran sebagai orangtua ada, diantaranya semakin besar anak kelak akan mengenal malu. Semoga Mika bukan seorang yang pribadi minder, tapi gadis cantik yang tumbuh dengan percaya diri, cerdas dan berani.
Belajar mengenal alam


Monday, 25 December 2017

Cinta Tanpa Syarat Vespa

Cinta Tanpa Syarat Vespa

Pretengteng pretengteng pretenteng
Bunyi khas vespa standar saat dikendaraai. Tidak semua orang menyukai dengan model semok berkepala bak capung. Meski banyak motor matic keluaran baru dengan model scooter. Motor vespa keluaran Piagio yang berasal dari Italia ini banyak peminatnya. Termasuk suamiku, memiliki vespa jenis super (speed 150S) tahun keluaran tahun 1975, dengan warna badan biru telur asin. Usia motor lebih tua dari pemiliknya. Bukan vespa ekstrim yang biasanya dimodifikasi dan bersampah, dengan bunyi khasnya duut duut duut.
Vespa super speed 150S


Namanya motor tua, tidak ubahnya seperti manusia semakin tua semakin banyak penyakit. Tidak termasuk untuk urusan sifat antiknya. Mesin 135 cc masih sanggup berlari kencang di jalanan yang menanjak dan menurun. Speedometer sudah tertutup cat, tanpa angka dan jarum. Seberapa kencang berlari menggilas aspal tak pernah tahu berapa kecepatannya. Beberapa kali sempat menemani touring dan mudik ke kampung halaman dari ibu kota ke Bumiayu dan sebaliknya.

Sudah tak terhitung mesin tua itu mengalami masalah. Hanya perlu sentuhan tertentu untuk memperbaiki. Seperti saat perjalanan touring ke Bandung dan Anyer (kebetulan aku ikut), mesin mogok sudah jadi makanan. Seluruh anggota saling menanti untuk bisa kembali jalan beriringan. Jika ada alat yang diperlukan, para anggota dengan ringan tangan mengulurkan tangan. Menanti teman yang terkendala, sementara motor sendiri lancar, ini adalah ujian dan pengorbanan. Ujian dari hidup berkelompok menahan ego dan mengendalikan sabar. Termasuk saat menangani motor sendiri yang mogok. Bisa saja tanpa menanti mereka, kita akan sampai ke tempat tujuan dengan segera. Tidak seperti motor buatan jepang, mempunyai motor vespa secara otomatis diajarkan untuk menjadi montir untuk diri sendiri. Mengenal dan memelajari mesin vespa menjadi bawaan wajib pemilik, sebab tidak semua bengkel bisa menangani motor tua itu. Dan tidak harus meminta bantuan jika sudah bisa menangani masalah sendiri, malahan jika perlu membantu yang lain.



Memiliki vespa bukan tidak mungkin memang karena faktor ekonomi yang minim. Lebih pokok soal cinta dan gairah. Motor tua yang merepotkan, mendidik sabar, penuh perjuangan dan menerapkan arti sederhana. Dengan merogoh uang diatas sejuta saja bisa mendapatkan motor vespa. Tidak perlu membeli secara kredit melalui dealer. Ini juga yang diterapkan suamiku, sudah tak terhitung tawaran motor Jepang dengan DP gopek bisa membawa motor gres. Hanya saja angsuran yang menahun membuat sesak napas. Dan itu semua tidak tertarik, bisa saja menyicil dengan penghasilan yang didapat. Namun, unsur riba yang didalamnya enggan untuk membeli motor secara kredit. Termasuk urusan membeli rumah, mending menghuni kontrakan sepetak dari pada membeli rumah kredit dan mengandung riba. Seperti yang diingatkan dalam firmanNya “Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 160-161). Sebagai istri samina waathona, selama itu baik dan kami belajar berhemat dan menabung. Itu semua kembali kepada pilihan masing-masing pribadi. Memilih berhati-hati lebih baik dari pada terjerumus dikubangan yang tidak baik.

