Tuesday, 27 February 2018

Ternyata Ada Dokter Ahli Bedah yang Dermawan Di Ibu Kota

Ternyata Ada Dokter Ahli Bedah yang Dermawan Di Ibu Kota



Setelah mendapat info dari orang-orang tentang dokter itu, kami mencoba menyambanginya. Kabar harum yang disebarkan orang-orang ternyata saya sendiri merasakannya. Berawal dari keanehan seorang ibu yang melihat bonus daging yang terdapat didekat telinga dan pipi anakku sebab bawaan lahir. Tanpa meremehkan bonus itu, lalu mereka menyarankan untuk ke dokter itu. Dan mereka memastikan tukang ojek sekitar dan bajaj mengenal rumah prakteknya.

Sepagi itu pasien memenuhi kursi diruang tunggu. Dokter yang sudah lanjut usia itu masih tampak segar. Kaca mata plus menempel dihidungnya. Kulit putih keriput membungkus tubuhnya yang sudah menua. Sudah 43 tahun menjadi dokter ahli bedah. Setelah pintu dibuka satu persatu pasien yang sudah ada janji sebelumnya dipanggil. Jam 6 pagi rumah praktek buka hingga selesai. Khusus untuk Rabu dan Sabtu pagi menangani pasien bedah terlebih dahulu. Libur di hari Kamis dan Ahad. Beralamat di JL. Utan Panjang III 30 RT 005/07, Serdang,Kemayoran, Jakarta.

25 ribu dikenakan pada pasien yang sakit, dan 300 ribu untuk operasi kecil. Dengan catatan setelah diperiksa, dokter mencatat resep dan diberikan ke pasien. Obat membeli sendiri di apotek. Dari pengamatan pribadi beberapa pasien dengan keluhan kutil yang tumbuh membesar, cantengan sehingga harus mencopot kuku, kelenjar dileher, daging tumbuh di bagian punggung dan tangan dll. Banyak keluhan pasien yang merasa repot dengan prosedur dan menejemen rumah sakit yang berbelit-belit dan mahal. Menerima pasien tanpa dipusingkan dengan jaminan kesehatan atau pun asuransi manapun. Dengan adanya H. dr. Amir S. Lubis Sp.B lebih termudahkan. Selain murah, sosok dokter yang ramah dan humoris semakin membuat nyaman. Dokter lulusan UI ini, setiap hari beliau bertugas di RS. Islam Jakarta. Pengalamannya yang hampir setengah abad hampir tidak diragukan lagi. Ada dua bangsal untuk memeriksa pasien. Untuk pasien yang dibedah ditangani ahli dengan dokter yang lebih muda usianya.

Untuk pasien anak-anak didahulukan. 5 pasien masuk kemudian dicatat dan dipanggil lalu diperiksa. Jadi ketika kita datang, tidak ada nomor antrian. Jika ada pasien berencana untuk dibedah, tidak langsung saat itu juga. Setelah diperiksa kemudian ditentukan tanggal, hari dan jamnya berikut prosedurnya.

Selama didalam ruangan pemeriksaan, dr. Amir sesekali mencandai pasiennya. Saat itu ada seorang nenek yang ikut masuk ke ruangan menemani cucunya yang sakit. Beliau menanyakan ke nenek tentang singkatan pelakor yang marak dipemberitaan. Dengan nada polos nenek menjawab tidak tahu. Ternyata nenek itu pun korban pelakor yang pasrah. Kemudian dr. Amir berpantun lo sepuluh gue sebelas, lo selingkuh gue balas. Grrr kami semua tertawa dan candaan lain yang membuat kami relax.

Pemeriksaan buah hatiku berlangsung cepat. Anakku sehat, tidak disarankan bawaan lahir itu dioperasi segera. "2 atau 3 tahun lagi datang lagi kemari. Kalau umur saya masih ada" ujar beliau. Mengingat letaknya diwajah dan anak usia belum genap setahun aktif bergerak. Aku tidak disarankan untuk khawatir tentang keloid yang muncul pasca operasi. Menurut beliau keloid bisa tumbuh dibagian tubuh, misalnya perut, tangan dan kaki. Penyebab pasti adanya bonus tsb tidak bisa disebutkan secara rinci, namun faktor genetik bisa menjadi pemicunya. Tanpa ada resep dan secarik tulisan apapun aku tidak diperkenankan membayar. Hanya ucapan terimakasih dan doa yang kuucapkan sebelum melangkah pergi. Lalu uluk salam sebelum kami benar-benar berpisah. Dalam hatiku, 'panjang umur dan penuh berkah yak, Dok'

Tuesday, 13 February 2018

Asal Muasal Bumiayu Brebes

Asal Muasal Bumiayu Brebes
wikipedia.org

Menjadi putra daerah asal Bumiayu, membuat aku ingin selalu mengenalkan segala tentang Bumiayu. Sejauh apapun merantau pasti akan kembali berziarah ke tanah kelahiran. Ada dokar atau delman atau andong yang masih menjadi alat transportasi konvensional yang membawa kenangan. Dulu, dokar sering mengantarkanku pulang sekolah ke terminal. Atau dari kantor polisi sampai kantor pos untuk mengambil wesel. Melewati jembatan diatas Kali Keruh yang tak pernah terlewatkan.

Berburu kuliner makanan khas saat ke pasar sering menjadi tujuan saat pulang kampung. Dari kembang keprol, opak petis, gorengan dage, gorengan randem dll. Untuk menu lauk yang bikin terngiler adalah sayur kubis, kami menyebutnya ceriwis yang dioseng dengan potongan dage. Mie konyol juga sogol sangat enak dimakan dengan nasi hangat. Lebih nikmat lagi ditemani ikan asin dan sambal. Nikmat yang luar biasa.

Kecamatan Bumiayu yang mayoritas penduduk petani adalah satu dari 17 kecamatan dari kabupaten Brebes. Merupakan kota kecil yang dikelilingi pegunungan dan bukit yang indah. Dengan makanan khas dage, gorengan randem, sogol, ketan pencok. Bahasa ngapak mendominasi menjadi percakapan sehari-hari masyarakatnya. Untuk nama Bumiayu diberikan oleh Adipati Anom (Amangkurat II) dalam pelariannya ke Tegal, karena di daerah ini ia bertemu dengan penduduk sekitar yang berparas cantik (Jawa: ayu). Berikut kurang lebih ceritanya,
                         ****
Alkisah, konon pada dahulu kala hiduplah seorang raja yang gagah nan rupawan.  Beliau memiliki kegemaran berburu di hutan. Karena kerajaan yang dipimpinnya aman tentram, gemah ripah loh jinawi sehingga sang raja leluasa berburu ke hutan manapun yang beliau kehendaki tanpa diiringi oleh seorang pengawal.

Suatu ketika disaat raja sedang berburu, pandangan raja terganggu oleh makhluk tuhan yang paling cantik alami terpancar bak bidadari. Raja sangat kaget dan rasa penasarannya membuncah. Matanya yang tajam enggan lepas melihat sesosok gadis cantik (sebut aja tukiyem).Dari jarak yang tidak jauh, raja terus mengamati dengan seksama. Hampir tidak percanya kalau yang beliau lihat adalah manusia. Rupanya gadis yang sedang mencuci di sungai Kali Keruh tersebut tidak tahu kalau dia sedang diamati oleh seseorang.

Karena rasa ingin mengenalnya lebih dekat, raja berusaha perlahan mengendap-endap mendekat. Langkah kaki perlahan melangkah dan menutup erat bibirnya. Raja begitu fokus pandangannya pada Tukiyem. Pandangannya yang lurus membuat kakinya terluka. Darah keluar dari kulit ari kaki yang tebal, tersandung sebatang tunggak kayu selong. Brukk, suara jatuhnya raja terdengar oleh gadis tersebut. Tukiyem dihantui rasa takut, kepalanya menengok kanan kiri memastikan keadaan sekitar. Ada prasangka ada binatang buas. Tak bisa memunculkan keberaniannya, akhurnys Tukiyem ambil langkah seribu dengan membabi buta. Rajapun tidak mau kehilangan Tukiyem, beliau mengejarnya. Tukiyem pun penasaran dengan suara tadi, sambil berlari Tukiyem menengok ke belakang dan ternyata ada seseorang yang mengejarnya. Ketakutan itu kian bertambah membuat larinya berusaha secepat kilat, meski dengan napas yang tersendat-sendat.

Raja yang menerus berlari ikut kewalahan mengejarnya. Seperti kehabisan oksigen, napasnya terengah-engah. Jalan yang dilaluinya berupa hutan dan perbukitan. Disitu rraja bersumpah, "Kelak suatu saat keturunanku tinggal disini tempat ini saya beri nama Munggang (munggah:naik)" (salah satu desa didekat Kali Keruh). Walaupun kondisi ngos-ngosan, raja tidak putus asa untuk terus berjuang. Tukiyem yang berbadan langsing dan berkaki jenjang berlari super duper kencang tidak berhenti.

Raja kelelahan dan beristirahat. Napasnya diambil dalam-dalam dan berulang sambil  memegang kedua lutut kaki. Dan disinipun beliau bersumpah, "Kelak anak cucuku tinggal di tempat ini , maka tempat ini saya kasih nama Laren"  (liren/istirahat). Setelah istirahat beberapa saat raja mengejar kembali Tukiyem kembali.

Dari kejauhan terlihat Tukiyem sudah menyebrangi sungai dan terlihat samar-samar. Disinipun raja kembali bersumpah. "Kelak suatu saat anak cucu saya mendiami tempat ini maka tempat ini saya beri nama Sawangan" (sawang-sawang atau samar-samar).

Raja terus berlari dan berlari begitupun juga Tukiyem. Raja terus membuntuti langkah tukiyem. Ternyata langkah Tukiyem menuju kediaman raja (Kerajan).  Tukiyem tak menyadarinya dan berusaha sembunyi dipemukiman raja. Dengan langkah pasti raja pun terseyum-senyum rupanya buruannya terjebak dalam kerajaannya. Mengetahui akan hal itu raja memberi maklumat kepada prajuritnya untuk mengepung kerajaan. Satu persatu raja memeriksa ruangan kerajaan dan terlihatlah jejak kaki Tukiyem yang basah di lantai kerajaan, ternyata jejak kaki tersebut mengarah ke kamar raja.


