Sunday, 20 March 2016

Menyoal Fesyen Kondanan


Menyoal Kondangan dan Fesyen Wanita

Hey wanita, jujur saja kalau sudah terima selebar undangan biasanya mendadak galau. Ihwal pertama yang ada itu soal baju yang akan dikenakan. "Pakai baju apa yah? " padahal biasanya wanita hobi mengoleksi baju. Bahkan terkadang rela bela-belain utang buat beli baju baru. Dandan sekonyong-konyong koder biar terlihat cantik. Kalau yang ngundang temen terdekat, hugh! Alamat jadi super duper heboh. Kalo yang pakai penutup kepala terus dibuat modifikasi kerudungnya, kayak hijabers diinstagram. Hayooo ngakuuuu hehe

Padahal yang paling memuat repot sendiri itu ya pola pikiran sendiri. Persiapan waktu yang panjang hanya dibayar waktu kurang dari sekitar dua jam dieksekusi. Belum tentu orang sekitar memperhatikan apa yang dikenakan. Pengangkat hajat pun akan sekedarnya menyapa ramah, selebihnya ada banyak hal yang diperhatikan yang lebih mengalihkan perhatian.

Beda dengan lelaki, cukup berbusana kemeja (blouse atau batik) padu padan celana jean atau celana kain saja sudah rampung. Tapi lain cerita jika lelaki akan kondangan dengan pasangan. Biasanya kudu mempersiapkan ekstra sabar. Wanita pesolek tentu akan lebih detil dengan riasan yang menyapu wajahya. Wanita yang bukan pesolek juga biasanya akan berdandan agar terlihat beda dari biasanya. Blush on, eye shadow, eye liner, lipstick, maskara, lensa, bulu mata dan pelengkap yang lain. Belum termasuk sepaket baju, tas dan sepatu yang matching.

Nah lho, kebayang kan ribet bin rempongnya wanita. Satu lagi penataan gaya rambut atau jilbab yang sesuai. Jangan sampai dibilang jelek lho apalagi dibuat nangis. Air mata yang membulir itu merusak polesan bedak, eye liner dan maskara yang non waterproof ikut meleleh juga. Walhasil riasan rusak, mata dilingkari bayangan hitam dari lunturan polesan tadi. Wah, sedikit seram kayak di film horor hehe

Tulisan ini terinspirasi dari penggalan cerita temen-temenku. Walaupun tidak semua demikian. Menjadi diri sendiri tentu akan lebih nyaman. Hakikat mengenakan busana itu menutup aurat. Semakin sederhana (tidak tabarruj) dengan menutup aurat semakin syar'i. Wallohu a'lam bishshowab :)


Thursday, 17 March 2016

Menjelang Kepala Tiga


Menjelang Kepala Tiga

Dikatakan cemas sebenarnya tidak,  hanya saja sedikit khawatir. Selama kurun waktu melebihi seperempat abad menikmati dan dinikmati persoalan hidup. Lepas dari seragam abu-abu putih sudah terlatih bergelut dengan dunia yang sesungguhnya. Belajar tidak bergantung dengan uluran tangan orangtua. Tertatih menghidupi diri, dari mengatur keuangan yang cekak, minus sampai kedodoran. Hingga jurus hemat, irit sudah sangat bersahabat.

Bahagia? Tentu bahagia. Masa masa seperti itu memupuk diri untuk terus berbenah. Menyesuaikan lingkungan yang baru dan gaya hidupnya. Semakin lemah prinsip semakin mudah ikut tergerus, sedang semakin kuat prinsip, semakin kuat berdiri dan menyusup rasa percaya diri. Beruntung,  aku berada di lingkungan yang masih bisa susupi dengan mudah. Lingkungan yang sederhana dan penuh canda tawa. Tidak terlarut dengan kebahagiaan itu. Soal gaji, tidak menjadi momok saat meraih pekerjaan. Meskipun dengan jalan ngutang ditempuh saat akhir bulan. Biasanya tidak sendiri, ada teman yang mensupport hehe (dasar mental karyawan)

Ada hal lain, di lingkungan yang bukan kampung biasanya tidak dekat dengan tetangga. Yah, aku sudah satu dasawarsa merintis karir. Dan ada banyak wanita karir yang tenggelam dalam kesibukkannya. Lupa menikah? Oh tidak. Jika sedikit trauma bisa jadi. Tinggal berjauhan dengan orangtua biasa teror nikah via ujung seluler. Penyebab teror makin memanas biasanya setelah tetangga kampung hajatan dan usianya lebih muda dariku. Hugh! kalau ortu sudah berbicara pakek nada baper rasanya pengen cepet-cepet matikan obrolan. Yang sering diocehin bab percakapan berikut "orang tua sudah sepuh, umur manusia tidak ada yang tahu. Biar plong ada yang bertanggung jawab dunia akherat atas dirimu" honestly bikin mrebes mili.

Setahun menjelang kepala tiga sudah tak terhitung cibiran kapan nikah. Benar memang tersalip teman-teman yang diberi kesempatan duluan. Sesungguhnya bukan soal balapan yang duluan yang menang, bukan. Ada banyak peran Tuhan dalam ihwal jodoh. Beberapa orang ada yang mengatakan kita yang memilih Tuhan yang merestui. Restu pertama didapati dari orangtua, keluarga besar kemudian kun fayakun Tuhan yang berkehendak. Bisa saja restu ortu didapati, tapi Tuhan berkata tidak. Jika semuanya merestui bersama semesta mendukung maka pernikahan itu terjadi.

Ohya, bicara tentang cibiran orang -orang yang mengatakan "Dasar pemilih, makanya susah" Nah, kalimat itu yang membuat raut wajahku sangat garang. Baik, semua orang mempunyai mimpi, mempunyai kriteria calon pendamping hidup. Mengadu kepada Pengatur alam dan seluruh isinya dengan detail calon usai 5 waktu ditunaikan, saat berbuka puasa, saat hujan melebat dan saat sepertiga malam. Hampir semua wanita dan laki-laki dewasa dan single mendamba pasangan yang baik akhlaknya, lebih fokusnya sholeh/sholehah. Bukan begitu? Sudah seharusnya sadar, Allah adalah sebaik-baik Perencana. Dalam catatan mendapatkan pendamping disegerakan bukan karena sudah ada jabang bayi atau sudah kena ciduk gerebeg warga hehe

Menyikapi masalah di atas pasti menyangkut emosi. Menggali perasaan bikin mewek, biadanya sebelum bobo, menyendiri, marah, susah makan, susah tidur, bikin mood boaster untuk menulis status bergalau-galau ria. Tidak cukup dengan menggelar bait-bait doa, melainkan bersama hati yang membuka diri untuk membangun cinta.  Yakin, janji Allah tidak pernah ingkar. Diciptakan makhluk yang berpasang-pasangan. Akan ada seseorang yang menyebut namaku acap kali doa dilangitkan. Yang mencintai dalam diam, namun tangga doanya kembali ke bumi memberkati. Yang berusaha memantaskan diri sampai benar ia menjadi cerminanku *^▁^* Menjadi teman hidup yang bersama-sama menuntun ketaatan untuk dekat dengan Sang Pencipta, hingga nanti bisa bergandengan di surga Nya.








Wednesday, 2 March 2016

Merangkak Berbusana Syar'i


Merangkak Berbusana Syar'i

Membenarkan soal penampilan menurut gaya hidup menjadi hak setiap orang. Setiap orang mempunyai ciri khas dalam mengenakan busana. Busana sendiri mencerminkan kepribadian pemakainya, meskipun terkadang penampilan hanya kamuflase dari kepentingan lain dari diri pemakai. Sebagai orang timur sejak kecil sudah dianjurkan untuk berbusana yang sopan, tidak senonoh. Sopan menurut agama dengan sopan ukuran adat dan negara akan berbeda. Sopan menurut agama Islam sudah tercantum dalam Qs. AL Ahzab:21.

Berbicara hijab Islam sangat tegas untuk mewajibkan bagi muslimah saat sudah baligh. Namun pada kenyataannya berbagai alasan membebani kaum hawa ini. Kaum yang diberi anugrah kecantikan sering lalai dengan kemolekan tubuh dan paras ayunya. Ada juga masalah siap dan tidaknya yang masih saja tak kunjung akur dengan hati. Konon katanya, sebelum raga yang tertutup akan menghijabi hati dulu, aih!

"Dih, kamu koq jalan-jalan pakai gamis? Emang gak ribet?" Kalimat itu pernah terlontar dari bibir sendiri , begitu pula beberapa teman disekitar. Di awal merangkak syar' i ada proses yang dinamakan dengan berdamai dengan hati. Dari proses pencarian busana yang sesuai selera, dari bentuk model, warna dan ukuran sangat berpengaruh. Tidak semua wanita yang mendapat hidayah menerima aturan Islam secara kaffah. Berhijab dengan abaya seperti wanita Arab adalah pilihan. Wanita muslimah di Indonesia sudah menjadi kiblat dunia soal fashion berbusana muslim. Mengingat design sudah tidak ketinggalan jaman dan tembus pasar internasional. Kembali ke pribadi masing -masing mengikuti aturan yang ada di alkitab atau terseret hijab yang mengikuti era. Dan sungguh diulang -ulang dalam ayat Al quran keistimewaan manusia dengan berakal, yang mampu membedakan baik dan buruk.