Habis mandi di Kali Sirah


Pernah diusia kehamilan tujuh bulan aku terjatuh dari atas vespa. Deb! Badanku telungkup di atas jalan berbatu. Sempat sejam yang didalam perut tak ada gerak. Sangat-sangat panik. Jalan rusak yang menurun dengan kain baju dan jok yang sama-sama licin. Alhamdulillah atas izin Allah hingga kini sudah mendampingi bayi mungilku yang cantik. Trauma iya, setelah keadaan membaik, kaki dan kedua tangan lebam dan sedikir luka bagian perut kanan. Untuk mengecek kondisi calon bayi benar-benar baik, kami disarankan USG oleh bidan. Jarak yang jauh memaksaku untuk kembali menaiki vespa. Tangis itu pecah sebab ketakutan yang sangat."Gak usah manja, mau pakai motor siapa? ini kendaraan satu-satubya yang aku punya" ujar suami. Dengan terus mencoba meredam emosi yang sangat, aku menuruti. "Ok, tapi membonceng tidak menyamping" ujarku, dan balasan anggukan suamiku menjawab. Untuk sekarang perlahan trauma itu menghilang sejak 6 bulan LDR pasca bersalin. Harus membonceng motor dengan keadaan jahitan yang masih basah pun berani, sebab sekarang aku menjadi emak. Menjadi emak sudah seharusnya kuat dan tangguh. Kami juga sempat mengelilingi Jakarta dengan vespa, dari taman Suropati, masjid Istiqlal, Kota Tua dan berakhir di Monumen Perjuangan Senen.
Waktu di depan toko merah kotu

Ini sebelum ganti kulit


Kembali tentang vespa, layaknya cinta yang ideal. Vespa itu bisa menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pengendaranya baik dari penampilan sampai mesin penggerak motornya. Seperti halnya cinta, pengendara vespa selalu legowo menerima kondisi apapun.Dibanding varian skuter yang lain, hanya vespa, satu-satunya skuter yang biasa digunakan sepasang kekasih untuk mengabadikan ikatan cinta mereka. Salah satunya dalam rangkaian pre-wed, pernikahan, photoboot yang instagenik, spot-spot yang instagramable. Patut diakui jika vespa dengan modelnya yang klasik, romantis, sederhana, elegan, sekaligus abadi sering dikaitkan dengan makna cinta sepasang kekasih.



Vespa milik suami


Alasan di ataslah yang membuat kami mengamini, bahwa vespa adalah cinta tanpa syarat. Dengan cinta, orang akan lebih ikhlas menghadapi segala resiko, berjuang tanpa mengeluh, menerima apa adanya.

Sunday, 24 December 2017

Sing Gas Melon Maring Pawon

Sing Gas Melon Maring Pawon

Ora ning endi-endi, weruh ning berita maning-maning gas melon langka. Jane kwe disumputna ning endi mbarah? Donge aja keliwaten dadi juragan gas sing memper. Gas melon sing 3 kg dikongkon pemerintah kon nggo wong cilik. Nggo rakyat miskin sing dianggap kurang mampu ekonomine, dudu wong sing sugih tapi ngrasane miskin. Kudune tah isin karo wong ora duwe, dudu dijukut jatahe dinggo nggo dewek. Ngresulah tah ora, kur komentar apa anane. Pen pindah maring bright gas sing 5 kg tabunge warna pink ya mikir maning.

Jaman saiki apa-apa larang, listrik mundak, gas mundak, sembako mundak. Melasi sing dadi wong cilik pada kecengklak. Saking rekasa kasabe nggolete umpamane kosih endas nggo sikil, sikil nggo endas. Bareng nggo sekleaban ge entek, ge kadang kosih kekored kari laka ya ngutang. Durung anak sekola nggo sangu dina-dinane, lah sing kebutuhan maem sedina ping telune kweh wis kudune ya nyanding.