Dengan semagat empat lima raja membuka pintu pelan tapi pasti..krekeeet..!. Nah Tukiyem pun kaget bukan kepalang, ternyata persembunyiannya diketahui, padahal Tukiyem bersembunyi di pojokan dinding. Mata raja berbinar bangga karena buruannya ada di hadapannya yang tidak lain adalah seorang makhluk tuhan yang cantiknya sudah bawaan lahir, alias Tukiyem.

Dengan suara wibawa rajapun menyapa Tukiyem, "wahai wanita yang cantik, selamat datang di kerajaanku". Tukiyem baru sadar kalau tempat persembunyiannya adalah tempatnya orang yang mengejarnya. Tukiyem pun menjawabnya dengan ketus. "Tolong siapapun kisanak!, jangan sentuh aku!", raja membalasnya, "Jangan takut wanita cantik, aku adalah raja"  ujar raja berusaha merayu. "Aku tidak peduli siapa kisanak, anda raja atau pun bukan. tolong jangan sentuh aku, kalau kisanak menyentuhku, aku akan masuk kedalam bumi ini". Tukiyem tentu paham dengan tahta sebagai raja, tapi ia tidak silau dengan harta. Terlebih raja dengan rupa yang ganteng, berkumis tebal. Tukiyem tetap kukuh dengan pendiriannya. Mendengar ancaman Tukiyem, raja tidak peduli  beliau menutup pintu kamar dan berusaha meraih Tukiyem. Sebelum raja melangkah kearah Tukiyem, Tukiyem menjejak-jejakan kakinya ke lantaidan saat itu juga Tukiyem lenyap di telan bumi. Raja terkaget dan tidak percaya apa yang terjadi di hadapannya, beliaupun berteriak histeris sambil meyebut "Bumi.ayu..Bumi... ayu..." Dan lahirlah nama daerah BUMIAYU. Sebuah nama dari belahan bumi yang cantik.

Monday, 12 February 2018

Siapa Bilang Ngontrak Sepetak Tidak Bahagia

Siapa Bilang Ngontrak Sepetak Tidak Bahagia


Beberapa hari belakang hidup di ibu kota yang biasanya melulu gerah, sekarang lagi musim merinding disko. Bukan karena ketakutan hantu, melainkan hujan yang menerus membasahi bumi. Kipas yang biasanya menengok kanan kiri walau tidak menyebrang kini sering dimatikan. Sering juga hujan yang bercampur dengan angin menerobos jendela tanpa gordain itu. Hembusan angin kencang juga sudah mengalahkan kencangnya kipas, lelagi suara atap seng yang berisik terkibas oleh angin. Tinggal di lantai tiga tinggal melongok ke bawah jelas terlihat, ya pemandangan atap-atap yang kebanyakan asbes. Dan nun jauh disana terlihat gedung-gedung menjulang tinggi, baik gedung perkantoran atau pun apartemen.

Usai sholat ditegakkan, rasanya enggan beraktifitas. Toh CLBK (Cucian Lama Belum Kering), tarik selimut bobo cantik ajah. Buah hatiku lelagi tak ingin lepas dari menyusu. 'Bermalas-malasan' tidak akan dilakukan jika kami masih tinggal di rumah orangtua atau mertua. Kontrakan sepetak dan tak punya teras atau pun halaman. Selagi bareng di rumah orangtua, aktifitas usai bangun adalah membereskan beberapa ranjang, menyapu rumah dari ruang tengah, ruang tamu kemudian teras. Disusul ruang makan dan dapur. Dikontrakan ukuran 3,5 x3 meter ini, cukup dilap kanebo atau sesering mungkin memunguti kotoran dan rambut rontok yang berserakan.

Sebisa mungkin suara kami tak kencang menembus tembok dan pintu. Setembok dengan kamar sebelah sangat memungkinkan obrolan terdengar. Beberapa kali tetangga bertengkar dan bercanda dengan nada yang lantang, membuat terkadang penasaran. Jika ada bunyi barang pecah pecah belah, obrolan penuh emosi, dan sedu sedan tangis berarti pertengkaran hebat. Disaat seperti itu aku memilih lari dari kenyataan. Melerai, aku bukan sesiapa dan kondisi sedang berapi, yupz kabur adalah jalan menenangkan diri hingga suasana mereda. Jika bunyi gelak tawa dengan suara kaki yang menjejak lantai biasanya mereka sedang berkelakar. Sebab jarak antara tangis dan tawa tipis.

Pertama memasuki kontrakan untuk pertama kali usai menikah, rasanya mengasihani diri sangat kuat. Tak bisa menahan haru, tetesan air mata mengalir. Kontrakan dengan lebar tak seberapa di lantai tiga, dengan tangga yang lebarnya hanya untuk sebadan. Menapaki anak tangga perlu kehati-hatian yang lebih, kemudian berbelok-belok. Tak dijumpai sebarang pun kecuali kipas tua menempel didinding yang tidak punya penutup dan tidak bisa disetel kecepatannya. Kemudian hanya dua bulan bertahan dan pindah ke kontrakan sepetak yang lebih luas satu meter, yang menaiki lebar anak tangga dengan muatan dua badan.

Terlatih mandiri dan prihatin menempa pribadi yang kuat dan tidak cengeng. Awal berbelanja perlengkapan serba dua, bantal, gelas, sendok, garpu, piring dan mangkok. Kebutuhan kebersihan sapu, pel, lap, sikat, sabun tidak ditangguhkan. Setiap hari menciptakan suasana romantis, makan sebungkus berdua, berselimut berdua, segelas bersama. Dan setelah ada anak kebahagiaan kami bertambah, ana tawa dan tangis yang menggemaskan. Perkembangan jiwa, raga yang terkontrol oleh kedua orangtuanya.
mbuat hidup lebih lama

Tetiba bau busuk menusuk hidungku yang pesek. Kentut tanpa suara dari bokong suami. Tak bisa mengelak, menutup hidung dengan tangan atau baju. Sedang aku juga tak malu-malu mengeluarkan bunyi kentut yang bervolume besar. Saling berbalas kentut sudah menjadi bahan candaan hampir setiap hari. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa menghirup kentut yang bau memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Bau gas metan dapat menurunkan kemungkinan penyakit dan membantu orang hidup lebih lama. Ada juga yang mengartikan penerimaan dan ketulusann. Yang berarti hubungan yang sehat dalam keluarga basisnya adalah ketulusan dan kepercayaan. Ini sebuah nikmat yang didapat dari kemurahan Allah.

Bertengkar pun perlu ada lawannya, begitu pula untuk berdiskusi. Sepasang suami istri yang hidup terpisah atau yang hidup bersama semua punya konsekwensi masing-masing. Menciptakan kebahagiaan dalam setiap suasana. Bahagia itu kita yang ciptakan. Hidup cukup disyukuri yang ada. Untuk memenuhi gaya hidup, uang sebanyak apapun tak akan cukup. Allah telah menurunkan rizki dengan cukup, rizki yang berasal dari menikah, anak, sedekah, sholat atau pun dijalan ikhtiar. Dan akan semakin tenang saat 5 waktu yang selalu tertunaikan dan bibir yang tak lepas dari dzikir.

Friday, 9 February 2018

Ciri-ciri Pria Stylish

Ciri-ciri Pria Stylish


Zaman now tidak hanya wanita saja yang doyan mengubah penampilan. Pria sekarang sudah tidak asing mengenal gelar metroseksual. Mereka yang gemar memperhatikan dan menjaga penampilan. Jika pria itu sudah beranak sering menyebutnya hot daddy, seiring karakternya yang baik mendukung.
Lantas seperti apa ciri-ciri pria stylish yang bisa diketahui
*Percaya diri
Tidak harus tampan dan punya uang banyak menjadi pribadi yang stylish. Meski pada kenyataannya seseorang akan tampak lebih tampan jika ada modalnya. Modal utama adalah percaya diri. Tanpa rasa percaya diri yang tinggi seseorang akan mengenakan apapun dengan nyaman. Tidak peduli cibiran orang untuk mempertahankan jatidirinya.
*Memiliki koleksi pakaian yang banyak
Banyak pria yang mengenakan baju itu-itu saja. Atau dengan istilah ringke (kering pakai). Tidak seperti wanita yang memiliki banyak model dengan baju-bajunya. Pria cukup dengan celana dan kaos. Tidak begitu dengan pria stylish. Memiliki banyak pilihan kaos, dari warna yang sama dengan gambar yang berbeda. Begitu pun kemeja yang tidak jauh dari flanel dan motif polos.
*Ada beberapa koleksi jam tangan dan topi juga sepatu
Mengenakan pakaian akan sepi bila tanpa pelengkap. Arloji memang sudag tergantikan dengan adanya telepon genggam. Tapi tidak demikian dengan pria ini, arloji menjadi kebutuhan wajib selain penanda waktu dan karakter. Berikut dengan topi, selain sebagai pelindung panas, topi juga bisa sebagai alat menutupi kekurangan rambut. Sepatu untuk toga kategori casual, formal dan sporty.
*Memiliki kendaraan yang tidak biasa
Dari kepercayaan diri itu seorang pria stylish biasanya ingin tampil berbeda. Salah satunya dengan mengendarai motor atau mobil tua, yang sudah dimodifikasi atau yang unik. Tidak mesti dengan merogoh saku yang dalam, sekarang banyak motor tua yang terjangkau harganya dan masih kece badai sebagai tunggangan buat menggilas aspal.
*Tidak Menonjolkan Brand
Seorang yang stylish tidak akan memedulikan brand pakaian yang ia kenakan. Selama pakaian itu cocok dan memenuhi seleranya maka ia akan mengenakan pakaian tersebut.
*Tidak Terlalu Mengikuti Tren
Tren merupakan suatu hal yang sedang hangat dianut masyarakat. Tidak dapat dipungkiri, bahwa tren mode juga akan terus berubah. Seorang yang fashionable akan mengetahui hal itu.
*Merawat diri dengan rajin
Memiliki alat cukur bagi pria sudah wajib. Untuk memiliki lotion, pelembab dan sabun wajah untuk pria belum tentu punya. Nah, untuk pria stylish pasti mendapatinya. Bahkan sabun muka menjadi barang yang wajib ada ditas. Bahkan ada yang diam-diam menyimpan bedak dan pelembab bibir. Tujuan tidak lain agar tetap terlihat segar dan tidak pucat.
*Hobi olahraga yang rutin
Lelagi tampang saja tak cukup untuk menunjang penampilan. Rajin berolahraga tentu menjadi aktifitas yang menyenangkan. Joging, futsal atau rutin nge-gym, bukan hanya sehat saja yang diperoleh, ada rasa senang dan kepuasan tersendiri.