Dengan catatan masih dalam rel yang ada, seperti tidak ketat, longgar,  tidak transparan, tidak menyerupai laki-laki, menjulurkan jilbab hingga menutupi dada. Nah, yang belum saya sempurnakan yaitu memakai gamis yang tidak mencolok. Padahal warna baju terbaik untuk wanita adalah hitam sesuai Aisyah, istri nabi. Gamis yang ada dipasaran, lebih banyak  dikemas untuk kepentingan masyarakat umum, jadi yang tidak memakai jilbab pun bisa memakainya. Ada beberapa produk yang benar mendesign gamis untuk wanita berhijab, jadi potongan dan model sesuai syariah. Wajar, jika harga gamis tersebut sedikit mahal rata-rata diatas 150K, jika sepaket dengan hijab atau niqob bisa 200K.

Bisa dilihat,  kerudung yang ukuran lebar 100 - 105 meter bahan paris biasanya tak lebih dari 50K, jika ada merk ternama akan lebih mahal. Tapi jika kerudung syar'i dengan ukuran 115 - 130 meter bahan tebal dipasaran dijual dari harga 45-75K. Dari sini bisa diculik sedikit kesimpulan menuju ke surga yang mewah itu tidak murah. Dan semoga jalan menuju hijrah dari niat hingga aksi nyata ada banyak pahala didapati.

Pengalaman umroh tahun lalu, melihat wanita diseluruh dunia waktu itu. Kerudung dengan model yang beraneka ragam model,  bentuk dan jenis bahan hanya dimiliki oleh wanita Indonesia. Melihat abaya hitam juga beragam model dengan potongan lurus berhias benang emas atau bordir tetapi jenis bahan yang membedakan. Semakin bagus bahan dan potongan detail yang rumit akan semakin mahal.

Menjadi muslimah yang sesungguhnya bukan sekedar fisik yang tertutup auratnya, melainkan harus satu paket dengan akhlak yang meliputi hati, pikiran dan lisan. Menjadi pribadi yang aman untuk semesta dengan bekal yang ilmu,  Islam,  Ikhsan dan taqwa yang sebenar-benarnya. Menuju jalan yang lurus memang tidak mudah, lika - liku tentu akan dilewati. Bertahan istiqomah dalam kebaikan

Friday, 19 February 2016

Rindu X2-02


Rindu X2-02

Sebelum digempur smartphone, setiaku bersama Nokia hingga saat ini. Ups, setelah akhir 2014 Microsoft dilaporkan telah secara resmi menentukan merek dagang 'Microsoft Lumia' sebagai pengganti brand 'Nokia' untuk lini bisnis perangkat mobile mereka.Tidak dipungkiri lagi soal kualitasnya yang bandel alias tahan banting. Ya, X2-02 yang kini harus berpisah dari ragaku. Dengan mengusung fitur Dual SIM, yang disenjatai oleh pemutar musik yang sangat mumpuni menemani sehari-hari. Kelebihan yang telah disematkannya membuat hari-hari lebih berwarna.

Kehadiran Nokia X2-02 dengan bentuk sangat nyaman dibawa, digunakan sampai tak harus melihatnya aku bisa mengetik dengan mudah. Rasanya tidak terlalu kecil untuk harga yang relatif murah dan mudah untuk  pengguna messaging dan jejaring sosial. Sempat envy lihat temen yang sudah beralih dengan bunyi "klunting, klunting" dari suara smartphone nya. Sampai saatnya aku pasti kekinian seperti mereka walau agak sedikit telat. Soal sosmed, X2-2 mumpuni membuka jejaring sosial yang aku punya dari facebook, twitter, email. Bahkan berita terkini aku bisa akses dengan mudah, secara selain browser bawaan bisa diinstal opera mini. Gak kekinian masalah whatsapp,  bbm,  we chat,  line dll tapi  bicara tentang informasi yang terkini aku tidak tertinggal sama sekali. Saat itu aku membeli di pertengahan tahun 2012 dan masih bagus hingga sekarang.

Gimana aku gak terngiang-ngiang sama X2-2, dia yang menemaniku umroh bulan Maret tahun kemarin . Meskipun ponsel 2G berbasis perangkat lunak Series 40 dilengkapi kamera 2 MP lumayan banget buat nangkap momen saat perjalanan. Aku yang gemar travelling banyak terbantu  menyimpan note-note dengan mudah biar ga lupa. Hiks, maklum masih jadi travel writer wannabe yang merangkak lewat ngeblog.

Paling enak kalo lagi bengong muter MP3 buat dengerin musik atau loudspeaker radio. Yuuhuu pemutar audio Nokia X2-02 dilengkapi dengan pengolahan audio yang sangat jernih, ngejreng tanpa cempreng. Serta fitur play via radio yang memungkinkan untuk merekam lagu langsung dari radio. Kebiasaan aku tuh hobi dengerin radio sambil gawe, standby dari jam 8.30 sampai siang, jadi dengan setelan yang mudah tinggal pencet tombol samping langsung enjoy while working hehe.

Tidak bermaksud untuk berpaling, tahu sendiri urusan baterai Nokia jagonya. Nah, ceritanya, aku tukeran Hp sama emak. Sebelumnya Nokia 100 pernah dibelikan,  tapi hilang dalam sebuah perjalanan. Sekarang emak memakai X2-02, diusia senjanya salut masih mau belajar  dan hanya Nokia yang beliau bisa, terutama untuk mengetik SMS. Awalnya punya Hp digunakan untuk menerima dan menelpon, seiring berjalan waktu menguasainya. Mempercayakan pada Standard battery, Li-Ion 850 mAh (BL-5CB). Baterai ini dapat bertahan hingga 5-7 hari. Kuat banget bukan? Itulah kenapa aku lebih suka membawa Hp mungil itu lebih ringkas untuk menelpon dan SMS. Dan satu lagi, aku masih bisa meruncingkan telinga saat program Astri Steny ngoceh di radio kesayangan,  Delta Fm.


Wednesday, 17 February 2016

Hampir Kena Tipu ATM


Hampir Kena Tipu

Baru saja menuang segelas air putih dalam gelas bening, hpku terdengar bunyi deringnya yang nyaring. Belum sempat diteguk, ku melangkah menengok. Ya, nomor yang tak dikenal menghubungi. Ada suara lelaki matang dari ujung telepon. Setelah panjang lebar menjelaskan maksud dan tujuan. Tidak sertamerta jejingkrakan saat mendengar aku mendapat undian 12 juta dengan 1 jt senilai pulsa. Ini bagian dari pemenang undian Telkomsel dari 149 juta pengguna dan aku salah satu pengguna yang beruntung, katanya. Kekhawatiran tertipu sudah mengakar dipikiran saat itu. Ditanggapi santai tanpa emosi, hanya sedikit nyinyir saja.

Usai lama berdebat dan berkelit aku dituntun ke ATM. Dan dia mengharuskan keanjungan tunai bank Mandiri. Namun, jarak ATM dari rumah cukup jauh. Kendaraan tidak ada, sedang dipakai. Ada sepeda milik keponakan, tapi ban kempes. Akhirnya, tetangga yang sedang kongkow mengantar hingga ATM terdekat yang ada di Indomart Puri Citra Pipitan.

Dengan beberapa kali ia meyakinkan jika ini bukan penipuan. Memang tidak meminta mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening. Sesampainya di ATM, aku gasak uang yang ada direkening sebelum digasak penipu itu. Kemudian baru mengabari kalau sudah beradaan ditujuan. Usai memasukkan kartu ke lubang dituntun secara detail
Klik bahasa Indonesia - masukkan no pin - transaksi lain - mandiri e chash -isi pulsa - no yang dituntun -ya - masukkan nomor beberapa digit yang sama - ya - tabungan - simpan.  Hugh! Panjang bukan rutenya? Hehe Parahnya lagi sampai 4 kali gagal karena saldo tidak mencukupi. Sekalinya berhasil itu pun dengan nomor yang salah. Kesal dan amarahnya perlahan memuai ke permukaan. Yang awalnya banyak memuji dengan kalimat thoyyibah dan dzikir berubah menjadi geram.

Ditambah sikapku yang ngeyel dan beberapa kali kurang pendengaran.  Hahaha semakin membuat kesabaran lelaki itu memudar. Bentuk kesalnya tergambar saat bertanya "Kenapa atm kamu gesek dulu sebelumnya? " aku jawab "Aih,  kepo. Sukak sukak dong pak, uang juga uang saya". Napas panjang dengan menahan emosi terdengar jelas dari nada bicaranya. Aku juga semakin nyinyir, kosa kata dari mulut ini beruntut panjang. Hingga diakhir ujung telepon "Kenapa kamu tidak bawa Atm mu yang lain?". "Bapa siapa ngatur-ngatur saya" tut tut tuuuuut telepon terputus.

Hahaha sudah kuduga. penipu kawakan tapi dibikin kesel. Aku mah orang ga punya bukan koruptor yang banyak uang. Gajian itu alurnya 'terima kasih' setelah diterima terus dikasih kepada yang berhak. Dipos -poskan ke urusan yang bersifat primer, sisanya cukup buat makan sampai gajian berikutnya. Aih, curcol nasib jadi pegawai hehe.