Ya wis lah, bagi wong ora duwe balik maning nganggo pawon tah ora masalah. Apamaning urip ning kampung, kebon mesih amba. Wis biasa urip rekasa tapi nikmat. Nggolet kayu olih repek, nyempali pangpung ndadak trekelan ning wit mbuh apa. Saiki akeh blukang, mancung, manggar teng jlanah ning kebone wong ora pada diaraih. Kari kayune glondongan gede disigar karo bel arane digepuki. Kari blukang disigari sedurunge blarake dirak-raki terus digulung. Disogna ning tempat khusus kayu kari wis pada garing, dong ora disrogna ning para tempate ning duwur pawon kayak digarang mung adoh. Kari nganggo kompor lenga tanah ya luwih mikir. Kompore wis laka keropos teyengen, lengane jarang sing adol toli larang. Pawon toli geni gemleger masak cepet mateng. Nyulede nganggo korek jress parekna blarak diapit kayu. Jesss, murub kayune dadi wangwa kari metu sing pawon gari disur kari ora murub gari didamon, fuh fuh, fuuuh. Cungure ireng hehe
Blukang sing papah kelapa

Blarak bar dirakraki digulung

Padahal nyong dewek ya sungkan nganggo pawon. Repot ding ngebul kukuse gawe watuk nyegrak, luwih-luwih pawone dijejeli tepes teles. Lah, kweh gawe sangit mleding. Grabahan jarang sing kinclong, kabeh-kabeh ireng kena areng ora kur silit panci, kenceng atawa wajan ya pada. Ngasasaine alot kudu nganggo tenaga, awu, sabun, spon sing kawat ben arenge ilang. Ora kayak kwe masakane gosong, soale kadang kurang pinter ngatur genine donge aja kegeden geni malah kegeden, ya dadi geseng masakane.
Sumber foto sing indah sari balik kerja gawe mie

Nyuled pawon


Soten nganggo gas luwih praktis. Gari pasang gas disetele ditenet puter terus moni ceklek murub. Pen murub gede apa cilik gari diulir tombole. Kukuse secuil men, grabahan bersih. Masak ya ora sangit mleding. Lah, kari laka gase ya percuma ora bakal murub. Nganggo pawon toli bagena repot tapi rasa masakane luwih sedep, sumprah. Bapane nyong ge luwih seneng adang sega nganggo kayu dibanding nganggo sing adang listrik. Jere rasane sejen, ora gelis mambu toli ora cepet ngeceh. Jere emak kari ora nganggo pawon jahate gas kayang apa, anu unggal dina gegoreng. Nganggo geni sing kayu tah cepet mateng genine luwih gemleger toli bisa sekali ceos akeh.

Saturday, 16 December 2017

Kegelisahan Dibalik Menjemur Gabah

Kegelisahan Dibalik Menjemur Gabah

Tidak lebih menguras tenaga dibanding proses memanen padi. Menjemur padi sering aku lakukan dulu, saat masih sekolah terhitung membantu meringankan orangtua. Ketika merantau, waktu mudik jarang sekali bertepatan dengan masa panen di sawah bapa. Dengan kegiatan ini siap-siap ikut kulit gosong dan badan gatal-gatal karena bersentuhan langsung dengan gabah. Ditambah sedikit emosi jika sesekali sekawanan ayam dan temannya mematuki gabah. Biasanya kerikil sudah melayang diantara gerombolan ayam itu. Atau sekedar mengusir cantik. Hus hus sannah dengan pelepah daun salak yang sudah dibersihkan. Begitu pula pengaruh cuaca, tetiba meredup disusul rinai gerimis tiba, ya ini sudah membuat muka pucat. Lebih-lebih tetiba hujan menderas yang hanya sebentar, ah ini seperti mengajak bercanda.