Barang Kecil Dirumah yang Terlupakan

Barang Kecil Dirumah yang Terlupakan


Memiliki pengalaman berganti-ganti kontrakan, secara tidak sengaja banyak mempelajari lingkungan sekitar. Secara umum terlihat sering oleh kasat mata. Kebutuhan yang seharusnya penting tersisihkan oleh yang namanya gaya hidup. Banyak orang terlihat mewah secara kemasan luar, namun bak rongsokan untuk urusan dalam. Kalau boleh dikaya, bodi mercy onderdil bajaj.

Berikut beberapa barang keperluan rumah tangga yang sering terlupakan

*Pakaian dalam
Memakainya didalam tak mesti selalu tertutup. Tidak langsung, terkadang melihatnya saat dijemur atau tidak sengaja terlihat saat menjongkok atau peristiwa lain yang membuat terbuka. Miris saat melihat celana dalam dengan kondisi karet yang sudah molor, sobek masih saja dipakai. Dan ternyata pemilik celana dalam atau bra yang koyak adalah wanita cantik. Acap kali keluar rumah dengan luaran yang bagus dan dandan yang cantik. Baiknya, secara umum ahli pakaian dari Textiles, Paper & Plastics Lab di Good Housekeeping Institute menyarankan bahwa pakaian dalam harus diganti setiap 6 bulan sekali. Bukan hanya pakaian dalam sudah usang, tapi juga membuang kemungkinan timbulnya penyakit karena bakteri yang tinggal di kain pakaian dalam.


*Gantungan baju
Gantungan baju dapat terbuat dari kayu, kawat, palstik, beberapa bahan karet gunakan untuk mengeringkan pakaian setelah dicuci tetapi masih banyak lagi kegunaan dari gantungan baju. Para perantau yang mengontrak biasanya memulai dari 0. Namun untuk ukuran belajar mandiri rumah tangga ukuran harga gantungan masih murah. Mengingat lahan kontrakan biasanya tidak selebar rumah pada umumnya. Mengefisiensikan tempat menjadi penting sebab lahan yang tak seberaoa itu harus berbagi dengan yang lain. Ini bisa menjadi penyebab timbulnya konflik.

*Sandal Jepit
Sandal jepit merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak kalah pentingnya dengan listrik.  Bahkan antara sandal jepit dengan listrik ada hubungan. Kalau anda sedang memperbaiki arus listrik (kabel), harus memakai sandal jepit, kalau tidak memakai anda bisa kesetrum. Anda yang pernah mengontrak pasti mengalami kehilangan sandal jepit. Sandal tipis yang ringan dan praktis paling nyaman dipakai untuk jalan yang cepat, tepat. Seperti berbelanja diwarung sebelah atau yang penting untuk alas saat wudhu.

*Galon air
Perlu diketahui, Kebutuhan asupan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, penyakit, hingga iklim. Kebutuhan air pada bayi atau anak-anak dan lanjut usia tentunya lebih sedikit dibanding orang dewasa sehat. Normalnya, remaja dan dewasa sehat perlu minum air putih 8 gelas per hari atau dua liter. Dengan mempunyai galon, yang biasanya berisi 19 L, meminimalisir dehidrasi dan menghemat keuangan. Dengan satu botol besar dengan ukuran 1.5 L, praktis membuat sering ke warung dan boros.

*Spons cuci piring
Pada zaman dahulu cukup menggunakan serabut kelapa dan sabun. Seiring perkembangan zaman spons cuci piring didesign mudah dan praktis dan dengan harga murah. Namun sayang, ada banyak yang menepikan itu. Padahal mencuci piring atau gerabah merupakan kegiatan sehari-hari. Spons cuci piring adalah ‘rumah’ bagi triliunan bakteri. Menurut profesor Markus Egert, ahli mikrobiologi di Universitas Furtwangen di Jerman, yang juga memimpin penelitian ini, spons cuci piring adalah tempat favorit kehidupan mikroba karena memiliki area permukaan yang sangat besar, basah, dan disimpan di lingkungan dapur yang hangat. Kotoran dan sisa-sisa makanan yang tertinggal di spons juga menjadi makanan bagi bakteri.Dari penelitian tersebut, ditemukan fakta bahwa spons dapur bekas, meski yang kondisinya masih terlihat bagus, bisa menjadi ‘rumah’ bagi hampir lima triliun bakteri. Banyaknya jumlah bakteri ini, membuat spons cuci piring bahkan lebih kotor dari limbah toilet.

*Gunting kuku
Gunting kuku adalah kebutuhan dalam setiap individu, tidak peduli laki-laki atau perempuan. Perlu gunting kuku untuk membentuk kuku untuk kuku yang bersih dan rapi. Bisa saja menggunakan pisau atau silet karena kemungkinan meleset dan melukai kuku. Menggunakan gigi juga bisa, ini akan membuat kuku rusak dan kuku tidak rapi. Barang sekecil itu sering terlupakan, padahal menjaga kesehatan itu sangat penting.

Nah, itulah beberapa perlengkapan rumah tangga yang sering terlupakan. Kebanyakan adalah kebutuhan untuk kebersihan. Memiliki perlengkapan yang lengkap mencerminkan kepribadian bagi pemilik. Karena pikiran dan hati dicerminkan oleh perilaku sehari-hari.

Saturday, 3 February 2018

Menangkap Jodoh

Menangkap Jodoh



Hidup itu tidak lepas dari yang namanya ujian. Dari tanya "Kapan?" saja sudah dibuat merinding dan kesal. Seperti, "Kapan bayar utang?" ah itu bisa saja dijawab. Pokok masalahnya uang bisa dicari dengan bekerja atau gali lobang tutup lobang. Lah, sementara jika ditanya "Kapan nikah?" terus setelah itu "kapan punya anak?". Suasana hati dan pikiran berikut karakter menanggapinya berbeda-beda. Ada yang dibawa santai, lari dari kenyataan dan diam. Dan sesantai pun saat sendiri terpikirkan dan mungkin rinai diujung air mata. Padahal, ada satu balasan balik buat mereka yang tanya kapan, "Woy. Kapan mati?"

Menikah, hidup, mati, rizki manusia adalah rahasia Allah yang berupa takdir. Wajib mempercayainya sebagai rukun Islam sebagai orang muslim. Dari sini saja, harusnya mereka paham tentang masa depan itu tidak bisa ditebak. Stop meneror kapan soal jodoh dan momongan. Dan yang kadang membuat kesak adalah pertanyaan itu lebih sering dilontarkan oleh seorang wanita. Menjadi wanita tentu paham, jika lewat usia seperempat abad belum ada rombongan keluarga lelaki yang melamar saja sudah sangat dirundung resah. Ada sebutan perawan tua dan lain sebagainya yang tersemat, selain menuduh terlalu pilih-pilih, sok kecantikan dll. Cukup memperhatikan dan diam, lebih baik ikut mendoakan dan paling baik mencarikan jodoh.

Eits, itu gambaran yang aku rasakan saat sebelum menikah menjelang usia kepala tiga. Ada orang tua yang gundah gulana, sementara adikku sudah memiliki dua anak dan akan dilangkah lagi. Bagi sebagian orang Jawa, seorang adik yang mendahului menikah adalah suatu hal yang tabu. Kemudian diberi syarat langkahan sesuai pesanan kakak untuk penenang. Jika seorang adik perempuan melangkahi kakak lelakinya tidak masalah, sementara jika sesama wanita ada kepercayaan yang akan mengakibatkan kakak, maaf susah mendapatkan jodoh.

Beberapa kelakuan konyol saat perawan yang merindukan menikah
*Mencuri bunga melati pada mempelai wanita dipelaminan
Saking khawatirnya saudara-saudaraku, usai pernikahan adikku untaian bunga melati yang menghias kepala pengantin dibungkus dan dimasukkan ke tasku sebelum aku kembali merantau. Semerbak wangu melati berhari-hari nempel di tas. Sementara saat temanku menikah, ia mencopot paksa rangkaian pucuk melati yang masih terpasang diriasan kepala. Konon jika seseorang mengambil melati tanpa sepengetahuan pengantin nanti akan tertular cepat menikah.

*Memulai travelling ke Jembatan Cinta pulau Tidung
Menjadi lajang dengan status jomblo membuatku ingin menghabiskan masa muda dengan travelling. Debut terjauh kala itu masih Jakarta, lalu menyeberang laut ke Pulau Tidung, salah satu pulau di kepulauan seribu. Ada spot jembatan cinta, mitos cinta yang dipercaya oleh penduduk setempat yaitu konon mereka yang berpasangan dan mendatangi jembatan ini maka hubungan asmara tersebut akan langgeng, kemudian untuk yang masih lajang akan segera mendapat pasangan, sementara yang baru saja mengalami putus cinta akan memperoleh pengganti yang lebih baik. Tidak ada maksud cinta apapun, waktu itu kami datang berdelapan bersama teman-teman SMA, semacam reuni kecil.
Jembatan Cinta yang menghubungkan pulang tidung besar ke tidung kecil


*Tanjakan Cinta di Kampung Baduy
Perjalanan menuju ke Kampung Baduy dalam butuh waktu 5-6 jam, hsntangan terberat saat bertemu dengan tanjakan cinta. Tanjakan panjang dan curam, dengan kemiringan 30 derajat. Di puncak tanjakan, cobaan masih belum rampung. Jalan setapak berundak, kemiringannya hampir 70 derajat. Rupanya inilah puncak bukit terakhir yang harus kami lewati untuk sampai ke Cibeo.Tanjakan cinta ini disebut-sebut memiliki mitos, jika melintasi tanjakan yang cukup panjang dan curam ini dengan bergandengan tangan bersama kekasih, maka cintanya akan abadi. Aih, ini juga tidak ada maksud menangkap cinta, saat itu kami sedang writing camp bersama komunitas Rumah Dunia.