                 *********

Dengan peristiwa minggu 02/14 sore itu, aku putuskan memblokir rekening. Usai mencari data dari internet, bertanya kanan kiri, baik korban atau pemerhati. Usut punya usut kecanggihan teknologi yang dipakai modus kejahatan. Begini alurnya, saat penelpon itu menggiring dengan sangat kuat berusaha meyakinkan. Hingga iming-iming hadiah dan bujukan yang berbau surga karena bersiraman rohani juga, sampailah di depan mesin Atm. Dari pihak sana sengaja menyetel Sms mobile banking. Setelah tahu nomor rekening  juga. Jadi, usai transaksi tersebut jika ada transaksi  dari nomor rekening itu secara otomatis memberi informasi dari sistem mobile banking tsb.

Caranya dituntun seperti ini, memasukkan atm pada biasanya, klik bahasa - klik pin -klik transaksi lain - klik e cash - memasukan nomor penelpon -memasukkan kode sesuai perintah - isi pulsa - klik saving- ok. Transaksi ini hanya bisa dilakukan  di atm mandiri, kenapa? Karena di atm mandiri yang bisa mengoperasikan dengan menu-menu diatas. Semisal di atm lain belum tentu bisa.

Kalau dibilang saya tidak sadar, sepenuhnya saya sadar. Honestly,  disitu ada rasa penasaran yang kuat. Sedikit konyol sebenarnya, toh saldo yang ada sudah dikuras sendiri sebelumnya. Sungguh saya orang yang sangat beruntung dalam peristiwa ini. Secara saya sendiri tidak banyak dirugikan, data-data jadi terupdate, sedang ada banyak korban hingga jutaan. Terbukti dengan kekesalan Customer service yang bilang dalam sesiang tadi sudah ada 4 kasus yang sama, dengan kerugian materi yang banyak.

Kasus serupa juga menimpa salah seorang karyawan, sampai 3 bulan tidak mendapat gaji gegara tersedot mobile banking itu. Lagi-lagi Allah sayang saya, tidak bertepatan dengan tanggal gaji, hmm tidak begitu merepotkan tapi sedikit mengembangkan sayap sabar. Dengan segala puji bagi Allah, sekarang rekening sudah tergantikan yang baru dalam waktu dua jam.



#blogpraneur #yukjadipengusaha #bosenjadipegawai


Tuesday, 16 February 2016

All About Pacar Dunia Akhirat


All About 'Pacar Dunia Akhirat'

Cerita kali ini mendadak dangdut. Sebenarnya sudah lama ingin mengupas tentang lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh diva dangdut Rita Sugiarto. Sejak merebak sarana hiburan di mall-mall terutama studio karaoke. Baik yang kelas kotak sempit bernapas kipas sampai yang berkelas plus plus. Sesekali aku dan temen-temenku melepas penat dengan bernyanyi ria dikotak mini karaoke. Pemilihan lagu dangdut tentu tepat, hentakan gendang yang bisa sambil goyang apalagi kalau bukan musik dangdut. Entah itu lagu dirundung nestapa juga masih bisa joged jempo, terlebih dangdut dengan irama ngebit plus liriknya seneng-seneng. Hugh, asli bikin lupa sedih. Kalau sudah bareng sahabat udah ga ada lagi jaim-jaiman, joged bareng,  gila-gilaan bareng.

Sesuai dengan kondisi saat ini yang lagi ngarep pacar dunia akherat jadi lagu itu jadi lagu andalan, ups itu buat aku doang hehe. Bukan hanya saat karaokean saja, pernah beberapa kali dibawakan saat hajatan saudara atau temen. Soal suara nomor buncit hehe, yang penting modal percaya diri dan bisa have fun. Kalau pun di layar terdapat skor bagus usai nyanyi itu mungkin mesin error. Agak kecewa juga sih kalau 'bad voice' tercantum dilayar musik karaoke.

Lucunya, lagu ini biasa kami nyanyikan bareng temen-temen kerja atau komunitas yang seumuran.  Kalaupun tidak,  paling selisih tidak lebih dari 5 tahun ke bawah. Beberapa bulan lalu, aku mengajak keponakan-keponakan yang terpaut jarak puluhan tahun. Gak nyangka, ternyata mereka bisa hafal dan mengikuti. Wajar sih orang tua mereka hobi menonton acara akademi Indosiar. Acara kompetisi penyanyi dangdut berkelas, hingga sampai Asia.

Sebenarnya lagu bunda Rita Sugiarto (lahir di Mranggen, Demak, 19 September 1965) banyak yang familiar ditelingaku. Mengingat sejak kecil dijejali lagu dangdut. Dulu ditahun awal 90 an, usia seragam merah putih dangdut merajai radio di rumah sebelum punya televisi. Maklum orang ga punya, apalagi di jam-jam padat aktifitas berbenah rumah. Paling enak sambil dengerin lagu-lagu dangdut.  Hmm, dangdut yang konvensional lho,  bukan yang kekinian yang sudah kontemporer. Sebenarnya tidak masalah sih , yang membuat geram itu lirik lagu dangdut yang seronok.

Yang masih mengakar dalam ingatanku tentang dangdut itu lepas sholat isya, kami sekeluarga berkumpul diatas ranjang sambil mendengarkan radio. Mantengin suara penyiar dengan pendengar dari ujung telpon koin yang kirim-kirim salam. Lagu dangdut pula menemani kami sekeluarga waktu bapa mengupas ratusan  biji kelapa usai panen. Aih, jadi cerita djaman baheula ajah.


Gini nih liriknya, lagu andalan akuh. Sambil belajar ral dengan cengkok dangdut.  Ga sering dengan dangdutan begituan hanya sesekali itu pun sangat jarang.


Lirik Lagu Pacar Dunia Akhirat - Rita Sugiarto

Hari ini saya umumkan
Pada Bulan pada Bintang
Dapatkah kumiliki
Seorang kekasih dunia akhirat

Kalau ada cari satu untukku
Kalau bisa kabarkan kepadaku
Untuk pacarkudunia akhirat
Tidak perlu kaya asal dia setia
Cinta dari muda sampai tua sama-sama

Kalu bisa cari satu untukku
Kalu bisa kabarkan segera

Buat apa banyak cinta
Buat apa banyak cinta
Tapi semua pendusta
manisnya hanya dibibir saja

Yang gagah banyak ulahnya
Yang gagah banyak ulahnya
Yang tampan banyak tingkahnya
Apalagi kalau sudah jaya

Ku tak butuh cinta kaya dunia
Yang kucari kasih dunia akhirat

Sunday, 14 February 2016

Disebut Jolang


Disebut 'Jolang'

Salah satu pemuda tak dikenal itu berusaha menolong temenku. Kedua tangannya mengangkat,  sambil berkata "Ayo, ayo aku bantu". Ia juga menawarkan punggungnya, agar bisa menggendong. Sementara temanku masih saja tertahan dipinggir batu besar di Batu Lawang, hendak turun. Ketiga temanku tertatih untuk turun dari atas tangga diatas batu yang tersiram hujan. Badanku yang kecil bisa dengan lincah turun meski licin. Aku nyinyir "Hugh! Modus bla bla bla"

Mereka bahu membahu saling menolong. Pemuda itu masih berusaha menunjukan empati. Sifat kehati-hatian saya meminta temen-temenku untuk mandiri, bisa berupaya tanpa sentuhan mereka, toh kami juga naik bisa tanpa bantuan mereka.Pemuda-pemuda berganti nyinyir dengan membicarakan sikapku "Orang mau nolong beneran dibilang modus. Sok islami banget. Kalau sekedar bismilah saya juga bisa". Saya bangkit dari omongan mereka,  satu persatu temanku mulai turun dari bebatuan. Sepotong kayu membantu mengulur tangan, hingga kami tiba dibawah dengan selamat tanpa luka.

Guyuran gerimis kembali memaksa kami beristirahat. Sambil menunggu mereda menyantap mie seduh. Usai dirasa cukup, kami melakukan perjalanan pulang. Di saung beratap terpal biru kembali menjumpai pemuda yang masih dirundung kesal. Mereka menyebut kami dengan "jolang, jolang,  jomblo petualang" sambil tertawa. Kami juga ikut menertawakan keadaan dan menganggap hal ini guyon.

Lagi pula, perempuan yang seperti apa dengan mudahnya disentuh. Boleh saja pemuda itu akan menolong. Selama diri masih mampu menyelesaikan perkara sendiri kenapa harus meminta tolong. Perempuan petualang akan terlihat aneh jika bersikap lembek dan manja. Terlatih menaklukkan keadaan mengajari diri untuk mandiri.

Tak apa kami jolang, ketimbang yang dengan murahnya bersentuhan bukan lelaki halalnya. Kami lebih terhormat, perjalanan dengan ongkos dan kristalisasi keringat sendiri.  Perempuan yang belajar tangguh, yang terkadang lupa kodratnya wanita berada dirumah. Tapi kami tak pernah lupa bagaimana menjaga diri dengan berbagai pengendalian. Menjaga diri untuk menjadi wanita yang seutuhnya hinggah utuh tersentuh usai akadnya.

Cerita ini sengaja ditulis buat mereka yang merayakan yang konon namanya hari  valentine. Peristiwanya diatas terjadi diawal pekan di bulan Februari pas imlek. Secara cinta bukan berhadiah coklat tapi berwujud akad. Dan itu semua dalam paket pernikahan yang syah secara agama, hukum negara, adat istiadat. Bukan mut'ah, bukan siri atau ah dahulu sebelum syah. Semoga terhindar dari hal yang tidak diinginkan, aamiin.