Petani dengan topi penghalau panas sedang meyisir gabah 


Gabah adalah bulir padi. Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah dipisahkan dari tangkainya (jerami). Asal kata "gabah" dari bahasa Jawa gabah. dalam perdagangan komoditas, gabah merupakan tahap yang penting dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi karena perdagangan padi dalam partai besar dilakukan dalam bentuk gabah. Terdapat definisi teknis perdagangan untuk gabah, yaitu hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari tangkainya dengan cara perontokan. Secara anatomi biologi, gabah merupakan buah padi, sekaligus biji. Buah padi bertipe. sehingga pembedaan bagian buah dan biji sukar dilakukan.


Menggelar alas yang lebar di tengah lapang  mengharap terik matahari kemudian mengurai bulir-bulir gabah diatasnya tipis bertujuan cepat kering, itulah proses menjemur gabah. Dalam bahasa Jawa biasa menyebutnya mepe gabah atau kadang melafalnya dengan meme gabah. Untuk menghasilkan gabah kering maksimal, petani biasanya menyisir rata gabah dengan tangan atau dengan alat yang disebut garu, semacam sisir yang bergerigi dan bertangkai yang terbuat dari kayu.

Masih ingat sekali bagaimana suka duka menjemur padi. Dahulu, menjemur padi menggunakan anyaman bambu yang berbentuk persegi panjang, istilah kami 'geribik'. Ada saja penjual keliling yang menjajakan geribik, saat itu. Sekarang mana ada, bahkan rumah yang berdinding anyaman bambu pun sudah hampir tidak ada, kecuali ada kepentingan tertentu seperti rumah makan atau saung. Begitu pula fungsi geribik sebagai plafon sudah tergantikan oleh bahan kayu yang kekinian. Menggunakan geribik memang kurang efektif dan efisien. Dari bentuknya memakan banyak tempat kalau tidak digulung. Digulung pun harus berhati-hati dan tidak kuat menekan, sebab semakin sering kena matahari semakin gampang patah dan rapuh, semakin banyak tekanan makin cepat lepas kaitan anyaman. Jika terkena hujan akan memberat dan harus dikeringkan dulu.

Lain dulu lain pula sekarang. Menggelar karung beras yang dijahit melebar atau sudah membeli jadi berupa terpal. Dalam keseharian kami menyebut karung yang dijadikan alas menjemur yaitu ilesan. Ilesan ini hampir semua berwarna putih, sedang untuk terpal lebih banyak varian warnanya. Menggunakan karung ini lebih awet dan efisien ketimbang geribik. Selesai digunakan bisa disimpan dengan dilipat dan mudah untuk dibersihkan. Untuk terpal sendiri bahanya lebih tebal dan tidak tembus air. Karung merupakan bagian dari pabrik karung plastik. Karung beras yang terbuat dari biji plastik dan serat yang berkualitas. Selain alas di atas, biasanya petani menjemur langsung di atas lantai yang kering dan bersih. Ini biasanya dilakukan di dekat tempat penggilingan padi.
Terpal sebagai alas mepe gabah

Antara geribik, karung atau pun terpal jauh hal yang berbeda dari asal pembuatannya. Geribik sendiri dari irisan tipis bambu yang dianyam, asli dari sumber daya alam. Jika rusak, begitu mudah dimakan rayap atau terurai ditanah dengan cepat dan mudah. Kadang buat ibu-ibu yang masih menggunakan pawon (tungku dengan sumber api dari kayu bakar) untuk merangsang nyala api, istilah jawanya urup-urup. Sedang karung dan terpal jika sudah rusak, selanjutnya bernasib seperti plastik pada umumnya. Menjadi sampah yang lama dan susah terurai dengan tanah.