*Bersama Backpaker Muslimah di Jembatan Kasih Sayang Pulau Empat
Selain keindahan alam yang mempesona, jalan-jalan ke pulau empat yang terletak di teluk Banten ini lebih cocok dikatakan sebagai wisata hati. Karena sangat banyak tempat-tempat romantis disini. Salah satunya "Jembatan Kasih Sayang". Jembatan Kasih Sayang merupakan identitas dari pulau empat, jika berkunjung kesini dan belum mengabadikan lensa kameramu di jembatan, tentu tidak afdol rasanya. Kami menyengaja bersama teman kerja yang kami sebut Backpaker Muslimah, terdiri dari aku, Uut, Ana, Iis, Nanik, Indra, Titik. Kami semua berhijab dan beberapa kali travelling mengunjungi situs-situs Banten dengan menyewa angkot mang Didi.
Jembatan kasih sayang bersama backpaker muslimah


Mengambil melati ataupun mengunjungi tempat yang bermitoskan pasangan tidak ada unsur untuk menduakan sang pencipta. Tidak lain kami hanya ingin bersenang-senang, berlibur dan mengurai penat ditengah aktifitas yang monoton bekerja 7 jam sehari didepan layar monitor dan hidup dilingkungan mes pabrik.

Langkah sejatinya menghadapi teror nikah ini dengan perilaku kita yang mau memerbaiki diri. Seperti kaca jodoh itu cerminan kita dan doa adalah prasangka yang kita buat. Jadi sebaik-sebaik ucapan adalah dzikir atau lebih baik diam. Tahun 2014, honestly perjalanan memperbaiki diri sebelum menikah. Ini tak disangka, pacar pun tak jelas, lelagi pasrah.

 Adapun beberapa langkah yang ku ambil adalah
*Perjalanan umroh ke tanah suci
Setelah menabung selama setahun akhirnya bisa berangkat diakhir Maret 2015 sampai awal April. Perjalanan suci selama 8 hari dikhususkan untuk beribadah. Aku wanita muda yang tanpa pendamping muhrim sesiapa dalam rombongan. Ada dua orang teman single kakak adik beserta ibunya. Ide perjalanan ini dimulai ketika hobi travelling menggila. Dan berpikir kenapa tidak travelling yang bisa sekalian beribadah. Doa-doa yang kupanjatkan tak cukup sekali untuk keluarga besarku. Mimpi terbesarku adalah menikah dan kembali lagi hingga bisa bergandengan tangan dengan orang terkasih saat thowaf nanti.
Pose di depan jabal rahmah


*Aktif di yayasan pembangunan Islamic center
Memilih sibuk menjadi rutinitas wajib untuk mengalihkan perhatian hati dan pikiran yang kosong tanpa pasangan. Masuk dunia organisasi sebenarnya bukan hal baru. Pun sejak dibangku sekolah sudah akrif di organisasi sekolah. Ditunjuk menjadi jurnalis yayasan, setiap bulan mengirim satu artikel untuk menyosialisasikan perkembangan yayasan dari berbagai sisi. Bergabung bersama orang-orang dijalan Allah insyaAllah ada ganjaran sendiri. Menjaga sikap, tingkah laku menjadi wajib saat mereka sering mengingatkan kebaikan.

*Menghibahkan kerudung dan baju
Memilik banyak grup di whatsapp mempermudah untuk masuknya info dari luar. Salah satunya info bantuan baju layak pakai. Baju-baju yang menumpuk dilemari dan sudah kurang pantas dipakai seorang ukhti, kukirim via JNE. Waktu itu sedang musim banjir, sehingga pos-pos bantuan menyebar diinfokan. Tidak ada lagi celana jean dan baju ketat mengisi lemari. Kerudung paris yang tipis pun bukan lagi penghuni lemari lagi. Pelan-pelan membeli kerudung yang lebar dan tebal via online. Sebab dipasaran kerudung seperti itu jarang, kecuali kerudung instan. Memilih jalur online shop biar praktis, efektif dan langsung ditangan.

*Sering berdoa diwaktu ijabah
Hujan yang melebat itu waktu yang romantis untuk memanjatkan doa. Didalam hadits disebutkan berdoa disaat hujan lebat adalah waktu yang makbul. Proses menghamba yang intim, ketika udara dingin diperciki cipratan air yang runtuh dari langit, yang membawa berkah ke bumi. Begitupun makbulnya doa saat waktu dhuha dan sepertiga malam.

Alaa kulli haal setahun setelah umroh aku dilamar tetangga rumah. Teman sejak TK hingga masa dewasa. Hanya butuh sebulan untuk mempersiapkan pernikahan setelah dilamar. Sebulan sebelumnya adikku sudah dilamar dan sudah meminta syarat lamaran kepadaku. Sebelum adikku melangkahiku, orangtua yang tadinya sedikit alot kemudian memberi restu untuk rencana pernikanahanku. Dulu, saat sekolah dan perjalanan hidupnya "nakal" tetapi beberapa peristiwa dan perjalanan ruh keimananya berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan taat sama Allah. Dulu berganti-ganti menjadi karyaean, kini berhasil membuka usaha sendiri sejak 4 tahun lalu. Tepat pada 25 April 2016 aku melangsungkan akad suci di KUA Bumiayu, tanah kelahiran. Memutuskan akad di ruang KUA memang tidak dipungut biaya sepeser pun, begitu juga tak ada pesta meriah dalam pernikahanku yang serba sederhana. Tanpa menyebar undangan dan tanpa menyewa dekorasi pengantin yang megah. Dengan mahar Rp. 250.416, aku resmi menjadi nyonya Andi Hermanto di pagi yang cerah. Sebelumnya mama mertua sering memanggilku dengan calon mantu. Acap kali ketemu saat bersalaman atau pertemuan saat lebaran didepan banyak orang. Segala puji bagi Allah, ucapan yang menjadi doa dan terijabah.


Usai ijab pose depan KUA diatas vespa kesayangan


Es Podeng Bukan Es Doger

Es Podeng Bukan Es Doger
Es podeng nikmat


Sejak tinggal di Ibu kota yang panas, rasanya tak ingin jauh-jauh dari minuman dingin. Ingin yang tak selalu terturuti mengingat setelah menikah tak lama kemudian hamil dan menyusui. Awalnya hanya mengenal es selendang mayang khas betawi yang sering dijumpai di Kota Tua. Kemudian mengenal lagi es doger, yang sebelumnya pernah meminumnya di komplek perumahan Pipitan. Penjual es doger keliling yang menjajakan. Dan yang tak terlupakan yaitu meminum es doger di taman Suropati saat suamiku melamarku.

Dan kini, es podeng yang aku kenal lewat gerobag dorong juga. Harganya hanya dua, antara Rp. 5000 untuk cup yang besar dan Rp.3000 untuk cup kecil. Ini sama dengan harga jajanan keliling jasuke (jagung susu keju). Bisa saja uang segitu untuk membeli es krim di warung atau minimarket. Dengan membeli es lokal sama saja melestarikan minuman tradisi dan budaya. Rasanya tidak kalah enak dengan es krim yang ada di freezer warung atau toko.
Ada alpukat bikin tambah seger


Es podeng berasal dari kata bahasa Perancis, Podeng berasal dari kata Podeng yang artinya putar, putar yang dimaksud adalah proses pembuatan eskrim dengan cara diputar.

Bangsa Belanda yang mengenalkan es Podeng ke Indonesia pada abad 18. Sebutan es Podeng mulai populer pada abad 20, di Indonesia. Es Podeng gak hanya eskrim aja, bahan lain ada jelly, alpukat, potongan roti tawar dan ketan hitam, masih ada pelengkap lainnya seperti kacang tanah, coklat misis dan susu kental manis.

Karena es sudah diputar menghasilkan es yang lembut, langsung meleleh dilidah bercampur rasa manis dari susu dan kriuk-kriuk gurih dari kacang. Campuran seperti jelli, potongan roti tawar membuat dilidah semakin ramai ada banyak rasa. Sebaiknya setelah disajikan langsung disantap, karena cepat sekali mencair, nantunya sensasi es yang lembut dingin dilidah berkurang. Dan yang pasti enak diminum setelah disajikan. Paling cocok dimakan saat terik. Apalagi bareng temen atau pasangan sambil ngobrol hangat.

Beralih membahas es doger, ini katanya dari idenya orang sunda tapi es doger ini termasuk aneka minuman yang populer di betawi, Jakarta. Es doger ini juga masuk ke dalam website Lembaga Kebudayaan Betawi. Selengkapnya bisa dibaca disini. Singkatnya adalah Es Doger minuman khas betawi. Es Doger ini juga sering disajikan dalam acara-acara besar, seperti syukuran, sunatan sampai dengan pernikahan. Begitupun untuk es podeng. Dan yang membedakan antara es doger dan es podeng hanya pada bahan saja. Jika es doger diberi tambahan tape singkong, serutan kelapa dan sirup berwarna merah.

Selain es Podeng ada es Oyen dan es Doger yang terkenal di kota Bandung Jawa barat, keduanya merupakan varian es Podeng. Untuk es oyen aku belum mencicipinya.

Saturday, 27 January 2018

Dibalik Layar Foto Pre-wedd Bayar 0

Dibalik Layar Foto Pre-wed Bayar 0

Foto terketjeh


Bisa dikatakan biar kekinian. Selain itu juga hampir semua orang ingin mendokumentasikan setiap peristiwa penting. Melakukan prosesi foto pre-wedding juga bagian dari penting dan tidak penting hehe. Foto Pre-wedding (foto pre-wed) atau orang barat sebut ” Engagement Photo” merupakan hal yang biasa dilakukan oleh calon mempelai sebelum hari pernikahan, sedikit perbedaannya adalah dalam foto pre-wed biasanya banyak calon pengantin juga memakai baju pengantin dan tuxedo di sesi pemotretan sedangkan engagement photo biasanya memakai baju yang lebih casual. Biasanya calon pengantin memilih tema untuk sesi foto tsb.