#novalentine #nopacaranuntilakad #jomblosampaihalal




Tuesday, 9 February 2016

Tertantang Batu Lawang


Tertantang Batu Lawang

Belum sekilo langkah rintik hujan sudah membasahi bumi Gerem, kecamatan Gerogol
kabupaten Cilegon, lebih dekat dengan Merak. Aku, Ana, Uut dan Iis sudah membulatkan untuk mengisi liburan imlek untuk hiking. Jalan kian menanjak, Ana mulai gontai. Sapa ramah dari warga sekitar sedikit membuat ciut nyali "mesih tangeh Nong, kudu mangane ping 3" ujar ibu yang kongkow di depan teras rumah. Kami mengerti maksudnya masih jauh sekali, baru sedikit rentang jarak menuju tujuan. Hujan yang melebat memaksa kami istirahat di masjid Baitul Mukminin. Sambil menunggu reda, kami menyantap sarapan meski 2 jam lagi dhuhur tiba.


Hampir 6 km perjalanan ditempuh dengan jalan kaki. Sementara hampir semua pengunjung berroda doa. Itu juga yang membuat hati Ana iri, sebab motor kesayangangan tak ditunggangi. Lebih-lebih kebanyakan kawula muda yang berpasangan dan beberapa memakai baju couple. Sedari awal, rute Batu Lawang sudah ada visual dan arah panah. Sayangnya, dari 3 visual tsb jumlah KM tidak disebutkan. Sungguh itu sama seperti pemberi harapan palsu. Dari Indomart 1 Gerem hingga pintu menuju track hiking jalan beraspal. Namun track yang sesungguhnya hanya butuh 20-30 menit untuk menggapainya. Rinai hujan membuat jalan menuju akses becek, licin dan kotor.

Menyuntai senyum, usai hamparan semesta terlihat sangat-sangat indah dengan kasat mata. Cekrek-cekrek mata kamera membidik gaya narsis kami. Batu Lawang konon katanya tempat petilasan pada zaman dahulu. Letaknya diatas bukit perkebunan warga. Batu Lawang sendiri masih dikelola warga, di atas tanah milik pak Yamin. Sedikit ngobrol dengan beliau sambil membayar seduhan mie. Menurutnya, beliau tidak memungut karcis, tetapi tempat penitipan motor dikenakan tarif 5 ribu rupiah. Sambil menemani temannya berjualan, pak Yamin memantau pengunjung dengan membawa megaphone. Kekhawatiran narsis yang membuat celaka, ia peringati berulang-ulang. Termasuk mengingatkan pemuda yang sedang dimabuk cinta, dengan tidak melakukan hal  yang dilarang. Batu Lawang dibatasi sampai pukul 5 sore.



Lelagi kami bermain dengan cuaca yang labil. Sedikit panas kemudian sebentar rinai hujan. Awan yang berarakan itu terkadang menterang didorong cahaya matahari. Kemudian matahari itu menghilang terhalang awan kelabu. seketika kabut putih menyelimuti alam ditangisi rintik hujan. Hujan air dari langit tak kalah menguyurnya keringat dari dalam tubuh. Entah sudah berapa kalori terbakar berkat ribuan kaki ini melangkah 😁😱




Dari atas ketinggian mata kami dimanjakan dengan landscape alam yang membentang. Dari Bojonegara, Merak dan Kelapa 7 terlihat dari atas Batu Lawang. Besarnya batu sanggup menampung puluhan orang di atasnya. Ada banyak batu, yang paling besar ada 2, ada yang tinggi dan rendah. Disana, kami bertemu banyak kawan baru dan saling melempar canda, walau tak saling kenal. Dan diantara kami saling membantu, membantu mereka yang fakir tongsis salah satunya hehe😁. Ada pula gerombolan pemuda yang mencoba menawarkan bantuan mengulurukan tangan. Sebab jalan turun dari bebatuan itu sangat licin. Untunglah, dengan tertatih kami bisa tanpa sentuhan pemuda itu. Honestly, saya minta maaf sudah mengatakan modus kepada mereka,  katanya sih tulus 😂

 caption



Sekitar pukul 15.05 kami tiba di tempat penitipan motor. Dengan meminta bantuan dicarikan ojek kepada warga setempat yang sedang menjadi juru parkir. Ternyata tarifnya sangat murah, untuk penduduk setempat dari pangkaal ojek Joged hanya 7 ribu, tapi untuk pengunjung dikenakan tarif 15 ribu nanjak dan 10 ribu turun. Berhubung kami mirip cabe-cabean alias bonceng tiga,  jadi kena tarif 25 ribu dibagi 2. Secara ojek dari tempat penitipan motor susah dan memang jarang ada yang sampai daerah itu.




Thursday, 4 February 2016

Ngeblog Pakai Polytron W6500


Ngeblog dengan Kelebihan dan kekurangan Polytron W6500

Usai sekian lama mendamba smartpone, akhirnya tercapai sejak awal Mei tahun lalu. Kuping ini sudah terlalu kebal dengan orang yang kekinian yang berbicara semua sosmed di layar usapnya. Dari BBM, instagram, whatsapp, line yang waktu itu belum saya punyai. Sementara waktu itu bertahun-tahun memegang nokia X2-2, yang mampu mengoperasikan facebook, twitter dan bisa membuka email. Dengan gaji yang cukup sebenarnya bisa membeli, ada keinginan lain jadi aliran uang itu dialihkan ke urusan lain. Aaargh gapapa kudet, tapi tidak gagap tekhnologi. Setidaknya saat itu masih ada laptop dan modem.

Memilih Polytron bukan tanpa alasan, terlebih dengan harga yang terjangkau dan mampu memuat dan mengaplikasikan semua sosmed. Saya yang hobi menulis, tidak afdol rasanya mencurahkan hasil pikiran kedalam susunan alfabet. Belum ada buku sendiri sih, masih sekedar anthologi cerpen keroyokan bareng temen-temen kelas menulis di Rumah Dunia. Ngeblog adalah salah satu wadah ekspresi, dari ide, kegundahan, berbagi kebahagiaan, paling banyak catatan perjalanan. Sejak memiliki hp ini, ngeblog praktis ya di smartphone kesayangan. Semakin efektif dan praktis.

Polytron W6500 Rocket Quadra 5.0 merupakan smartphone android besutan salah satu produsen terkemuka Indonesia yaitu Polytron. Perangkat android 5 inci ini merupakan salah satu produk terbaru dalam jajaran seri quandra yang dibandrol dengan harga cukup terjangkau yaitu di bawah dua juta rupiah. ia dirilis pertama kali pada Oktober 2014 dengan mengusung prosesor quad core dengan kecepatan 1,7 Ghz, namun sayangnya RAm yang disematkannya di bawah rata-rata yaitu hanya 512 mb, sehingga jangan berharap bahwa ia akan nyaman menjalankan aplikasi yang banyak secara bersamaan. Untuk fitur fotografi juga cukup standar yaitu kamera belakang berkekuatan 5 mp dan kamera depan hanya pada tingkat VGA. selain itu resolusi layar yang kurang tinggi juga menjadi nilai minus dari smartphone yang telah mengadopsi Kitkat ini. Untuk lebih jelasnya silahkan simak kelebihan dan kekurangan Polytron W6500 Rocket Quadra 5.0 dari fitur atau spesifisi yang ditampilkannya di bawah ini :
Minimalis blog akuh, sementara jadi bloger amatiran dulu hehe dg sedikit viSitor dan pengikut. Nanti pada waktunya pasti berjaya aamiin  

Kelebihan Polytron W6500 Rocket Quadra 5.0. Memiliki kemampuan internet yang cepat karena jaringan GSM yang telah mengadopsi 3G HSDPA. dan tentunya juga mendukung teknologi EDGE Dan GPRS untuk pengguna yang berada di luar area 3G, sehingga mereka bisa tetap terhubung meski dengan kecepatan yang rendah.

Dengan kemampuan di atas Polytron W6500 cukup bandel buat diajak ngeblog. Sebagai blogger amatir sudah sangat bersyukur memiliki yang ada saat ini. Memiliki layar yang luas yaitu berukuran 5 inci, dengan ukuran layar yang luas pengguna bisa leluasa dalam menavigasi menu menu yang ada pada layar handphone, memainkan video game atau menonton video HD jadi terasa puas.

Layar juga  telah mengusung layar sentuh kapasitif dengan dukungan teknologi IPS LCD sehingga mampu menampilkan gambar lebih realistis dan sudut pandang yang luas. Sehingga membuat berlama-lama di depan layar sambil mantengin sosmed. Saya sendiri sebelum menulis biasanya akan mencari bahan yang akan ditulis, termasuk survey tempat di google sebelum trip ditempuh esok hari. Hmm, Jadi,  nyaman saat jari -jari ini menari di atas keybord.

Menyuguhkan tempat penyimpanan internal yang cukup untuk menyimpan aplikasi yang tidak terlalu banyak. yaitu berukuran 4 GB, namun hanya sekitar 2 GB yang tersedia bagi pengguna karena sebagian telah dipakai untuk menyimpan aplikasi bawaan
Disediakan slot penyimpanan internal, dengan slot tersebut pengguna bisa menambah kapasitas simpan hingga 32 GB.