Kesulitan lain yang dialami sekarang adalah berkurangnya lahan sawah juga berkurangnya lahan lapang untuk menjemur gabah. Bangunan rumah dan kios banyak didirikan. Dimana di lahan lapang tersebut sebenarnya tidak hanya berfungsi sampai disitu, melainkan tempat bermain anak. Tempat berkumpul para bocah untuk keluar dari rumah, belajar bersosialisasi dan berolahraga. Makanya sekarang jalan beralih fungsi sebagai tempat jemuran. Dan tanah lapang tidak lagi tempat seru bermain seperti dulu. Ada permainan gobak sodor, kasti, sigar jambe, sunda manda dll. Kids jaman now lebih memilih merunduk bersama gadget pemberian orangtua mereka.
Lahan lapang jauh, jalan raya pun jadi

Monday, 11 December 2017

Larangan Pasca Melahirkan

Larangan Pasca Melahirkan

Melahirkan adalah proses yang tidak dapat terlupakan, terlebih untuk pertama kali merasakan. Sakit, ya sudah barang tentu. Ada banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya. Ibu pastinya akan mengalami berbagai hal yang mungkin kurang nyaman. Rasa sakit masih terus berlanjut, badan yang terus terasa pegal, terlebih masa baby blues syndrome dan hal lainnya yang dapat membuat seorang ibu merasa kurang nyaman.

Untuk para ibu yang pasca melahirkan, tentunya akan ada masa pemulihan dimana para ibu wajib membatasi pekerjaan, serta makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Seperti yang pelayanan oleh emak dan mama mertua setelah melahirkan. Memakan sayuran untuk memperlancar ASI dan kesembuhan. Yang lebih istimewa yaitu dengan istilah 'lekangan'. Yaitu memakan makanan apa saja dalam bentuk bermacam-macam tetapi hanya dimakan secuil. Bagi masyarakat Bumiayu Brebes perlakuan ini seperti anak lelaki pasca dikhitan, mereka diperlakukan seperti itu. Memakan lekangan yang hanya icip-icip ini berlaku sebentar sebelum larangan dalam makan-makan makanan tertentu dilarang.


Hal ini juga sangat berguna untuk menunjang pemulihan sang Ibu supaya berlangsung lebih cepat, dan tentunya juga supaya si buah hati tumbuh dengan sehat. Ini tidak lain adalah sebuah ungkapan kebahagiaan atas kehadiran orang baru di dalam rumah.

Banyak pantangan pasca melahirkan yang enggan untuk membantah, lebih-lebih orangtua sendiri yang menyarankannya. Pasang senyum manis dan ucapan "ya" meskipun hati berkata "tidak", ini lebih baik dari pada memunculkan konflik. Beberapa diantaranya ada pada daerah jawa yang diikuti mitos-mitos terdahulu. Mitos tersebut memang tidak bisa dijelaskan secara logika kita. Tetapi, pada dasarnya mitos atau pantangan setelah melahirkan itu memang sangat banyak sekali macamnya.
Aku dan bayi ASI


Belum lagi perbedaan pantangan untuk setiap daerahnya. Begitupula pantangan ketika masa pemulihan. Berikut ini pantangan-pantangan paska melahirkan yang mungkin bisa membantu untuk proses pemulihan,

*Tidur dan menyusui  si buah hati sambil tiduran dengan kaki ditekuk.
Hal ini memang betul, salah satu penyebabnya adalah karena dapat menyebabkan kaki menjadi terkena varises. Mungkin yang dirasakan ibu yang melahirkan dengan sedikit jahitan tidak masalah. Jahitan pasca bersalin tak terhitung, sebab bayiku keluar dengan cara di vakum. Walhasil jahitan sebelah kiri lebih banyak membuatku susah telentang sempurna, jika pun dipaksa sungguh ini sakit. Lelagi kakiku ditekuk dan lelagi pula aku dapat teguran keras dari emak dan mama mertua. Betapa bangganya mama memamerkan pangkal betisnya yang mulus tanpa varises sementara sudah 8 kepala dilahirkan. "Hey mak, mak kan gak tahu rasanya jahitan divakum, kayak diobras tau! Dulu kan pakek dukun bayi udah cukup" aku memberontak didalam hati.