Aku yang dibesarkan dari anak petani dan tinggal di kampung yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, tergelitik ide untuk foto dengan tema petani dan sawah. Luas membentang sawah yang hijau dikelilingi pepohonan sudah indah dengan sendirinya. Maha Besar Allah tak perlu lagi kami mendekor ulang. Dibuat sedemikian sederhana, sebab sebenarnya lelakiku sedikit keberatan untuk diajak foto. Ditunggu dari pukul 9 pagi hingga pukul 10.30 siang baru nongol dan sampai sawah sudah terik menyengat. Untungnya kami adalah pasangan jodoh 5 langkah. Hanya selisih se-RT. Bila melewati jalan pintas tak sampai 5 menit sampai rumahku hikhiks.

Dengan sendal jepit, dandan tipis sendiri dan kostum kebaya putih dengan rok batik beserta kerudung senada sesuai warna dominan rok. Semuanya tanpa meminjam, milik pribadi. Sementara calonku (yang sekarang sudah menjadi suami hampir 2 tahun) memakai celana hitam, kaos putih, sarung juga bersendal jepit. Kamera DLSR milik suami kemudian mengajari sepupuku cara memotret dengan hasil bidikan yang keren. Supaya hasil maksimal sekali jepret langsung dapat banyak tangkapan. Untuk properti wadah nasi meminjam punya emak dan topi meminjam tetangga. Dan untuk sehelai daun pisang memotong dipohon tetangga juga.


Sengaja aku dipoles bedak tipis, bergincu, menggarisi dengan eye liner dan memakai mascara. Lelakiku menatap sinis dengan dandananku yang dikomentari menor. Padahal lipstikku tak tebal dan tidak berwarna mencolok, tak ada sapuan merah blash on dipipi. "Aku sukak yang natural, masak mau ke sawah medok" ujarnya. Kemudian disaat kami berjalan menyusuri pematang sawah cara berkerudungku juga kena protes, "Aku sukak kerudung yang biasa saja, tanpa dimodel ala-ala" ujarnya lagi. Walhasil karena ngomongnya berulang-ulang bedakku disapu tisu dan cara berkerudungku diganti seperti biasanya. Kerudung segi empat yang dilipat segi tiga, menutup kepala dan dipeniti.

Untuk urusan gaya, aku sudah sibuk lebih dulu browsing diinternet. Usai screenshoot, aku kirim via whatsapp. Haha mungkin kebanyakan wanita punya keinginan seperti aku. Memiliki ide-ide ketika bersama orang yang dikasihi agar membuat terkesan, namun terkadang sikap pasangan malah dingin. Saat lelaki mengejar pasanganya segala sesuatu akan dipenuhi. Termasuk untuk urusan foto ini. Tapi, setelah menikah akan ada pertimbangan penting, yaitu anak. Bukan saja aku, kamu. Melainkan kami sekeluarga, ada mamah, papah dan anak-anak.

Mengambil sawah didekat sungai dan sawah, yang saat itu belum lama kena imbas Kali Keruh banjir bandang. Warga penduduk menyebutnya puntu air. Yaitu pertemuan dua sungai yang kemudian dibagi melalui pintu, salah satunya untuk pengairan. hingga bebatuan melimpah ruah hingga menutup sampai pinggiran sawah. Sawah yang berundak-undak dengan hijau pohon padi terlihat lebih segar. Dikelilingi pepohonan yang mengitari sawah dari kejauhan, jadi terlihat lebih ciamik dan pemandangannya alami.
Bebatuan sisa banjir bandang kali keruh


Cekrek-cekrek-cekrek, kami masih kaku untuk beradu pose. Bersahabat dari kecil tak bisa mengurangi rasa canggung. Keputusan menikah yang cepat dan persiapan yang hanya sebentar membuat kami seperti tidak percaya. Di usia menjelang kepala tiga ternyata berjodoh dengan sahabat kecil sedari TK hingga dewasa. Disini kadang aku melihat sisi bercanda Allah kepada makhluknya. Berkelana kemanapun dan pernah singgah dihati orang ternyata jodoh di sebelah rumah.



Friday, 26 January 2018

Stroller Pliko Grande Kaya Fitur

Stroller Pliko Grande Kaya Fitur
Sembari dirakit juga trial

Sebelum memutuskan membeli stroller, kami sudah ngobrol terlebih dahulu. Tak lupa mencoba melihat model dan harga stroller di internet. Awalnya hampir tidak jadi, mengingat harga dipasaran lumayan tinggi. Sebelum berangkat bekerja suami menyatakan untuk membeli mwja makan saja dan akupun menyetujui. Tetapi di hari libur, suami yang berpamitan membeli kaos polos orderan pelanggan untuk disablon ke pasar Jatinegara. Menjelang adzan asar berkumandang ia membawa satu kardus putih  besar. Ternyata stroller Pliko Grande berwarna tosca. Stroller berbadan rangka alumunium ini dijamin kuat, kalau kata suami bisa sampai nanti anak kedua hehe.

Pilihan stroller atau kereta bayi saat ini memang semakin beragam, lelagi kami dipojokkan dengan kebutuhan. Saat menyambut kehadiran buah hati, kami sudah membicarakan stroller. Penyediaannya pun tidak perlu terlalu terburu-buru, terlebih aku melahirkan di kampung. Baru setelah kami memutuskan hidup di Jakarta dengan menyewa kontrakan sekamar dan usia buah hati kami sudah lebih 6 bulan. Usia yang sudah mulai belajar makan MPASI.

Bayi usia 6 bulan ke atas sudah mulai aktif bergerak. Dimulai dari guling-guling, merangkak, merambat, berdiri dan berjalan. Mengenal ibunya semakin erat. Ditinggal buang air kecil saja sudah ada jerit tangis. Bahkan diawal-awal pindah ke Jakarta, bayiku tidak mau dengan sesiapun kecuali ibu dan bapaknya sendiri. Dengan adanya stroller ini sangat membantu ketika ditinggal ke kamar mandi, wudhu, mencuci dan sholat. Yang harus diingat ketika diatas stroller buah hati dipasang sabuk pengaman ditubuhnya. Kemudian jika sedang menemani wudhu atau mencuci kunci rem roda. Menjaga dari malabahaya itu penting. Seperti anakku, lupa tanpa kunci sabuk badanya yang mungil bisa berputar dan terkadang berdiri diatas stroller, hmm membahayakan sekali.

Kereta bayi adalah perlengkapan anak yang dibutuhkan para ibu untuk menjadi kendaraan si bayi saat jalan-jalan pagi atau sore hari di taman atau lingkungan sekitar untuk mempererat hubungan ibu dan bayi. Bila dalam jalan-jalan terus menggendong akan membuat badan capek dan pegal. untuk itu kami memilih kereta dorong bayi pliko Grande 268 sebagai alternatif untuk membantu para ibu, terutama ibu semacam aku yang hanya berdua di kontrakan. Kereta dorong bayi ini yang kaya akan futur dilengkapi mainan anak sehingga membuat bayi melatih daya rangsangan interaksi terhadap mainan tersebut. Stroller ini juga dapat diayun. Berikut mengapa memilih stroller pliko grande sebagai pertimbangan


Bisa Dipakai saat Bayi Baru Lahir

Desain yang dibuat sangat nyaman dan disediakan fitur tambahan jenis tertentu memberikan kemungkinan kereta bayi dipakai untuk bayi baru lahir. Keunggulan tersebut ternyata diaplikasikan kepada Kereta Bayi Pliko 4 In 1 yang bisa digunakan kepada bayi baru lahir. Masa pemakaiannya pun terbilang cukup lama dan bisa membantu berhemat sebab bisa digunakan untuk balita usia 3 tahun. Tentunya dengan catatan, bahwa berat badan bayi tidak melebihi kapasitas muatan maksimalnya, yakni 30 kilogram. Siapa sangka dengan satu kereta bayi, bisa dipakai sampai buah hati bisa berlari dan sebagainya.

Difungsikan ke Beberapa Peralatan

Semua orang tentu lebih menyukai produk yang multifungsi sehingga menekan anggaran belanja lebih hemat. Keunggulan fitur lain yang disajikan Kereta Bayi Pliko 4 In 1 ialah mampu difungsikan ke dalam tiga bentuk peralatan bayi. Pertama sebagai kereta bayi yang merupakan fungsi utamanya, kemudian bisa diubah sebagai baby walker untuk membantu balita belajar berjalan. Sekaligus mampu difungsikan sebagai swinger baby atau ayunan sehingga orangtua bisa berhemat tanpa perlu membeli dua perlengkapan bayi lainnya, jauh lebih hemat bukan?

Disediakan Pelindung Nyamuk

Melihat fungsi tambahannya yang bisa dijadikan sebagai swinger baby tentu tidak terasa aman jika tidak dilengkapi pelindung nyamuk. Sebagai fitur tambahan yang ternyata sangat menguntungkan, pada Kereta Bayi Pliko 4 In 1 dilengkapi dengan pelindung anti nyamuk. Pelindung ini tidak hanya bisa dimanfaatkan ketika diubah menjadi swinger saja namun juga saat dipakai ke fungsi lainnya. Pelindung nyamuk ini akan membantu mencegah bayi mengalami masalah demam berdarah dan sebagainya. Perlindungan seperti ini memang terlihat sepele namun manfaat yang diberikan tentu sangat besar dan menguntungkan.

Ditambah Tempat Mainan dan Botol Susu

Selama di jalan atau di luar rumah tentu bisa jadi yang mengajak bayi jalan-jalan bukan ibunya saja, bisa ayah atau bahkan kakek dan neneknya. Supaya selama di jalan tersebut bayi tidak kehausan tentu perlu dibekali dengan botol susu. Untungnya pada Kereta Bayi Pliko 4 In 1 disediakan tempat khusus untuk menaruh perlengkapan botol susu supaya selama di jalan selalu kenyang. Mencegah bayi rewel pun semakin terfasilitasi dengan disediakannya tempat menyimpan mainan. Bagi bayi yang sudah sangat akrab dengan mainan kesayangan tidak perlu membawa tas tambahan untuk diikutsertakan jalan-jalan.