Sektor dapur pacu mengusung prosesor dengan empat inti berkecepatan masing-masing 1,7 Ghz sehingga mampu menyajikan kinerja yang responsif. Memiliki kelengkapan fotografi yang cukup bagus yaitu kamera belakang berkekuatan 5 mp maksimum 2592 х 1944 pixels. Adanya kamera depan yang bisa digunakan untuk video chat dengan aplikasi skype dan juga foto selfie. Dengan kemampuan kamera itu sangat membantu menguatkan tulisan dan resolusi yang tinggi, hingga tidak menghasilkan gambar yang pecah. Adanya fitur wifi hotspot yang dapat digunakan untuk mengakses internet via wifi dan dapat juga untuk berbagi koneksi internet dengan perangkat lain yang memiliki wifi. Ini memudahkan untuk ketika saya kehabisan paket dan ngalap wifi gratisan dari sekitar, baik dari teman atau ditempat-tempat berhotspot.

Namun demikian, kapasitas yang rendah yaitu hanya 512 mb, sehingga kurang nyaman apabila menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan. Untungnya saya tidak hobi bermain game online atau offline. Saya juga tidak juga tidak hobi selfie, kamera depan hanya jenis VGA sehingga untuk foto selfie hasilnya kurang bagus. Setiap saya mengadakan trip lebih sering meminta seseorang untuk memotret atau mengambil angle lain yang diinginkan. Untuk bentang layar 5 inci, resolusi layar tergolong kurang tinggi yaitu 480 x 854 piksel. Baterai kurang tinggi yaitu 1750 mAh. Nah, untuk mengakalinya selama perjalanan saya non aktifkan data, jika tidak penting mending saya power off smartphone.

Alasan untuk berpaling? Untuk saat ini belum. Selama polytron W6500 masih sanggup dan mempuni, saya bertahan dan setia. Letak manfaat saya pegang erat dalam memilih barang termasuk diantaranya soal gadget. Bagaimana mengoptimalkan fungsi smartpone, terletak dimana kita membawa kemana arah jemari tangan, mata, hati dan pikiran untuk ke arah yang positif  atau negatif.

Tuesday, 2 February 2016

Melayangkan Harapan di Museum Layang-layang


Melayangkan Harapan di Museum Layang-layang


Perjalanan tanpa terencana ini berlangsung cukup mulus. Dari rute bus way menuju Blok M. Dengan membeli E Tiket baru senilai 40 ribu kami melaju, melewati banyak halte dan transit di halte Harmoni. Untuk mencapai museum sampai kemudian disambung menaiki metromini merah 610 yang bising. Kaca-kaca jendela itu bergetar cepat seiring jalan yang bergelombang. Hampir sepanjang Cilandak - Fatmawati lancar merayap, sebab proses pembangunan MRT menggerus kanan kiri jalan. Wal hasil bersabar ria hingga sampai tujuan. Belum lagi saat menaik turunkan penumpang menambah durasi panjang perjalanan. Lokasi Museum Layang-layang cukup tersembunyi, yaitu di Jalan H. Kamang no. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dari jalan utama menuju lokasi sekitar 200 meter.

Setelah pintu gerbang, didepan sekolah Miftahul Umam
Museum Layang-layang bisa dikunjungi setiap hari kecuali hari libur nasional mulai pukul 9 pagi hingga 4 sore.Harga tiket masuk Museum Layang-layang Rp 15.000, anak-anak di bawah 3 tahun gratis. Termasuk paket menonton audio video, kunjungan ke museum, membuat layangan dan menggambarnya. Dengan luas layan sekitar 2700 m, sesuai yang diucapkan pak Asep, guide museum.

Museum ini merupakan museum layang-layang pertama di Indonesia. Jumlah koleksi layang-layang di museum ini berjumlah ratusan namun jumlah tersebut terus bertambah seiring datangnya koleksi-koleksi baru dari para pelayang daerah dan luar negeri maupun layang-layang yang dibuat sendiri oleh karyawan museum. Dari semua layangan hampir semua berbentuk unik dan membentuk 3 dimensi, bisa dari tokoh, berbentuk barang, maupun fantasi.

Pak Asep membantu kami memperkenalkan wayang-wayang yang menggantung diatap bangunan joglo. Bapa berdarah sunda itu juga mengajari kami membuat layang-layang. Arku (kerangka layang-layang) sudah disiapkan. Selembar kertas putih polos menutup asku, kami potong sesuai ukuran asku. Lalu ditempel dengan lem. Nah, saat sudah terbentuk layang-layang, crayon warna itu menanti ide untuk menuangkan kreasi.













Merasa bukan seniman yang sebenarnya, jadi menggambar dalam waktu sekejap tidak mudah hehe. Kupu-kupu yang aku gambar hasil menjiplak, sisanya aku atur sedemikian rupa sesuai mood booster yang ada dikepala. Aku menyebutnya layang-layang harapan, harapan di awal tahun dengan tulisan " memeluk doa, membebaskan ingin" . Arah angin itu sedang tak berpihak, ya bersiul. Bersiul konon bisa mengundang angin. Angin yang menerbangkan layang-layang harapan hingga sampai tujuannya. Melayangkan harapan pula untuk tetap berkomitmen melestarikan budaya leluhur, mencintai batik, mengenal  dolanan dan serta tak miskin kreatifitas.


Mencoba mewarnai layang-layang 

Tarraaaa ini dia hasilnya hehe 

Pojok kreasi topeng daur 

Sebenarnya ada paket lain yang lebih menyenangkan. Seperti yang tertuang dalam tiket, antara lain membatik, membuat keramik, melukis diatas payung kanvas, membuat topeng dari bahan daur ulang dll. Menurut pak Asep, museum lebih ramai dikunjungi dihari kerja. Biasanya sekelompok anak TK atau SD yang datang dari berbagai sekolah.Sebelumnya mereka sudah membuat perjanjian.

Seperti yang dikupas dalam video yang kami tonton, layang-layang merupakan bagian dari permainan masa kecil yang tidak hanya berfungsi sebagai permainan belaka, tapi bisa dilibatkan dalam sebuah ritual tertentu. Berbagai bangsa di dunia dapat dipastikan mengenal permainan layang-layang. Fenomena inilah yang mendorong para pecinta layang-layang untuk mendirikan museum layang-layang. Di dalam museum tersebut, para pecinta layang-layang akan mengumpulkan berbagai jenis layang-layang dari mancanegara dan menjaga koleksi tersebut agar bisa dinikmati keindahannya dan dipelajari teknologinya.

Museum Layang-Layang Indonesia didirikan oleh seorang pakar kecantikan yang menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985 dengan membentuk Merindo Kites & Gallery yang bergerak di bidang layang-layang yang bernama Endang W. Puspoyo.Kecintaannya pada layang-layang membuat ia tergerak untuk mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia.Kiprahnya dalam mendirikan Museum layang-Layang ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Museum ini diresmikan pada 31 Maret 2003, yang ditanda tangani dalam prasasti I Gede Ardika selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu.


Penghargaan dari rekor MURI







Prasasti  peresmian museum layang-layang 

Sunday, 24 January 2016

Sketsa Pasar Malam


Sketsa Pasar Malam

Malam itu pasar  Tambak riuh dikerumuni banyak orang. lampu sorot raksasa penembus langit menuntun warga yang haus hiburan, bergandengan tangan dan membawa orang orang terkasih menikmati hiburan yang mengingatkan memory masa kecil. Pasar Malam, Inilah sebuah hiburan rakyat yang mirip dengan sirkus keliling. Beberapa ciri khasnya adalah adanya wahana bianglala, ombak banyu, komedi putar, roda gila (tong stan) dan lampu sorot yang menjadi penanda lokasi di tengah gelapnya langit malam.Rombongan muasal permainan dari Klaten, jauh-jauh menghibur dari Jawa Tengah. Informasi ini didapat dari penjaga wahana ombak banyu. Mereka sudah hadir sejak 2 minggu yang lalu. Selama apa belum diketahui, pasti sesuai kontrak, menurutnya.
Tong stand saat pergantian penonton 


Permainan bianglala atau sarang burung 


Pengunjung yang mengantri permainan bersama riuhnya 



Semakin berkembangnya jaman dan semakin mudahnya akses teknologi, membuat banyak aspek kehidupan menjadi ikut berubah. Banyak orang meninggalkan hiburan yang dulu digemari, menjadi hiburan yang berbau teknologi. Orang lebih suka jalan-jalan ke mall, main game, atau mencari hiburan lain yang lebih modern. Jika kita mengenal time zone, zona 2000 wahana game didalam mall. Di keramaian Pasar malam juga dijumpai permainan yang menggunakan keberuntungan dan tekhnik yang tepat. Seperti melempar gelang lalu dimasukkan ke kolong, melempar kaleng bekas yang tersusun piramida dan keberuntungan angka.  Semua yang bisa mengalahkan tantangan tersebut akan mendapatkan hadiah sesuai tingkat prestasi yang didapat. Sedang jika permainan di mall banyak yang hanya dengan memencet tombol, sebelumnya menggesek kartu untuk bisa memulai permainan.
Salah satu game tekhnik dan keberuntungan 


Hiburan yang tidak mesti sebulan sekali sekarang masih bertahan, walau tak seramai jaman dulu, namun keberadaan pasar malam dapat memberi solusi bagi mereka yang ingin mencari hiburan murah dan menyenangkan. Biasanya pasar malam digelar setiap musim liburan sekolah, berada di lapangan atau tanah lapang yang cukup meriah dengan lampu, penjual, dan aneka macam hiburan.