*Tidur harus berselimut, terutama bagian kedua kaki harus tertutup rapi.
Bagi orang yang gak doyan berselimut seperti aku, ini terasa berat. Yang lebih membuat berat lagi adalah cara mereka yang menakut-nakuti. "Nanti kalau gak pakai selimut kakinya bergetar atau kejang-kejang terus didatangi makhluk tinggi besar" glek, nelen ludah pahit plus tepok jidat. Ini juga didukung oleh tetangga sebelah, yang menyepakati soal selimut tadi.  Sebenarnya maksud mereka adalah angin malam yang menembus ke badan dikhawatirkan aka jadi penyakit, masuk angin.

*Tidak boleh mengkonsumsi buah nangka ataupun nanas, karena sifat buah tersebut lah yang dapat membuat lambung para ibu paska melahirkan memproduksi gas berlebih.

*Jangan membawa beban bawaan yang terlalu berat ketika merasa masih begitu lemah dan belum terasa cukup pulih, serta rasa nyeri paska melahirkan yang masih terasa.
Mencuci pakaian ibu dan anak selama sebulan menjadi aktifitas suami. Jika tidak, meminta tolong seseorang dan diberi upah. Di kampungku, Dukuh Kweni Adisana, masih berlaku jika menantunya melahirkan sementara kondisi ibu belum pulih dan ayahnya harus merantau kembali,  maka tugas mencuci popok dan baju dialihkan ke mertua.

*Jangan berhubungan suami istri terlebih dahulu. Mengapa? Karena tubuh kita juga perlu waktu untuk pulih, begitu pula dengan organ intim. Tunggu setidaknya setelah berhenti dari masa nifas. Dan, jika benar-benar pulih menurut saran dokter setelah 6-7 bulan melahirkan. Hayooo, bapabapa kuat gak?😋

*Semua makanan berminyak atau digoreng
Ini yang dikeluhkan tukang pijat, beliau kesal karena mendeteksi tubuhku yang banyak mengkonsumsi gorengan. Bagaimana tidak, tiap pagi emak berjualan gorengan. Makanan yang digoreng dengan minyak sawit atau minyak nabati lain mengandung lemak berlebihan. Lemak bisa menyebabkan penumpukan untuk tubuh sehingga menghambat proses metabolisme yang sehat. Selain itu makanan ini juga bisa menyebabkan tubuh mengalami kenaikan gula darah tinggi sehingga tidak baik untuk ibu yang baru melahirkan.

*Makanan pedas
Sayangnya ibu menyusui yang doyan makanan pedas masih harus bersabar dan menahan diri bila ingin mengecap masakan favoritnya. Ya, setidaknya hal itu harus dilakukan hingga 6 bulan ke depan. Hal ini dikarenakan rasa pedas bisa merasuk masuk ke dalam usus dan pembuluh darah bayi yang kondisi saluran cernanya masih lemah. Tak hanya makanan pedas, masakan lain yang beraroma kuat karena tambahan kayu manis, bawang, bumbu kare, dan merica sebaiknya juga dihindari karena alasan serupa.

*Dilarang ngupi dan ngeteh cantik
Meski sudah melahirkan, namun selalu ingat bahwa bayi tetaplah mengandalkan ASI sebagai asupan makanan utamanya. Oleh sebab itu, minimalkan asupan kafein, alkohol, serta nikotin, karena ketiganya dapat memicu diare, dehidrasi, dan kolik pada bayi. Selain itu, alkohol juga bisa menghambat produksi air susu ibu, sama halnya dengan parsley dan peppermint bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.


Selama masa kehamilan dan persalinan pastinya menyebabkan perubahan, baik itu pada kondisi fisik ataupun psikologi. Dukungan dari keluarga dan sekitar. Pengalaman melahirkan dengan sedikit ketakutan baby blouse syndrom, membuat hari demi hari terus belajar. Menjaga pikiran untuk berpikir positif juga sangat penting. Termasuk selalu menyertakan Allah ditiap urusan. Allah lagi, Allah terus 😍