Berikut spedifikasi stroller pliko grande

Dapat digunakan dari bayi usia 0 – 36 Bulan.
Gagang pegangan bisa bolak balik (ke depan dan ke belakang).
Ada kelambu dan mainan untuk menambah kenyamanan buah hati anda .
Bisa di ayun .
Roda 4 depan @ 2pcs ,belakang @ 1pcs.
Poisis kedudukan dapat diatur 3 posisi yaitu tidur rata, setengah tidur dan duduk.
5 -Titik pegangan sabuk pengaman, namun bayi tetap dapat bergerak bebas.
Kain kanopi yang lebar .
Keranjang bawaan yang cukup besar dan praktis .
Rangka berbahan Aluminium .
Weight: 9 kg
Dimensions: 53 cm × 21 cm × 68 cm
WARNA: RED, BLUE,PURPLE,GREEN
   

Wednesday, 24 January 2018

Gendongan Snobby Nyaman Dan Aman

   Gendongan Snobby Nyaman Dan Aman


Sesuai dengan jargon produk Snobby, Pilihan papah idola mamah. Sebelum magrib tiba di kontrakan, suamiku menenteng plastik hitam. Dan Taaraaa gendongan baru. "Koq, Papah beli lagi? Kan di rumah mbah udah punya" aku memprotes. "Ini beda, Mah. Lebih nyaman dan nyaman. Gak bikin mamah cepet cape kalau gendong Mika" jawabnya sambil membuka gendongan. "Lebih mahal yang mana, pah?" , "yang di rumahlah, makanya beli" jawab suami sambil menyeringai. Saat membeli gendongan Snobby ini, usia Mika baru 7 bulan.
Packaging portable

Pelan-pelan suami memperagakan cara memakai gendongan tsb. Sesuai petunjuk ada 6 multi fungsi. Bertumpu pada pinggang dengan sabuk yang kuat tidak membuat cepat pegal dipundak dan punggung, seperti gendongan pada umumnya yang hanya berfungsi gendong menyamping dan bertumpu pada pundak. Prinsip kerja seperti ini mengingatkan kami pada tas carier yang biasa buat naik gunung, yang memiliki perekat atau sabuk dipinggang. Pengalaman sering naik gunung membuat pelajaran bagaimama membawa barang berat tapi tetap ringan dan tidak membuat cepat lelah.

Detail produk dari Gendongan hipseat 6 posisi variasi saku line series Merah. Gendongan Snobby Hiprest baru dirancang khusus bermulti fungsi dengan sabuk/perekat yang kuat serta praktis, terdapat dudukan styrofoam,  memiliki bahan berpori yg berguna sebagai ventilasi udara agar bayi merasa sejuk dan nyaman. Saat Mika tidak tidur kami menggendongnya menghadap keluar, namun jika Mika bobo, menggendongnya menghadap ke dalam.




Penyangga badan dapat dilepas sesuai kebutuhan. Benar saja, waktu kami jalan-jalan ke Monas dan ke Bogor. Kami saling bergantian menggendong Mika yang usianya 9 bulan, kami tidak akan merasakan sakit punggung atau pun sakit di pergelangan tangan untuk jangka waktu gendong yang cukup lama. Gendongan di pasang di posisi pertengahan tubuh yang memberikan keseimbangan dalam menahan berat anak. menyeimbangkan beban tubuh anak, sehingga terhindar dari resiko jatuh saat digendong.

Untuk pemakaian juga tidak ribet. Di pasangkan ke pinggang kemudian lekatkan velcro dan pasangkan sabuk. Tidak ribet seperti gendongan pada umumnya. Sangat praktis dan ideal dipergunakan sehari-hari baik dirumah maupun bepergian jarak jauh. sangat dianjurkan oleh osteopaths, physiotherapist dan ahli kesehatan.
Gendongan ini 6 posisi :

1. Posisi menghadap luar
2. Posisi duduk menghadap dalam memakai hood
3. Posisi gendong belakang
4. Posisi hipseat duduk menghadap luar diatas dudukan styrofoam
5. Posisi duduk menghadap langsung
6. Posisi gendong belakang memakai hood/sandaran kepala
Mika digendong depan sama papah

Gendongan ini juga cocok buat hadiah untuk teman dan saudara yang mempunyai bayi. Bisa dipakai untuk anak berumur 6 bulan - 3 tahun. Tersedia dalam 2 warna, yaitu merah-abu dan kuning-biru navy  kami memiliki yang warna merah-abu-abu. Selendang kain untuk gendong atau gendongan instan menyamping sedari bayi merah, aku sebagai mama baru diajari menggendong secara konvensional. Dan sejaj kami memiliki gendongan snobby, suami lebih sering gendong Mika lebih lama, jika dibanding dulu diberi selendang, ia lebih memilih menggendong dengan tangan kosong. Aku sangat bahagia melihatnya, hingga ia melupakan kakinya yang pernah kecelakaan hingga ia cepat kelelahan. Terkadang juga hanya dengan menggunakan hipseat dengan didudukkan distyrofoam Mika diajak jalan-jalan yang tak jauh dari tempat tinggal.

Tuesday, 23 January 2018

Alasan Membangun Cinta Motor Tua

Alasan Membangun Cinta Motor Tua

Motor vespa dan Gl


Hampir sama seperti memiliki vespa yang sudah ada dimiliki suami. Berawal dari keresahan borosnya biaya ongkos pulang pergi kerja yang jika dihitung-hitung dalam sebulan cukup merogoh kocek. Sementara dana minim bila harus memiliki motor matik kekinian. Dan tidak ada sedikit pun niat untuk membeli secara kredit, khawatir ada unsur riba. Kemudian, menjatuhkan pilihan untuk membeli sepeda. Mengingat jarak tempuh sesungguhnya tidak terlalu jauh, sebab aturan yang harus jalan yang berputar sebelum ke tempat kerja membuat perjalanan makin jauh. Kaki yang sudah bermasalah semenjak kecelakaan bermain bola dan bisa jadi juga faktor usia jadi berpikir ulang. Dengan melihat yang ada dan kembali memikirkan masak-masak suamiku mengurungkan niat itu.

Ini tidak ada maksud ikut-ikutan Presiden Joko Widodo yang belum lama ini membeli sepeda motor modifikasi Royal Enfield Bullet 350cc. Hahaha tentu ini jauh dari harga motor tua yang aku bahas. Memilih motor tua saja semua orang menggemarinya termasuk urusan percaya diri. Sewaktu membonceng dengannya juga ikut mengurai senyum lebar. Ingat saat di atas aspal, lihat ksnan kiri zaman now motor makin melebar dan berbadan gendut. Motor GLPro milik suami malah ceking sendiri. Selama masih dijalur yang pisitif dan lurus, sebagai istri mendukung. Dari pilihannya sama motor tua saja sudah memperlihatkan kalau dia lelaki yang punya selera dan prinsip. Baginya ikut-ikutan trend itu mencerminkan jiwa yang mudah terombang-ambing. Dia lebih memilih mengikuti seleranya sendiri meskipun tidak populer dan mengabaikan komentar orang soal seleranya. Kalau masalah di jalanan, jelas motor tuanya yang sering mencuri perhatian para pengguna jalan.

Body motor yang pantasnya dipakai bapak-bapak tak ia hirau kan. Motor usia 20 ini lebih muda dibanding vespa yang di rumah, sudah mendekati kepala 4. Motor Honda 144CC keluaran 90an ini seangkatan dengan motor yang di pakai dalam film Dilan. Keduanya butuh perhatian dan penanganan khusus soal mesin. Terutama jika sedang ngambek, selama masih bisa ditangani sendiri, terkadang terpecahkan. Namun tak jarang juga harus dilarikan ke bengkel dan membeli onderdil baru. Yang membuat kesal sebagai istri kadang harga untuk memoles motor tua agar terlihat lebih menarik. Sayangnya, hanya senyum tawar jawabanya.

Sama-sama sabar, sabar ketika menghadapi mesin trouble untuk suami dan sabar untukku sebab perhatiannya kadang lebih condong dengan tunggangannya itu. Tapi, masih patut disyukuri bila suami menggemari memang karena kebutuhan dan bukan menghambur-hamburkan uang. "Kalau pun mungkin ada kebutuhan mendesak bisa dijual lagi, itung-itung buat investasi, mah" ujarnya.


Tanpa rasa percaya diri, membiarkan apa kata orang dan terbiasa menyederhanakan pikiran dan pilihan motor tua itu tidak akan dipilih. Motor keluaran Honda yang punya bokong kotak dan berbadan ramping.  Dulu honda ini adalah motor favorit para bapak bapak. Karena yang menggunakan dahulu kala adalah dari kalangan bapak-bapak. karena anak muda masih gengsi menggunakan motor ini. Anak muda menggunakan motor bebek, tidak jauh seperti kebanyakan zaman now.