Di bawah terang purnama rembulan saya, Rosma dan Devi mencoba wahana ombak laut. Dengan harga tiket 6000 ribu perak kami bisa menaikinya. Berdesak-desakan mengantri giliran dengan pengnjung lain, dari usia anak-anak hingga orang tua yang membawa buah hatinya.  Berada diatas permainan itu rasa yang menegangkan dan memacu adrenalin, karena secara kasat mata seolah tidak mungkin. Jantung ini seakan rontok dibuat naik turun bak gelombang. Pengaman yang mengait tubuh tidak safety membuat hati semakin gelisah. Ketika ayunan kebawah pengait pengaman itu ikut merenggang bersama tubuh yang terjongkong ke bawah. Sungguh, permainan itu membuat kami limpung usai menaikinya. Terlebih kami duduk paling belakang, jadi goncangan tertinggi dan terendah sangat terasa. permainan ini mirip dengan wahana Kora-kora jika di Dufan Ancoll. Ada juga permainan-permainan lain yang cukup mengibur, dan yang pasti lebih terjangkau, tapi kami melewatinya begitu saja. Sebab, permainan-permainan itu lebih cocok untuk usia anak-anak 😂

Kora-kora ala pasar malam 

Grufie di atas wahana sebelum diguncang hehr

Dan yang membuat hati saya tergilas sedih adalah pemandangan bocah-bocah menghisap putung rokok. Mengepulkan asap dengan gaya yang luwes seakan sudah terbiasa. Awalnya sedikit bercengkrama dengan usia remaja anak SMP . Lalu melangkah lagi sekumpulan anak usia sekolah dasar. Dari obrolan yang saya dapati mereka mulai merokok dapat pengaruh dari lingkungan. Dan mendapat sokongan dari sekitar pula. Hampir dari semua anak menyatakan kalau ayah mereka juga perokok. Ini sungguh membuat saya miris. Tidak bermaksud sok bijak diantara bocah itu, saya menyarankan untuk menyibukkan dengan belajar,  mencetak prestasi supaya membanggakan orang tua. Menyanyangi badan sendiri sebagaimana orangtua menyayangimu.

Malam yang cukup mengguncang rasa, menyusun pikiran dan motivasi baru. Meraba diri untuk belajar, bahwa lingkungan adalah sarana becermin untuk diri. Dih, koq jadi baper gini yak 😍😄

Wednesday, 20 January 2016

Mengapresiasi Wisuda


                             Mengapresiasi Wisuda


Pengalaman menghadiri wisuda Unindra kemarin 01/16 menjadi pengalaman yang berkesan.Ternyata wisuda itu bukan sebuah proses yang menonjolkan hura-hura. Dan wisuda bukan hanya sekedar untuk menghormati studi yang sudah lakukan selama hampir 4 tahun. Apalagi sekedar untuk serah terima ijazah, jelas bukan itu tujuan dari wisuda. Tetapi dimana orang tua, adik, kakak dan keluarga menggelar bahagia atas pencapaian prestasi, meski bukan menjadi lulusan terbaik.

Wisuda merupakan acara selebrasi yang ditujukan pada keluarga dan orang-orang yang menyayangi kita, yang telah membantu proses selama kita menempuh pendidikan di perguruan tinggi.Bukan semata-mata untuk wisudawan, tapi lebih tertuju pada keluarga wisudawan yang sudah mengharap-harapkan hal ini semenjak memasukkan anaknya ke universitas untuk menuntut ilmu.

Inilah arti wisuda.
Bukan juga merayakan bersama pasangan yang belum halal. Dengan harapan membawa sebuket bunga dan sebuah boneka wisuda dengan senyum cerah. Tidak mengapa sebenarnya, tetapi dimomen yang seperti ini biasanya wisudawan hanya diberi 1 atau 2 tiket masuk gedung. Selebihnya menunggu berjam-jam di luar gedung. Sebelum berangkat persiapan dari rumah, seluruh keluarga berusaha ikut serta mempersiapkan. Meski didandani oleh perias salon, jarak tempuh yang panjang membuat luntur makeup. Lipstik yang mulai pudar, bedak yang tertimpa keringat. Belum lagi memasang toga yang butuh tangan ringan untuk merapikan. Apa itu bisa dilakukan "pacar"?
Aku dan Titik mendandani Indra, adekku


Kemudian aku melihat sosok yang sangat tegar, dia adalah Titik Wahyuni. Menghadiri wisuda seorang diri. Tanpa orang tua ataupun saudara terdekat. Kami sebagai teman tentu iba dan ikut bangga. Tanpa kebaya baru yang kekinian,  tanpa high heel yang menusuk-nusuk tanah. Sepatu flat warna hitam ia kenakan. Gamis putih berinner satin seragam takmir menutup raganya yang mungil. Aku tidak sampai untuk menanyakan ini secara langsung.  Dari sudut bibirnya mengurai senyum dan tak terlihat tetes mata yang membulir dari sudut matanya, entah dari lubuk hatinya.
Titik dan Emak sebelum memasuki gedung wisuda

Sambil menunggu acara wisuda selesai , aku juga sempat menjumpai seorang ibu menanti anaknya disamping bajaj. Kendaraan roda tiga itu tertulis 'Wisudawan Unindra'.  Sempat kaget melihat itu, sebab hampir semua kendaraan roda empat mengeliling. Ibu yang masih terlihat muda itu bersama anak lelakinya yang masih SD. Sementara sang ayah berada didalam gedung. Jadi, semakin mengerti yang mahal dari wisuda adalah gengsi. Semakin menuruti gengsi semakin mahal. Bisa jadi seperti resepsi pernikahan 😀
T
Bajaj wisudawan yang menyita perhatiaperhatian


Tanggung jawab mencari ilmu tidak berhenti setelah gelar itu tersemat di belakang nama. Keharusan belajar dan menuntut ilmu akan terus berjalan seiring waktu yang terus berjalan. Menjadi ilmu yang bermanfaat dengan berbagi ?sebagai ladang ibadah dan tetap menggali ilmu pengetahuan yang Allah beri hanya sedikit.


Monday, 4 January 2016

Nikmat Sendiri, Mendulang Sabar dan Keberuntungan


NIKMAT SENDIRI MEMINANG SABAR DAN KEBERUNTUNGAN


Hingar bingar dunia seringkali membius akal untuk menyelam di dalamnya. Keindahannya dibalut dalam keramaian yang penuh dengan kepentingan duniawi, sehingga tanpa sadar dibuat lupa waktu bersama Tuhan. Bagi yang tidak terbiasa, begitu kesendirian itu tiba, sejenak mereka akan merasa terpojok pada keadaan yang sangat menjemukan. Tapi justru sebenarnya disanalah nikmat itu berada. Kasih sayang Allah menanti kita untuk mendekat dalam kesendirian. Semua tergantung kepada keputusan diri kita untuk menyambutnya atau tidak.

Perjalanan yang kerap dilakukan tak selamanya berteman makhluk menyenangkan. Adakala sendiri lebih baik tergantung kondisi dan kepentingannya. Sebagai perempuan yang masih sendiri berteman sendiri sudah terlatih. Berkehidupan tanpa menggantungkan terhadap yang lain kecuali memang sedang membutuhkan. Bukan merasa bisa untuk semua, tetapi tidak memanjakan diri dengan mulut hanya berjudul perintah. Berteman itu saling mmembantu meskipun dirangkai dengan kalimat minta tolong. Bagiku, selama tangan dan kaki ini masih bisa melakukan tentu dengan sendiri. Mengupayakan keperluan sendiri dengan diri sendiri memang lebih memuaskan batin.


Ketika gusar menodong jiwa,  yang bisa dilakukan adalah berdiam dalam kulum-kulum doa. Ketika batin berperang dengan diri, ya batinpun butuh istirahat, butuh nutrisi lebih untuk melanjutkan langkah. Agar selalu menuju jalan yang benar. Mereka butuh sejenak, untuk mengkaji laporan kebaikan dan keburukan sebagai hamba, kepada Allah SWT. Disini kesendirian dibutuhkan untuk membawa nikmat bagi hati yang merasa tiada pernah sendiri. Mengevaluasi diri menghitung nikmat dan dosa yang tak pernah terhitung dengan rumus matematika manapun.


Ternyata kesendirian tak selamanya mematikan. Tanyalah kepada para pecinta malam yang terhanyut dalam sholat dan keintiman dengan Robb mereka. Betapa nikmatnya karunia sebuah air mata itu. Air mata penyesalan dan permohonan keampunan atas dosa dan kekhilafan.

Ternyata kesendirian tak selamanya menyakitkan. Tanyakan saja kepada para “penyalur” rezeki. Mereka memilih untuk hanya memberi tahu diri mereka sendiri, atas apa yang mereka berikan kepada orang yang kurang mampu. Tak perlu beramai-ramai apalagi dengan pengumuman. mereka melakukan sesuatu untuk hanya diketahui oleh Yang Maha Mengetahui.

Ternyata kesendirian adalah menyelamatkan. Tanyakan saja pada para manusia penyimpan aib sodara mereka. tiada waktu lebih untuk mencela kesalahan manusia lain. yang ada adalah belajar dari kesalahan mereka dan terus memperbaiki diri sendiri.


Ternyata Kasih sayang Allah SWT itu unik untuk disampaikan. Dalam kesendirian sebenarnya Allah SWT memberi jeda waktu berkualitas untuk penyegaran nurani dalam pertemuan hangat dengannya, sebelum memulai langkah baru menghadapi tantangan dunia.

Ternyata Kasih sayang Allah SWT itu unik untuk direnungkan. Dalam kesendirian diajarkan menjadi sahabat bagi diri sendiri. Dan hal itu adalah memang yang paling masuk akal. Bukan tak boleh meminta bantuan kepada sesama, tapi akan lebih baik jika mengharuskan untuk mampu berdiri dengan kaki sendiri. dan dikala terjatuh pun, harus mampu membangkitkan diri.

Mencoba ramah pada kesendirian, mungkin akan lebih baik dan berarti. Ya, akan lebih berarti disaat keadaan dan dunia tak bersahabat.Kesendirian dan kesepian adalah momen yang tepat dimana seharusnya manfaatkan sebagai latihan untuk mengendalikan ego. Berusaha menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri entah dalam keramaian ataupun kesendirian adalah sebuah anugerah. Karena sendirilah pemeran utamanya, pemimpin dari diri sendiri dan yang paling mengerti isi hati.


Menelusuri kisah-kisah sahabat yang mulai intim dengan pacaran. Dan saat itu pula uji kesabaran dimulai.  Mengingatkan diri untuk mengendalikan diri dari rongrongan iri dan menekan hati dan pikiran untuk menerus memohon ampun. Sungguh,  masa jahiliyah telah berlalu. Langkah memperbaiki diri harus dirawat dan dipupuk. Dari godaan menyolok mata, menancap telinga, bibir yang tak ingin bungkam serta pikiran buruk.

Ternyata kesendirian dalam arti belum bersama pendamping hidup, tidak melulu berarti Allah tidak sayang. Justru Allah memberi kesempatan memberi rasa sayang kepada sesama lebih banyak. lebih dekat dengan orang tua dan keluarga besar. Bisa jadi orang terdekat lebih membutuhkan disaat masih sendiri. Dengan masih sendiri bisa bergerak lebih leluasa, belum terbebani buah hati dan restu suami. Bisa jadi, disekeliling, komunitas, organisasi, kondisi tersebut masih menjadi primadona untuk berperan aktif. Nikmat mana lagi yang didustakan, sesungguhnya Allah maha Tahu lagi bijak mengasihi ihwal terbaik untuk hambaNya.

Ternyata kesendirian membawa nikmat bagi hati yang merasa tiada pernah sendiri. Karena mereka percaya bahwa Allah selalu menemani. Janji Allah takkan ingkar untuk makhluknya,  terlebih yang berbusana Taqwa. Memproses diri bersalin menjadi bagian dari umat yang berittiba terhadap utusan Allah sesuai kalamNya. Sebuah keberuntungan tiada terpeti terhindar dari ihwal yang disebut maksiat dan nilai lebih dari pahala sabar. Semestinya sabar dan sholat sudah menjadi sebaik-baik penolong. Biar kegaduhan yang paling romantis saat berjumpa Allah dalam sujud. Bersikap wajar menanti hingga tepat ketentuan Sang Kholik mewujudkannya diwaktu yang paling tepat. Senantiasa memelihara doa, bersantun dalam bersikap.

Saturday, 2 January 2016

Resep Berwirausaha Dengan Hati Bening di Daarut Tauhid


Resep Berwirausaha Dengan Bening Hati di Daarut Tauhid

Wirausaha memang menarik untuk didiskusikan. Terutama di kalangan karyawan yang ingin menjadi pembisnis. Saat ini perkembangan bisnis begitu pesat dan menjadi peluang besar bagi setiap orang untuk memulainya. Dan tak ada salahnya jika karyawan pun mulai memikirkannya.


Suasana niaga di kawasan Daarut Tauhid



Minggu (11/29), Sejumlah 56 peserta yang di panitiai pengurus Yayasan Al Muhajirin Nikomas mengadakan training wirausaha. Bertempat di Daarut Tauhid pondok pesantren asuhan Abdullah Gimnastiar yang lebih terkenal dengan AA Gym. Pada kesempatan tersebut, adik kandung Aa Gym sekaligus Dirut ponpes Abdurrahman Yuri yang biasa disapa Aa Deda. Memasuki kawasan Daarut Tauhid tidak ada gerbang atau gapura selamat datang menyapa. Komplek usaha dan pondok pesantren menyatu dengan warga.
Training kewirausagaan oleh A Deda yang menghibur dan memotifasi



Wisata Rohani Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Museum & Pendidikan DAARUT TAUHIID, GEGERKALONG GIRANG, BANDUNGTahun '80-an, sekitaran Jalan Gegerkalong Girang terkenal sebagai "gudang maksiat." Tapi setelah datangnya seorang pemuda bernama Abdullah Gymnastiar dengan membawa beragam aktivitas positif, justru kawasan yang sering disebut 'Gerlong' saja itu, kini lebih dikenal sebagai pusat dakwah. Menyebut Gerlong pasti ingat Daarut Tauhid, begitu juga sebaliknya. Yayasan Daarut Tauhid didirikan oleh Abdullah Gymnastiar---seorang ulama otodidak (belajar langsung dari K.H. Choer Affandi, pimpinan Pesantren Manonjaya - Tasikmalaya, dari seorang ulama sepuh dari Garut, serta seorang ulama sepuh dari Demak) secara resmi pada 4 September 1990.Cikal bakal Daarut Tauhid berasal dari kegiatan wirausaha yang dilakukan Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) tahun 1987, dibawah komando bisnismen saleh ini. Ketika itu sebagian laba diniatkan dan sengaja digunakan untuk menopang kegiatan dakwah.

  Dalam kesempatan tersebut Aa Deda menegaskan bahwa untuk memiliki kebeningan hati membutuhkan rumus syukur yang nantinya akan membuat hidup bahagia. Yaitu dengan mengakui rasa syukur, menampakan  dan mendekatkan kepada Pemberi Rizki. Dan salah satu nikmat syukur diperoleh jika ada pembanding. Seperti yang dikutip dalam sebuah hadits “Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Musli



Masjid Darut Tauhif  sebagai central dakwah yg sederhaba 

  "Membangun pribadi yang bekerja dengan hati memiliki keuntungan bekerja nikmat, tambah taat serta berlimpah manfaat. Keuntumgan yang lain yaitu dengan ikhlas, mampu dan jujur, sarana belajar dan prinsip mebahagiakan orang lain, sewajarnya ini menjadi jalan kedekatan’ dengan Allah SWT,” tandasnya.
   

Monday, 14 December 2015

Menyunting Arti Pertemuan Sahabat


                                  Menyunting Arti Pertemuan Sahabat

Sesiang itu menerawang langit bersandar kursi besi di taman ibu kota. Memandang awan mendung bergerombol bersama desir-desir angin. Reruntuhan dedaunan menebar pacu cerita. Masing-masing kaki kiri serempak menindih diatas kaki kanan. Jemari menyatu diatas tas yang dipangku. Pertemuan yang disengaja diakhir pekan pertengahan bulan akhir tahun.

Sesekali saling membisu hingga tertampar selembar daun kering yang tersapu angin. Riuh  mebyaksikan pemuda pemudi  bergelut dengan kegemarannya. Menaiki dua roda ada dan tanpa awak setir. Mengumbar senyum diantara kejar-kejaran keceriaan kebersamaan. Mengacung-acungkan kamera berpamer muka cerah sampai mengadu kepala.


"Bagaimana perkembangan hubunganmu?" pertanyaan perdana meluncur dari bibir tanpa poles gincu. Alkisah bla bla bla merambat dari seluruh peristiwa,sudut kanan kiri juga atas bawah, tertuang dalam bincang hangat. Tidak mengumbar penawar rindu. Makhluk dewasa seperti kita, memang sudah patutnya bisa mengerti segala keadaan dari pelajaran hidup. Ada campur tangan restu Allah diatas ikhtiar dan doa.

Sama dengan pertemuan dengan temanku saat itu. Di bawah cafe sederhana tersanding secangkir kopi panas. Membahas soal yang sama. Ya, usia diatas seperempat abad memang tidak lepas dari bujuk dan teror untuk melangkah ke pelaminan. Tepatnya perkara jodoh.  Saat menggelar kisah-kisah pribadi teman dekat kemudian kita menarik benang merah. Sudut hikmah yang sama dengan pemahaman yang berbeda. Saling berpandangan dan mengurai senyum , dan pada umumnya sebuah curahan itu berujung kata "sabar".