Jadi, bisa disimpulkan mengapa perlu membiarkan lelaki bermotor tua
1. Menyederhanakan pikiran, pengeluaran
Ketika hati dan pikiran dilanda keinginan, seakan menjadi sumber penderitaan. Menyederhanakan pikiran dalam menentukan pilihan menjadi alternatif yang menenangkan. Memilih motor tua sesuai dengan kantong, kebutuhan dan kontan tanpa dibebani cicilan.
2.Masih dijalur yang positif karena bagian dari kebutuhan, bukan gaya hidup pemborosan
Maraknya pelakor saat ini, membuat para istri sedikit ketar-ketir. Dijalan yang membiarkan lelakinya menunggangi mesin tua salah satunya. Sebab, bermain dengan motor tua bisa menyalurkan hobi, membuat kesibukan baru ketimbang tergoda wanita baru, aih :-(
3. Memiliki prisip
  Pemilih motor tua sudah tentu memiliki ketetapan hati yang mantap. Yang tahu betul akan resiko dan bertanggung jawab dengan pilihannya. Membuang jauh gengsi atau ikut-ikutan trend.
4. Percaya diri
  Tanpa rasa percaya diri yang besar seseorang tidak akan membawa diri dengan nyaman. Salah   satunya dengan apa yang dikenakan atau dibawa. Ketika seseorang memilih barang serba terbaru fres from the open, ini malah menggunakan barang lawas. Memakai barang lawas akan terlihat identitas dan karakternya sebagai pengguna.
5.Sabar
Tidak seperti motor baru keluaran pabrik yang semua serba gres, motor tua seiring dengan usianya mesin pun ikut menurun performanya. Disinilah pengguna motor dituntut sabar dalam menghadapi mogok atau mesin rusak. Selain itu, pengguna juga terlatih untuk memperbaiki kerusaksn itu.
6. Menghindari riba
Hari gini membeli apasih yang tidak kredit? Hampir semua barang bisa dibeli secara dicicil, tentu ini sering berujung bunga atau riba. Motor tua dengan harga lebih murah dengan motor baru, membeli secara kontan lebih mudah dan ringan.

Friday, 19 January 2018

Surat Untuk Gubernur

                                    Kampung Rawa, 20 Januari 2018


YTH, Bpk Gubernur Anies Baswedan

Assalamualaykum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Tanpa mengurangi rasa hormat saya,
Saya adalah ibu rumah tangga yang sedang dirundung gelisah akan rencana pembongkaran TPS (Tempat Penampungan Sementara) Proyek Pasar Senen Blok III. Berdasar informasi yang diterima 26 Januari untuk mengosongkan kios, dan tanggal 29 Januari pemadaman listrik. Ini pertanda pemadaman pendapatan, mengingat suami mencari nafkah membuka usaha sablon di tempat tsb. Sayang, hingga saat ini belum mampu untuk menyewa kios di Blok III dengan bangunan baru yang harga sewanya 30 juta pertahun. Uang sebesar itu kami tidak mampu. Bangunan baru yang berpendingin juga membuat para pengusaha sablon tidak bisa bekerja. Suami dan teman-teman biasa bergulat dengan cat, air yang bisa membuat kotor dan berwarna.

Kami juga bukan asli warga ibu kota, perantau yang mencoba keberuntungan di ibu kota. Boro-boro kami bisa membeli rusun yang konon DP 0%, hidup dikontrakan sepetak bertembok dinding saja sudah alhamdulillah. Penghasilan kami tak bisa ditebak, namanya orang dagang kadang banyak, kadang sedikit, namun tetap disyukuri. Kami juga bukan tipe warga yang menyerah pada keadaan, kami tidak mengemis, bukan penghuni kolong jembatan atau gelandangan yang sering kami temui di jalanan.

Pak Gubernur yang Terhormat,
Semoga kegelisahan saya dan para istri pengusaha sablon segera mendapat pencerahan. Ada tempat yang disediakan, dan dengan sewa ruko yang tidak mencekik leher. Kami pengusaha kecil, yang mencari keuntungan tidak seberapa dibanding perusahaan percetakan besar. Konon, tukang becak saja kembali perbolehkan beroperasi lagi, bagaimana kami yang beraktifitas tidak mengganggu dan menghalangi sesiapun dihalang-halangi?. Para penyablon ini juga sebagai indikasi menjelang pesta politik. Tidakkah ingin menghidupkannya, pak?

Tanpa menghormati rasa hormat saya, semoga kegelisahan kami bisa terurai dan terjawab. Kami percaya bapak Gubernur yang bijak mampu mengatasi masalah ini.

Mohon maaf jika ada kesalahan,
Wassalamualaykum Warohmatullohi wabatokatuh


Hormat saya,
Af'idatun Nasikhah

Informasi tentang TPS dan gedung baru blok III

Sunday, 14 January 2018

Mau Kemana Arah Reuni?

Mau Kemana Arah Reuni?



Beberapa bulan menjelang Syawal biasanya akan ada acara, sedari sekarang deretan rencana itu mulai terprogram. Salah satunya acara reuni di kampung halaman, baik teman SD, SMP atau SMA. Selain menabung untuk baju lebaran dan isi amplop untuk berbagi hehe. Sosial media yang mempermudah menyatukan kembali jalinan persahabatan itu, baik melalui facebook, instagram, twitter, line dsb kemudian berbagi nomor yang tergabung dalam grup. Serpihan kenangan dan rindu kini mulai terpupuk dan subur kembali.


Bertemu dengan sahabat-sahabat lama bagi sebagian besar orang adalah kesenangan. Adapula sebagian kecil memilih untuk menghindari. Terlepas dari sifat introvert yang memilih untuk menyendiri dan lebih asyik mengurung diri. Ada pula hal lain yang lain, seperti mungkin yang belum memaafkan atas peristiwa masa lalu. Minder, atau membesarkan rasa malu yang berdasar prasangka negatif, itu juga bisa jadi.

Lantas, mau dibawa kemana arah reuni, semacam hura-hura atau menggelar amal bakti atau menggelar pengajian mengundang ustadz sambil muhasabah. Yang perlu diperhatikan dan dijaga adalah menjaga lisan. Munculnya istilah baper mengingatkan kita bahwa ada hati, telinga yang harus dijaga. Dalam sebuah penelitian disebutkan wanita dalam sehari berbicara minimal 20000 kata. Bayangkan, jika tidak dikontrol dan menyerocos sesuka hati. Tidak hanya wanita, etika bercanda pun baiknya tidak membawa hal yang sensitif seperti SARA. Namun yang sering, saat kita bertemu sahabat lama, tidak jauh dari candaan yang mengolok-olok, membully, membawa nama orang tua dan menyebar aib.


REUNI, temu kangen apalah namanya cukup dengan spirit DAKU KEKET alias DAtang-KUmpul-KEnang-KETawa.

DATANG, selalu datang saat ada undangan pertemuan. Karena pertemanan akan bisa langgeng bukan hanya untuk “merasa menjadi bagian” tapi butuh untuk “datang” ke dalam bagian.

KUMPUL, berkumpul, menjadi SATU, menjadi KITA bukan aku atau kamu. Selalu kompak dan saling mengerti. Karena “kumpul” kita akan menjadi kokoh dan solid. Jika tidak, maka kita akan tercerai berai.

KENANG, mengenang saat indah waktu sekolah, waktu di kampus karena itu menyehatkan. Mengenang masa yang lalu adalah sebab kita menjadi sekarang, kenanglah yang lalu asal kita tak tenggelam pada masa lalu.

KETAWA, bangkitkan ruang gembira pada diri kita. Ketawa dan tertawalah tentang masa lalu kamu, masa lalu kita yang culun, sok innocent. Dan ingat, KETAWA di zaman sekarang sulit padahal menyehatkan. Kesibukan kerja, stress atau keseharian masing-masing makin membuat kita susah tertawa. Maka, KETAWA-lah karena itu penting.

Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi acuan, agar reuni kita sehat dan positif. Bukan malah sebaliknya. Apa aja manfaat reuni:

1. Menjalin kembali tali silaturahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.

2. Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.

3. Memperpanjang usia, karena kita bisa mengurangi stress atau depresi. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinan meninggalnya berkurang 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Dan ingat soal umur, penentunya bukan kita tapi Allah, kita hanya ikhtiar aja.

4. Bekerjasama untuk amal, karena menjadi tujuan yang sangat positif dari pertemanan. Amal dan berbuat untuk sesame inilah tujuan utam reuni atau temu kangen, dimanapun dan kapanpun. Sejauh amal ini belum dilakukan, maka reuni dan temu kangen agak sulit berkembang. Karena reuni, bukan sekedar kumpul lalu bubar.

5.Menjadi ajang pamer keberhasilan
Reuni dapat menjadi ajang pengukuhan eksistensi diri bagi mereka yang dulunya mungkin tidak terlalu menonjol atau tidak dianggap namun sekarang justru menjadi seorang yang berhasil. Namun dalam hal ini, keberhasilan tersebut hendaknya disampaikan dengan cara yang tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi yang lain, dan bukan sebaliknya, malah menjadi ajang pamer hingga membuat peserta reuni yang kurang bernasib baik merasa minder dan terkucil.

6.Momen membangkitkan kenangan
Salah satu hal yang kerap terjadi pada saat reuni adalah membangkitkan lagi kenangan lama, terutama kenangan yang manis dan berkesan. Hal ini juga hendaknya disikapi dengan hati-hati, terutama jika masing-masing telah berumah tangga. Hati dan pandangan harus tetap dijaga. Jangan sampai, momen mengembalikan kenangan ini justru membangkitkan lagi getaran lama yang pernah ada terhadap seseorang di masa lalu dan bertemu kembali pada momen reuni.

7.Menjadi pasar baru dibisnis yang sedang dirintis
Tidak salah jika saat bertemu sahabat berujung-ujung promosi, menyodorkan katalog atau berbagi bisnis. Yang kemudian dilain hari saling membutuhkan dan bertukar. Biasanya kalau sesama sahabat ada potongan harga sendiri. Ada juga yang sengaja menjual produk MLM dengan harga miring hanya karena mengehar poin, kalau demi sahabat direlain harga murah.

Arah dan tujuan kembali dimusyawarahkan tentunya. Mengingatkan terus untuk istiqomah di jalan yang lurus juga penting, tidak meninggalkan sholat dan mencari nafkah dijalan halal lagi berkah. Minimal tak hanya bertemu tapi ada nilai dakwah. Semoga persahabatan tak hanya di dunia, semoga sampai surga.

Saturday, 13 January 2018

Berlindung Dari Kedzaliman Tetangga

Berlindung Dari Kedzaliman Tetangga



Untuk ke sekian kali berganti tetangga, kebutuhan wajib bagi kami yang belum punya rumah.Mengontrak kamar sepetak di ibu kota tak semurah harga di kontrakan yang di pinggiran kota. 550 ribu perbulan dengan biaya listrik sendiri dan kamar mandi di luar untuk berjamaah. Jangan ditanya soal dapur, bisa tidur di tempat yang bersih sudah sangat-sangat bersyukur.