"Jodoh adalah cerminan diri" kalimat itu sering berdengung dibalik gendang telingaku. Kemudian berkembang setelah cerminan diri menjadi "Memantaskan Diri". Sebenarnya didalam Islam sudah dikenalkan dengan istilah "sekufu" Jika pun kisah Cinderella dalam kehidupan nyata itu satu dari jutaan orang yang beruntung dan memang pantas. Tidak berhenti belajar dan memperbaiki kesalahan serta semakin mendekap dengan yang memberi hidup. Sepasang pendamping hidup bertemu dan mengikat komitmen tentu didasari keyakinan kuat dan kenyamanan. Pastinya atas campur tangan Allah, entah jodoh pilihan sendiri atau jodoh yang dipilihkan Allah. Saat ini memang belum mendapatkan. Setidaknya tidak terlambat berdoa meminta. Meminta untuk dipersiapkan menjadi wanita yang seutuhnya menjadi ibu dari anak-anak dan istri sebagai hadiah suami.



Bicara ihwal yang belum menjamahi dunia terkadang sering menebak-nebak. Kita hanya bisa merangkum dari peristiwa, tulisan yang telah terbaca lalu berkaca. Terkadang pula berlanjut ke dunia mimpi dan imajinasi hehe. Kita semua adalah lakon didalam skenario jalan hidup masing-masing. Cukup menjadi jiwa yang tenang dan berbaju "taqwa" saja janji Allah takkan inkar. Dan berbaju apa kita hingga rahmat itu enggan segera mendekat .




Sunday, 13 December 2015

Mengenal Banten Mengenal Cinta


              Mengenal Banten Mengenal Cinta

Menjadi salah satu dari jutaan perantau yang terdapat didaerah salelit itu antara pilihan dan kebutuhan. Dan di Banten inilah aku berlabuh hingga sekarang. Secara perlahan mengenal Banten mengenal pula histori, kebudayaan dan peradabannya. Dan di Banten pula aku mengenal cinta dan perjuangan.

Para akademisi dan seniman yang saya temui di Rumah Dunia banyak berbicara tentang kejayaan masa lalu. Ihwal pertama kekaguman itu mulai muncul saat berziarah ke Bendungan Lama Pamarayan beberapa tahun silam. Perjalananku memang baru secuil melangkah dari mulut pintu. Kemudian beberapa kali berkumpul dengan pemerhati Banten. Konon Banten adalah wilayah yang kaya raya di Pejaten punya produk unggulan bawang merah bangunan kerajaan Surosoan dan Kaibon yang megah. Penyulingan air dari Tasik Kardi yang sampai saat ini jadi penelitian. Pintu gerbang ekonomi dari Karangantu. Pada masanya menjadi pelabuhan terbesar di Asia dan Banten mendapat julukan Singapurnya Indonesia.

Itu Banten yang dulu, sekarang membaca Banten membaca keprihatinan. Prihatin juga dengan daerahku, saat membaca berita Brebes menjadi kabupaten yang termiskin di Jawa Tengah. Ah, itu hanya survei dari penelitian suatu lembaga. Meski dari seluruh kabupaten di Jateng Brebes bukan urutan terakhir soal UMK terendahm Toh kemakmuran warga kembali kepada penduduk asli yang merasakannya.

Aku jadi ingat waktu lebaran kemarin mudik. Dafa, keponakanku lagi-lagi nyinyir "Harusnya semua kebun dan sawah dibuat perumahan, jalan diaspal dan dikasih lampu" usai melihat lingkungan sekitar yang dikelilingi kebun dan sawah yang luas. Bisa jadi ini adalah kesimpulan kecil yang terekam dalam otak anak sesuai apa yang dia lihat dilingkungan terdekatnya. Dan benar saja, sepanjang Cisait sampai Ciujung sudah ada 6 perumahan yang dibangun, dan 2 lagi sedang penggarapan lahan tanah menurut developer Elsalim Group yang akan membangun perumahan Griya Sakinah.

Kami pendatang dan kami menumpang kemudian menetap. Itu hanya sebagian wilayah kecil yang dijadikan perumahan, belum termasuk Serang, Cilegon, Cikande dan Tangerang. Perlahan menggusur tanah menjadi gelaran bangunan, menebang pepohonan diganti atap, menggilas lahan sawah menjadi jalan.

Tidak ada asap jika tidak ada api, tidak mungkin jika ada sumber mata pencahariaan yang tidak diserbu. Bagian dari konsekwensi, selain itu pemandangan sampah, kontrakan kumuh yang tak beraturan, gaya hidup yang bergeser juga termasuk didalam perubahannya.

Berangkat dari situ tingkat keprihatinanku makin menumpuk. Disamping para petinggi yang terkesan mengabaikan. Lagi-lagi izin pembangunan pabrik, perumahan tidak dipersulit, pejabat terkait terlibat makan uang rakyat, jalanan rusak, jembatan roboh, bayi busung lapar, sungai tercemar.

Bantenku sayang Bantenku malang. Aku sudah menjadi bagianmu sejak 8 tahun lalau, bahkan KTP dan pasporku beralamatkan Pipitan Walantaka Serang. Mencintaimu rasanya tak harus muluk-muluk. Cukup menjadi warga yang baik, taat hukum dan sadar lingkungan adalah bekal berharga. Membuang sampah pada tempatnya, mematuhi lalu lintas dan mampu berbagi kebahagiaan dengan sekitar.

Mengapa berbagi kebahagiaan? Hampir setiap hari karyawan dilanda macet di perempatan Tambak, sepagi itu mereka dibuat stress dengan keadaan. Sementara penyebabnya dari banyak arah. Tepat musim berangkat pekerja dan pengguna jalan juga yang semua ingin cepat sampai tujuan. Sampai -sampai nikung kanan, kiri jalan dua arah dipenuhi. Akibatnya jalan mampet dan tak terurai, mengular memanjang dari kedua arah. Banyak pula yang menyerobot jalan jadi pemandangan sehari-hari.

Bertemu dengan banyak orang sering menjadi obat. Terutama kami pekerja. Salah satu rutinitas membunuh waktu dalam produktifitas.PT. Nikomas, tempat kerja kami menjadi wadah pemersatu bangsa. Berbagai suku kami temui, dari Jawa, sunda, batak, Palembang ada. Begitu juga suasana dalam tiap perumahan. Bhineka Tunggal Ika dalam setiap kebersamaan. Ciri, adat, khas yang beragam menyatukan kami. Belajar menghargai perbedaan, menjunjung nilai menghormati dan ki membaur. kerukunan itu terjalin bersama kebahagiaan bersosialisasi, khususnya untuk warga karyawan, umumnya untuk Banten.


Friday, 4 December 2015

Merawat Hidup Bicara Umur


Arti Merawat Hidup ala Opa Abraha Lim

Hampir sebulan pertemuan, sepulang dari Hutan Mangrove itu berlalu. Obrolan di atas kursi BKTB masih teringat jelas. Usia sudah 64 tahun, badannya masih terlihat bugar dan energik. Di usia senjanya, masih sibuk dengan bisnis batu di PIK 2. Kendaraan  tinggal  dan memilih berkendaraan umum yang murah meriah dan tidak dipusingkan dengan lahan dan biaya parkir beserta macet, katanya.

Namanya Abraham Lim, opa pengusaha batu yang di suplai dari luar jawa.  lelaki tua asal Solo keturunan Cina ini bercerita tentang kesibukan usai meninjau batu-batu yang sudah mereklame Pantai Indah Kapuk.  Foto -foto berburu batu di Lampung dan Kalimantan ia tunjukkan padaku. Menurut beliau PIK 2, akan menjelma Dubai 30 tahun mendatang, jembatan replika dari Turki sudah berdiri. Sekarang sedang proses reklame dan pembangunan ruko-ruko artistik. Lebih dari 12 pulau akan membentang diatas laut. Betapa megahnya Dubai yang aku lihat di televisi, namun akan dikalahkan oleh PIK 2 yang ada di Jakarta.


Beliau berbagi asam garam kehidupan. Meski ditengah obrolan banyak terpotong gegara telp flip flop sering berdering. Banyak diantaranya bercerita  tentang keseimbangan Ying dan Yang dalam hidup. Maksudnya, membebaskan pikiran dan berhati lapang hingga terbebas dari stress. Beliau juga menambahkan penyebab penyakit dan kematian lebih cepat seseorang ada 2 faktor, yaitu gaya hidup dan asupan makanan. Hidup sederhana beliau pilih yang membuat jiwa dan raganya terlihat lebih muda. Memilih makan sayuran dan menu yang tidak membuat lambung bekerja keras.Merawat tubuh sesuai porsi, berpikir positif, hati yang tenang, asupan makanan yang halal lagi baik dan selalu berdekapan dengan Maha Bijak.

Teringat nasehat dari Aa Deda saat di Daarut Tauhid menjelaskan tentang 3 umur. Yakni umur biologis, kronologis/kalender dan  umur. Umur biologis adalah umur seseorang berdasarkan kematangan sel-sel biologis tubuhnya, sedangkan umur kronologis adalah umur seseorang yang dihitung mulai saat kelahirannya berdasarlan perhitungan kalender.Umur amal adalah umur seseorang yang dihitung berdasar amal perbuatan selama didunia yang dipertanggung jawabkan hingga akhirat kelak.

Dan benar sesuai dalam hadits yang menyebutkan salah satu jalan memperpanjang umur dengan bersilaturrohmi. Pertemuan yang semoga atas kehendak Allah membawaku mengerti arti merawat hidup. Setiap perjumpaan setiap itu pula ada cerita baru, entah itu orang lama atau sosok yang baru ditemui.