Kumandang adzan shubuh baru saja usai. Aku beranjak ke kamar mandi, dan kutemui plastik klip ukuran terkecil terapung diatas kloset. Sedikit curiga itu mematuki isi kepalaku. Ini yang pernah kulihat. Sebelumnya, ibu kos semalam mengungkapkan kegelisahanya tentang karakter penghuni baru dengan logat betawi nyablak kental, yang dicurigai mengkonsumsi barang haram. Kami yang tinggal disebelahnya percis merasakan ketidak nyamanan yang sangat. Dari tengah malam hingga pagi hari tetangga baru itu bertengkar, ada bunyi gaduh, kaki yang menjejak-jejak, tangis yang tersedu sedan, kata-kata kotor dan yang mengiris hati adalah suara tangis bocah yang pecah. "Ayah jahat mukulin mamah". Hati wanita yang tidak meleleh dengar kalimat tsb, terlebih aku sedang mengandung usia 4 minggu, anak pertama. Suamiku mengalihkan perhatian dengan menyetel musik secara kencang dan menutup jendela rapat-rapat. Namun, semakin lama nampaknya tidak ada perubahan. Sedang tetangga depan tidak nampak ada kegaduhan, ngakunya sendiri saat sekedar ngobrol iseng. Tapi, ditengah malam ada wanita datang, aku tidak melihat wanita itu, tapi sandal wanita itu ada di depan pintu. Hanya bertahan seminggu setelah mudik lebaran dan kedatangan tetangga kos baru, kami mengalah dan memilih pindah kos yang baru.

"Apapun, sebaiknya kita tidak ikut campur urusan mereka, kendati berniat baik melerai. Mereka orang sini, Betawi asli, takutnya wajah kita yang sudah dikenali bisa ikut tidak aman. Biarin aja, yang penting kita tidak mengganggu. Lihat saja tawuran yang hampir tiap Minggu terjadi" saran suami sebelum memutuskan pindah.

Kemudian, tempat yang baru dirasa cukup nyaman. Minimal lebih longgar meski sama di lantai 3. Tak lama berselang ada teriak dan tangis. Suara gaduh dari tubuh yang membanting lantai dan barang yang menggelinding. Ah, entah apa lagi. Aku sendiri, sementara suami sedang kerja. Tidak sekali saja, suara gedebag-gedebug sering terdengar dari balik pintu kamarnya. Ada suara, " Bodo" dari wanita secara berulang-ulang. Ada rengekan yang disusul sesenggukan.

Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Ibu hamil disarankan untuk tidak stress. "Assalamualayku......m", 3 kali sudah aku menguluk salam. Kemudian aku sebut nama penghuni kontrakan, baru lah dibukakan pintu. "Mba, suara wanita tidak boleh lebih keras dari lelaki, tolong saya sedang mengandung jadi ikut stress" sambil mengelus-elus perut. "iya mba" jawabnya singkat.

Sejak berstatus istri aku tidak lebih dari orang rumahan. Yang keluar rumah mencari makan terus kembali lagi. Setiap rumah tangga punya tangisnya masing-masing, aku pahami itu. Semestinya bisa menjaga hanya berdua saja yang tahu, tanpa ada orang yang tahu terlebih mengganggu tetangga. Entah yang keberapa kali tetangga yang mengomentari kegiatanku yang tak bepergian jauh, menghabiskan waktu di kamar. Biarlah, konon sunnahnya wanita berada di rumah. Lagi pula tidak jauh kegiatan di luar rumah adalah nongkrong bareng ibu-ibu di pinggir jalan.

emarin malam, kegaduhan itu datang lagi. Suara obrolan anak muda kekinian dan betawi nyablaknya. Ada ketawa-ketiwi tanpa dosa di tengah malam. Tetangga baru belum ada sebulan. Dari awal penampilan wanita muda itu terlalu seksi. Celana kurang bahan dan kaos tanpa lengan. Sebelum shubuh berkumandang baru tiba, kemudian sarapan di depan pintu sambil meniupkan asap rokok. Astaghfirullahal adziiim, aku membatin. Cobaan apa lagi, waktu itu anakku tertidur lelap. Sayangnya kemarin malam, anakku rewel, sering terbangun dan menangis. Ya, anakku sensitif mendengar suara gaduh jika tidur. Dengan kekuatan dan kesabaran emak-emak yang memuncak aku menegurnya. Kebetulan pintunya masih terbuka lebar, ada 3 wanita sedang merawat wajah berbusana minim disana, "Mba, tolong sih suaranya dikecilin, ada anak kecil". Setelah itu, pintu mereka ditutup dan tak terdengar lagi suara.

Beda lagi dengan ibu gembul berambut keriting yang tinggalnya di depan rumah. Hampir tiap keluar kontrakan sedang mengoceh. Seperti warta berita siaran langsung, tiap kali mengumpat. Berkata kotor tanpa arah. Hehe maklum, dia orang stress karena ditinggal suami selingkuh saat hamil. Kebencian terhadap suami dan selingkuhannya sering terucap tanpa kendali. Begitu juga bapa paruh baya berkepala plontos dan bercelana kolor, kaos oblong berteriak ala rock tiap pagi, siang dan sore. Wajar mereka tidak waras. Setiap hari aku berjumpa dengan mereka, tetapi tidak mengganggu.

Mungkin ini yang disebut selemah-lemahnya iman. Ketika melihat sebuah kemungkaran jika tidak menegurnya, paling tidak mendoakan untuk kebaikannya. Sudah hampir 4 bulan disini, semua warga kontrakan muslim, namun sayang tak kujumpai mereka menjemur mukena, sarung dan sajadah selama itu. Sebagai tetangga, kami berusaha untuk berbuat baik, menyapa seadanya dan tidak mengganggu. Tidak menggeser jemuran seenaknya, dan tidak menggunakan fasilitas umum untuk keperluan pribadi. Astaghfirullahal adziim, kami pun tak luput dari dosa. Sungguh, kami berdoa untuk dipupuk sabar dan dilindungi dari tetangga yang dzalim.

Satu-satunya alasan bertahan adalah kebersamaan kami seatap, ada aku, suami dan Mika buah hati. Lebih dari doa yang tercurah untuk menjaga kebersamaan kami. Semoga semakin cepat Allah memperkenankan kami bisa membangun rumah sendiri di kampung halaman, tanah kelahiran. Tempat kembali penuh kedamaian dan cinta kasih. Mengisi hari tua dekat dengan mbah kakung dan mbah putri anak-anak.




Wednesday, 10 January 2018

Tak Cukup Doa Untuk Mendidik Anak Sholeh

Tak Cukup Doa Untuk Mendidik Anak Sholeh


 Robbiy habliy minashshoolihiiin
(Ya Allah, anugerahkan kami anak-anak yang sholeh)

Doa itu tak hanya diucapkan usai 5 waktu, bahkan setiap kapan pun aku menciumi ubun-ubunnya yang masih berdenyut dan pipinya yang chuby. Sebagai orangtua baru tentu harus banyak belajar dan memupuk sabar. Sebab, awal fase ini baru belum ke tahap menuju remaja apalagi dewasa. Bayiku bernama Qismika Misha Shafana, usia 9 bulan. Sekarang sedang aktif-aktifnya merangkak dan merambat. Sudah pandai memegang, memungut benda besar atau kecil.

Sejak baru dilahirkan, aku membiasakan usai magrib mengaji juz amma. Beberapa surat terakhir dijuz 30. Begitu pun saat mengandungnya, hanya 6 kali hatam Alquran, padahal target awal 9  kali hatam. Bayiku memang tidak mendengar adzan oleh papahnya usai keluar dari alam rahim. Adzan dari toa masjid yang berkumandang ia dengar, tepat pukul 04.15 fajar tiba dan tak lama adzan shubuh bergema.


Sadar, tak cukup doa untuk mendidik dan menghasilkan anak sholeh/sholehah. Ada kesuritauladanan yang harus diprioritaskan. Bagaimana seorang anak yang baik jika dari keluarga yang tidak mencontohkan kebaikan.

Sadar, seorang ibu adalah madrasah utama bagi anak. Harus cerdas, minimal banyak membaca. Pintar juga tak melulu soal nilai akademis yang unggul, melainkan mengerti, paham dan menerapkan akhlakul karimah itu juga wajib

Harus, sejak dini. Aku mengajaknya menemani wudhu, melihat kedua orangtuanya sholat. Dengan lucunya Mika mengejar sajadah saat kami bergantian sholat. Mika menirukan kami gerakan sujud dan ruku. Begitu pula saat mengajarinya berdoa, usai sholat melafalkan doa untuk kedua orang tua dan doa untuk kebaikan di dunia dan akhirat berikut terjemahnya secara lantang. Ini memang secara tidak langsung agar mudah diingat jika sering mendengar, meskipun belum tahu huruf.

Meniru gerakan rukuk

Mengenalkan bertutup kepala. Itu juga, pernah suatu ketika aku menggendong anakku "Mau kemana lo botak?" ujar ibu muda yang sedang nongkrong di teras. Lemas raga ini. Aku cukup membisu. Entah aku yang baper atau ibu muda itu memang kurang kontrol bicaranya. Eh, tapu ibu yang mana sih anaknya dikatain, meskipun benar adanya 😑 Sungguh, ini bukan alasan menutup kepala atau pun berhijab. Sudah jelas di Alquran mewajibkan wanita untuk menutup auratnya. Ya, perlahan sedari dini memperkenalkan. Awalnya jemari mungilnya menarik-narik, lama-lama jadi terbiasa.

Begitu pun mengenalkan doa-doa saat akan beraktifitas. Seperti makan, tidur, keluar rumah dll. Ini juga berdoa dengan lantang, tidak ada maksud riya atau pamer. Dan tak kalah penting membiasakan untuk mengawali sesuatu dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah.


Niatan yang dibarengi dengan ikhtiar berharap akan menuai hasil. Doa sudah melangit dan terus melangit, usaha juga tak kenal habis. Tinggal tawakkal menyerahkan sepenuhnya atas keputusan Allah. Hasbunallohu wanimal wakiil nimal maula wanimannadhiir.
Doa usai sholat